MATIUS 24:13
Teks
Di tengah daftar kengerian yang Yesus sebutkan di Bukit Zaitun, penyerahan sesama murid kepada penganiaya, kebencian bangsa-bangsa, nabi-nabi palsu yang meyakinkan, dan kasih yang mendingin karena pelanggaran bertambah, jatuhlah satu kalimat pendek yang berdiri seperti pasak di tanah yang bergoyang: "Akan tetapi, orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan." Kata "akan tetapi" itu penting; ayat ini bukan kalimat mandiri yang bisa dipajang di dinding tanpa konteks, melainkan jawaban atas ayat sebelumnya tentang kasih yang menjadi dingin. Yesus tidak menjanjikan bahwa badai akan reda lebih cepat. Ia menjanjikan bahwa ada orang yang masih berdiri ketika badai itu usai, dan orang itu diselamatkan.
Inti
Perhatikan bentuk kalimatnya: "akan diselamatkan", bukan "akan menyelamatkan dirinya". Bertahan adalah yang kita lakukan; menyelamatkan adalah yang Allah lakukan. Kata Yunani di balik "bertahan", hypomenō, secara harfiah berarti tinggal di bawah, tetap berada di bawah beban yang menekan dan tidak menyingkir. Jadi ketahanan di sini bukan kepahlawanan rohani orang-orang kuat, melainkan keengganan yang keras kepala untuk melepaskan Kristus ketika memegang Dia menjadi mahal. Dan justru di situ anugerah bekerja: Allah yang memulai perjanjian-Nya adalah Allah yang memeliharanya sampai akhir, sebagaimana Ia memperpendek hari-hari itu "demi mereka yang terpilih" (ayat 22). Ketekunan bukan syarat yang kita penuhi agar layak diselamatkan; ketekunan adalah tanda bahwa keselamatan itu sungguh sudah mencengkeram kita.
Benang Merah
Ketekunan adalah tema tua. Israel di padang gurun diuji bukan dengan pertanyaan apakah mereka bisa berjalan cepat, melainkan apakah mereka tetap berjalan ketika roti dari langit terasa membosankan dan Mesir mulai tampak manis. Perjanjian selalu punya dua sisi: Allah yang setia dan umat yang dipanggil untuk tetap tinggal. Yang baru dalam Matius 24 adalah bahwa ketekunan itu kini terikat pada satu Pribadi. Mereka dibenci "karena nama-Ku" (ayat 9), dan Dia sendiri lebih dulu bertahan sampai akhir, di bawah beban yang tidak Ia singkirkan. Salib adalah hypomenō yang sempurna. Karena itu ketekunan kita bukan prestasi yang menyaingi karya-Nya, melainkan gema dari ketekunan-Nya di dalam kita.
Cermin
Kebanyakan dari kita tidak akan diserahkan kepada penganiaya. Yang mengikis kita jauh lebih pelan: rekan kerja yang menyindir iman Anda setiap rapat, anak yang berhenti ikut ke gereja dan Anda berdoa tujuh tahun tanpa jawaban, tubuh yang mulai gagal, uang yang tidak cukup, pernikahan yang hambar. Ayat 12 menyebut apa yang terjadi: kasih menjadi dingin. Bukan padam dengan ledakan, tetapi dingin, seperti kopi yang ditinggalkan di meja. Pertanyaan ayat 13 bukan "apakah kamu hebat?" melainkan "apakah kamu masih di sini?" Hari ini, tuliskan di kertas satu hal yang dulu Anda lakukan karena mengasihi Kristus dan sudah Anda tinggalkan, lalu lakukan hal itu sekali lagi sebelum tidur.
Tokoh Utama
Yang berbicara di sini adalah Yesus yang baru saja memandangi Bait Allah dan mengatakan tidak satu batu pun akan tetap tersusun. Ia tidak sedang menakut-nakuti; Ia sedang melucuti. Para murid bangga pada bangunan itu, dan Ia mengambil kebanggaan itu dari tangan mereka, bukan untuk menyakiti, melainkan agar mereka tidak bersandar pada yang akan runtuh. Perhatikan bahwa Ia berkata "perhatikanlah supaya kamu tidak takut" (ayat 6). Gembala yang tahu persis seberapa gelap jalan di depan, dan karena itu berjalan lebih dulu. Kasih-Nya tidak berupa penghindaran penderitaan, tetapi berupa kejujuran yang disertai janji. Dia tidak menjanjikan jalan pintas. Dia menjanjikan diri-Nya di ujung jalan.
Detail
"Sampai akhir." Akhir yang mana? Dalam ayat 6 Yesus berkata perang dan kelaparan "belum kesudahannya", dan dalam ayat 14 kesudahan itu datang setelah Injil diberitakan ke seluruh dunia. Jadi akhir itu bersifat besar, kosmis. Tetapi bagi orang yang mati sebagai martir di Roma, akhir itu datang jauh lebih awal, di ujung pedang. Keduanya benar. "Akhir" berarti sejauh mana pun jalan itu membentang bagi Anda pribadi. Tidak ada kuota penderitaan yang harus dipenuhi lalu kita bebas. Yang diminta hanyalah: jangan pergi sebelum waktunya habis. Ketekunan Kristen tidak diukur dengan intensitas, melainkan dengan durasi.
Profil
Jemaat Matius hidup sesudah ayat 9 menjadi kenyataan. Mereka tahu nama orang-orang yang diserahkan oleh saudara seiman sendiri, tahu rumah ibadat yang menutup pintu bagi mereka, dan mungkin melihat asap Yerusalem tahun 70 sebagai penggenapan ngeri dari ayat 2. Bagi mereka ayat 13 bukan nasihat motivasi, melainkan satu-satunya pegangan ketika semua yang kelihatan runtuh: Bait Allah, keamanan, bahkan persaudaraan. Mereka mendengar kalimat ini sebagai bisikan di ruang gelap, bukan sebagai slogan. Dan mereka mendengarnya dari Seseorang yang sudah lebih dulu melewati kegelapan itu dan keluar hidup.
Refleksi
Di bagian hidup mana kasih Anda sedang mendingin tanpa Anda sadari, dan apa yang membuatnya dingin di sana?
Jika ketekunan adalah tanda, bukan syarat, apa yang berubah dalam cara Anda memandang masa-masa Anda nyaris menyerah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 24:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 24:13?
Tentang apakah MATIUS 24:13?
Apa konteks historis dari MATIUS 24:13?
Apa yang MATIUS 24:13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 24:13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 24
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Sebab, di mana ada bangkai, di situ burung-burung nasar berkumpul." Yesus sedang menenangkan ketakutan kita: kedatangan-Nya tidak perlu diumumkan lewat bisikan orang dalam. Seperti burung yang berputar di langit, semuanya akan jelas dengan sendirinya. Jadi kalau ada yang berkata, "Ikut aku, aku tahu rahasianya," tenanglah. Kamu tidak akan ketinggalan.
Bapa, banyak suara berseru bahwa Engkau ada di sini atau di sana, dan hatiku mudah ikut berlari. Ajar aku tenang dan tidak gampang percaya pada setiap kabar. Aku mau mengenal suara-Mu sendiri, dan menunggu-Mu dengan hati yang teguh.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau berkata, "Ketahuilah, Aku sudah mengatakannya kepadamu sebelumnya." Engkau tidak membiarkan kami ditipu tanpa peringatan. Terima kasih untuk firman yang lebih dahulu menyiapkan hati kami, supaya kami tidak panik saat penyesatan datang.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi