MARKUS 10:46
Teks
Rombongan itu tiba di Yerikho, lalu meninggalkannya lagi. Markus tidak menceritakan apa pun yang terjadi di dalam kota; ia hanya membuka pintu masuk dan langsung menutupnya. Yang tinggal dalam ingatan justru apa yang ada di luar gerbang: "ada seorang pengemis buta bernama Bartimeus, anak Timeus, yang duduk di pinggir jalan." Satu ayat, dan di dalamnya dua gerakan yang saling berpapasan. Yesus bergerak, berjalan bersama murid-murid-Nya dan kerumunan besar, menuju Yerusalem dan menuju salib. Bartimeus tidak bergerak. Ia duduk. Duduk di tempat yang sama seperti kemarin, dan kemarin dulunya, di debu tepi jalan tempat orang lewat dan sesekali melempar uang. Ayat ini adalah momen sebelum apa pun terjadi: dua garis hidup yang sebentar lagi bersinggungan, dan salah satunya belum tahu.
Inti
Perhatikan siapa yang disebut namanya. Sepanjang Injil Markus, orang-orang yang disembuhkan hampir selalu anonim: seorang kusta, seorang lumpuh, seorang perempuan yang sakit pendarahan. Di sini, tepat sebelum Yerusalem, Markus berhenti dan menyebut nama: Bartimeus, anak Timeus. Seorang pengemis buta yang dalam hitungan sosial masanya nyaris tidak punya identitas, justru diberi nama dan silsilah, dua hal yang biasanya disimpan untuk orang penting. Inilah yang sedang dikatakan teks tentang Kerajaan Allah. Beberapa ayat sebelumnya Yesus berkata bahwa "banyak orang yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama." Sekarang kalimat itu berhenti menjadi teori dan mengambil wujud seorang laki-laki di tepi jalan. Allah tidak menjumpai kita sebagai kategori atau kasus. Ia menjumpai kita sebagai nama, di tempat kita duduk.
Benang Merah
Markus menaruh Bartimeus tepat di persimpangan cerita. Di belakangnya ada murid-murid yang berebut kursi kanan dan kiri; di depannya ada Yerusalem, tempat kanan dan kiri Yesus akan diisi oleh dua orang yang disalibkan. Di antara dua hal itu duduk seorang buta yang tidak menuntut apa-apa. Sejak semula, kisah keselamatan bergerak ke arah orang yang tidak punya posisi tawar: Israel yang budak, janda yang kehabisan tepung, gembala di padang. Dan Anak Manusia yang baru saja berkata bahwa Ia datang "untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" sedang berjalan menuju penggenapan kalimat itu. Bartimeus adalah wajah konkret dari "banyak orang" itu. Tebusan itu bukan gagasan besar yang melayang; ia berhenti di tepi jalan, di depan seorang pengemis yang punya nama.
Cermin
Ada tempat-tempat di hidupmu di mana kamu sudah lama duduk. Pekerjaan yang tidak ke mana-mana, pernikahan yang mendingin, tubuh yang tidak lagi bisa diandalkan, doa yang sudah tujuh tahun sama bunyinya. Tepi jalan itu punya logika sendiri: kamu belajar mengenali suara langkah orang lewat, kamu belajar tidak berharap terlalu banyak, dan lama-lama kamu menyebut sikap itu kedewasaan padahal itu kelelahan. Sementara itu ada juga bagian dari kita yang berjalan di kerumunan, sibuk, merasa sedang menuju sesuatu, dan tidak melihat siapa yang duduk di pinggir. Markus menaruh kedua-duanya dalam satu ayat, dan tidak membiarkan kita memilih hanya satu peran. Hari ini, tulis di selembar kertas nama lengkapmu, lalu di bawahnya satu kalimat: apa yang paling kaubutuhkan dari Yesus sekarang. Ucapkan keras-keras kepada-Nya, dengan namamu disebut.
Konteks
Yerikho terletak sekitar dua puluh lima kilometer dari Yerusalem, di lembah yang panas, dan dari sana jalan menanjak tajam ke kota suci. Ini musim menjelang Paskah, dan rombongan peziarah dari Galilea melewati rute itu dalam jumlah besar. Yerikho sendiri kota makmur: ada istana Herodes, ada kebun kurma dan balsam, ada banyak imam yang tinggal di sana. Gerbang kota adalah posisi terbaik bagi seorang pengemis, sebab peziarah yang sedang menuju Bait Allah lebih murah hati; sedekah dianggap bagian dari kesalehan. Jadi Bartimeus duduk bukan secara kebetulan. Ia duduk di titik ekonomi paling masuk akal bagi orang yang tidak boleh bekerja, tidak boleh bermimpi, dan yang oleh banyak orang sezamannya diam-diam dianggap sedang menanggung akibat sesuatu.
Profil
Pembaca pertama Markus kemungkinan besar jemaat yang hidup di bawah tekanan, orang-orang yang baru saja membaca janji tentang seratus kali lipat "dengan penganiayaan". Bagi mereka, penyebutan nama Bartimeus punya bobot khusus: ini bukan legenda anonim, ini orang yang barangkali masih dikenal di lingkaran jemaat, saksi yang bisa ditanyai. Mereka juga menangkap sesuatu yang mudah lolos dari kita: ini mukjizat penyembuhan terakhir dalam Injil Markus. Setelah ini tidak ada lagi orang sakit yang disembuhkan; yang ada adalah pengadilan, cambuk, dan kayu salib. Seorang pengemis buta mendapat perhatian terakhir sebelum pintu penderitaan tertutup. Bagi jemaat yang merasa kecil dan terancam, itu bukan detail sentimental melainkan jaminan: Ia berhenti untuk yang seperti kita.
Detail
Kata yang perlu diperhatikan adalah "jalan". Dalam bahasa Yunani, hodos, dan Markus memakainya dengan sengaja sepanjang bagian ini: mereka sedang "dalam perjalanan ke Yerusalem", Yesus berjalan mendahului mereka. Di ayat 46 Bartimeus digambarkan duduk di pinggir jalan itu. Ia dekat dengan jalan, tetapi bukan di atasnya. Ia mendengar semua yang lewat tanpa pernah ikut bergerak. Enam ayat kemudian kalimat penutupnya berbunyi: ia "mengikut Yesus sepanjang jalan". Itulah seluruh peta perjalanan iman dalam satu pergeseran kecil: dari pinggir ke tengah, dari duduk ke berjalan, dari mendengar langkah orang lain ke ikut melangkah. Dan jalan yang ia masuki bukan jalan menuju kenyamanan, melainkan jalan menuju Yerusalem.
Refleksi
Di bagian hidup mana kamu sudah begitu lama duduk sehingga kamu berhenti mengharapkan ada yang berhenti untukmu?
Siapa yang selama ini kamu lewati sebagai kategori, dan apakah kamu tahu namanya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Mark 10:46
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MARKUS 10:46?
Tentang apakah MARKUS 10:46?
Apa konteks historis dari MARKUS 10:46?
Apa yang MARKUS 10:46 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MARKUS 10:46 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Mark 10?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi