FILIPI 3:13
Teks
Paulus baru saja menutup daftar panjang tentang segala hal yang dulu ia banggakan: silsilah, sunat hari kedelapan, suku Benyamin, ketaatan Farisi yang tak bercacat. Semua itu ia buang. Dan tepat setelah itu, di ayat 13, ia menahan diri dari klaim yang mudah: "Saudara-saudara, aku tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya." Rasul yang menulis separuh Perjanjian Baru mengakui bahwa ia belum sampai. Lalu satu kalimat yang menentukan arah seluruh hidupnya: "satu hal yang kulakukan: aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." Bukan sepuluh hal. Satu. Melupakan yang di belakang, mencondongkan seluruh tubuh ke depan, seperti pelari yang badannya sudah lebih dulu tiba di garis daripada kakinya.
Inti
Kata "melupakan" di sini bukan amnesia. Paulus jelas tidak lupa bahwa ia pernah menganiaya jemaat; ia baru saja menuliskannya di ayat 6. Yang ia tinggalkan adalah kuasa masa lalu untuk menentukan siapa dirinya sekarang, baik prestasi maupun aibnya. Dan inilah yang mengejutkan secara teologis: pengejaran itu tidak dimulai dari dirinya. Ayat 12 sudah menaruh dasarnya, "sebagaimana Kristus Yesus telah menangkap aku." Paulus berlari bukan supaya ditangkap, melainkan karena sudah ditangkap. Anugerah datang lebih dulu, lalu memberi tenaga pada usaha. Itulah sebabnya kerendahan hati ("aku belum menangkapnya") dan tekad ("satu hal yang kulakukan") bisa hidup dalam satu napas tanpa saling membatalkan. Orang yang tahu dirinya dipegang oleh Kristus sanggup jujur bahwa ia belum selesai.
Benang Merah
Umat Allah selalu punya masalah dengan arah pandang. Israel yang baru saja keluar dari Mesir berulang kali menoleh ke belakang, merindukan daging dan bawang di negeri perbudakan, karena masa lalu yang buruk sekalipun terasa lebih pasti daripada padang gurun yang belum jelas ujungnya. Perjalanan iman dalam Alkitab hampir selalu digambarkan sebagai gerak maju menuju sesuatu yang dijanjikan, bukan menetap di tempat yang sudah dikenal. Paulus berdiri persis di garis itu, tetapi dengan satu perbedaan yang menentukan: tujuannya bukan tanah, melainkan Pribadi. Ia menyebutnya di ayat berikutnya "panggilan surgawi dari Allah dalam Yesus Kristus." Salib dan kebangkitan telah membuka sebuah masa depan yang tidak bisa dibatalkan oleh apa pun di masa lalu, dan karena itulah orang percaya boleh berhenti mengorek-ngorek yang sudah lewat.
Cermin
Ada dua jenis masa lalu yang menahan kaki Anda. Yang pertama adalah piala. Nilai bagus, pelayanan yang dipuji orang, kesaksian pertobatan yang selalu Anda ceritakan dengan bumbu yang sama, tahun-tahun ketika iman Anda terasa hangat dan doa Anda terasa didengar. Anda hidup dari cadangan itu dan diam-diam berpikir Anda sudah menangkapnya. Yang kedua adalah luka dan aib. Percakapan yang salah dengan anak Anda tujuh tahun lalu. Uang yang Anda ambil. Dosa yang sudah Anda akui puluhan kali kepada Tuhan, tetapi Anda putar ulang setiap kali kamar sudah gelap dan rumah sudah sepi. Keduanya melakukan hal yang sama: memaku identitas Anda ke belakang. Paulus tidak berkata bahwa keduanya tidak nyata. Ia berkata keduanya tidak lagi berhak memerintah, sebab yang memegang Anda sekarang adalah Kristus.
Ambil selembar kertas sekarang, tulis satu kalimat tentang hal masa lalu yang paling sering Anda putar ulang, entah kebanggaan entah aib, lalu ucapkan dengan suara terdengar: "Kristus Yesus telah menangkap aku," dan sobek kertas itu.
Teks Lain
Yesus pernah mengatakan bahwa orang yang sudah memegang bajak lalu menoleh ke belakang tidak layak bagi Kerajaan Allah. Nadanya keras, dan Paulus di sini sedang menjalani kalimat itu sampai ke ujung. Membajak sambil menoleh menghasilkan alur yang bengkok; hidup rohani yang terus melirik ke belakang menghasilkan hal yang sama. Di sisi lain, surat Ibrani memakai gambar yang persis sama dengan Paulus: menanggalkan beban, berlari dengan tekun, mata terarah kepada Yesus. Perhatikan bahwa dalam kedua gambaran itu fokus bukan pada semangat pelari, melainkan pada apa yang dipandangnya. Konsentrasi bukanlah kekuatan batin yang Anda kerahkan; konsentrasi adalah buah dari melihat sesuatu yang cukup berharga untuk membuat hal-hal lain kehilangan daya tariknya.
Konteks
Filipi adalah koloni Romawi, kota yang dihuni banyak veteran tentara, tempat status sangat diperhitungkan: pangkat, garis keturunan, kewarganegaraan. Orang di sana terbiasa menyebutkan daftar kehormatan mereka, persis seperti yang Paulus lakukan di ayat 5 dan 6 sebelum ia membuangnya sebagai sampah. Ia sendiri menulis dari tahanan, dengan masa depan yang secara manusiawi buntu. Dan ada tekanan konkret di jemaat itu: guru-guru yang mendesak orang percaya untuk menambahkan tanda-tanda lahiriah pada iman mereka. Dalam suasana seperti itu, kalimat "aku tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya" bukan basa-basi kesopanan. Itu penolakan terbuka terhadap seluruh sistem penilaian kota itu. Orang yang sedang dirantai justru berkata bahwa hidupnya sedang bergerak maju.
Tokoh Utama
Yang paling mengesankan dari Paulus di ayat ini bukan tekadnya, melainkan kejujurannya. Ia bisa saja memakai kartu otoritasnya; jemaat Filipi tidak akan membantah kalau ia mengaku sudah matang. Ia justru menempatkan dirinya sejajar dengan mereka: "Saudara-saudara, aku tidak menganggap." Di dalamnya ada lanskap batin seorang yang pernah begitu yakin akan kebenarannya sendiri sampai ia menganiaya jemaat, lalu dihentikan di jalan oleh Kristus, dan sejak itu tidak pernah lagi berani mengukur dirinya dengan ukurannya sendiri. Yang tersisa adalah kerinduan yang telanjang, dirumuskannya di ayat 10: mengenal Dia. Bukan mengenal tentang Dia. Seluruh sisa hidupnya menjadi satu gerakan tunggal ke arah Pribadi yang lebih dulu meraihnya.
Refleksi
Kalau hari ini Anda harus menyebut "satu hal yang kulakukan" dalam hidup Anda, apa yang jujur akan Anda tulis, dan apakah itu sama dengan yang ingin Anda tulis?
Masa lalu mana yang lebih sulit Anda lepaskan: yang membuat Anda bangga, atau yang membuat Anda malu, dan mengapa?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Philippians 3:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti FILIPI 3:13?
Tentang apakah FILIPI 3:13?
Apa konteks historis dari FILIPI 3:13?
Apa yang FILIPI 3:13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana FILIPI 3:13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Philippians 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Paulus sudah puluhan tahun melayani, sudah melihat mujizat, sudah menulis surat surat. Namun ia masih berkata, "supaya aku dapat mengenal Dia." Mengenal Kristus ternyata bukan pelajaran yang selesai, melainkan kerinduan yang terus tumbuh. Dan perhatikan, ia minta kuasa kebangkitan sekaligus persekutuan dalam penderitaan-Nya. Beranikah kamu berdoa seperti itu?
Bukan berarti aku telah memperoleh semuanya itu, atau telah menjadi sempurna, tetapi aku mengejarnya supaya aku dapat menangkapnya, karena Kristus Yesus telah menangkap aku." Paulus mengejar, tapi bukan untuk dipeluk. Ia sudah dipeluk lebih dulu. Kamu tidak sedang berlari agar Kristus mau memilikimu. Kamu berlari karena Ia sudah memegangmu, dan tangan itu tidak lepas walau langkahmu hari ini tertatih.
Paulus tahu dia mengulang-ulang. Dan dia tidak minta maaf untuk itu: "Menuliskan hal yang sama kepadamu bukanlah beban bagiku, dan hal itu adalah pengamanan bagimu." Ada hal-hal yang perlu kaudengar seratus kali, bukan karena kau bodoh, tetapi karena hatimu gampang lupa bersukacita. Apa yang perlu kaudengar lagi hari ini?
Paulus tidak menulis dengan nada marah. Ia menulis "sambil menangis" tentang mereka yang hidup sebagai musuh salib Kristus. Perhatikan itu: hatinya hancur, bukan panas. Betapa mudah kita membicarakan orang yang menjauh dari Tuhan dengan bibir mencibir. Kapan terakhir kali kamu menangis untuk seseorang, bukan mengomentarinya?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi