MAZMUR 116:12
Teks
"Bagaimana aku harus membalas kepada TUHAN atas semua kebaikan-Nya padaku?" Satu kalimat, dan itu sebuah pertanyaan, bukan pernyataan. Pemazmur baru saja keluar dari ruang yang nyaris mematikan: tali-tali maut melilitnya, ia berseru, dan Tuhan mendengar. Sekarang ia berdiri di sisi lain, hidup, dengan mata yang kering dan kaki yang tidak lagi tersandung, dan ia merasakan sesuatu yang aneh: beban. Bukan beban utang yang menindih, melainkan desakan dari dalam untuk melakukan sesuatu dengan hidup yang baru saja dikembalikan kepadanya. Ia tidak tahu apa. Maka ia bertanya. Dan jawaban yang ia berikan sendiri di ayat-ayat berikutnya ternyata bukan prestasi besar, melainkan piala yang diangkat, nama yang diserukan, nazar yang dibayar di depan umum.
Inti
Pertanyaan ini berbahaya kalau kita salah dengar. Dalam dunia kuno, kebaikan seorang pelindung menciptakan kewajiban; yang ditolong berutang, dan utang itu dibayar dengan pelayanan atau pemberian balik. Pemazmur memakai bahasa itu, tetapi sekaligus meruntuhkannya. Sebab apa yang bisa Anda kembalikan kepada Allah yang baru saja melepaskan jiwa Anda dari maut? Setiap pembayaran akan selalu memakai modal yang Ia sendiri berikan. Justru karena itu pertanyaan ini tidak berujung pada transaksi, melainkan pada ibadah: mengangkat cawan, menyerukan nama, membayar nazar. Kasih karunia tidak membuat kita bebas dari tanggapan; kasih karunia justru melahirkan tanggapan yang tidak pernah bisa disebut pelunasan. Di situlah letak kemerdekaan sekaligus ketajamannya: Anda tidak perlu membayar, tetapi Anda juga tidak boleh diam.
Benang Merah
Mazmur ini bukan sekadar catatan pribadi; ia termasuk rangkaian nyanyian yang dilantunkan orang Israel pada malam Paskah, sesudah cawan diedarkan. Artinya: kalimat "Aku akan mengangkat piala keselamatan" pernah keluar dari mulut Yesus sendiri, di ruang atas, beberapa jam sebelum tali-tali maut benar-benar melilit Dia dan tidak dilepaskan. Di situ pertanyaan ayat 12 mendapat jawaban yang tak terduga. Pemazmur bertanya apa yang bisa ia berikan kembali; Kristus justru memberikan apa yang tidak bisa diberikan siapa pun, yaitu diri-Nya, dan Ia meminum cawan yang lain supaya kita boleh mengangkat cawan keselamatan. Sejak saat itu syukur orang percaya tidak pernah lagi berdiri sendirian. Kita membalas kebaikan Allah dengan tangan yang sudah lebih dulu diisi oleh-Nya.
Cermin
Perhatikan di mana pertanyaan ini akan mengganggu Anda. Anda sembuh dari penyakit yang menakutkan, dan tiga bulan kemudian kalender Anda kembali persis seperti sebelumnya. Pernikahan Anda nyaris retak lalu pulih, dan Anda tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun karena malu. Gaji Anda naik setelah masa sulit, dan pengeluaran Anda naik lebih cepat lagi. Pemazmur menolak jalan itu. Ia membayar nazarnya "di hadapan semua umat-Nya", di tempat yang bisa dilihat orang, karena syukur yang disimpan rapat di hati akhirnya menguap. Pertanyaan ayat 12 menuntut bentuk: uang yang berpindah tangan, waktu yang diblokir, mulut yang bersuara. Bukan untuk melunasi, tetapi karena kebaikan yang tidak pernah disebutkan dengan suara keras perlahan-lahan berhenti terasa sebagai kebaikan.
Hari ini juga, hubungi satu orang dan sebutkan dengan konkret satu hal yang Tuhan lakukan bagi Anda tahun ini. Bukan "Tuhan baik", melainkan peristiwanya, dengan tanggal dan namanya. Sepuluh menit, lalu selesai.
Pertanyaan
Yang sulit bukan ayat 12, melainkan apa yang tidak dikatakannya. Pemazmur ditolong. Ia berseru dan Allah menyendengkan telinga-Nya. Tetapi Anda mengenal orang yang berseru dengan iman yang sama dan tetap dikuburkan. Apa yang harus mereka balas? Mazmur ini tidak berpura-pura tidak tahu. Beberapa baris kemudian berdiri kalimat yang nyaris mustahil dibaca di pemakaman: "Berharga dalam pandangan TUHAN, kematian orang-orang kudus-Nya." Jadi pelepasan bukan satu-satunya bentuk pemeliharaan Allah; kematian orang kudus pun tidak terjadi di luar perhatian-Nya, melainkan di dalam pandangan-Nya yang menilai itu mahal. Itu tidak menjelaskan apa pun. Itu hanya menolak kesimpulan bahwa yang tidak diselamatkan berarti tidak diperhatikan. Lebih dari itu teks ini tidak memberi, dan saya tidak akan menambahkannya.
Profil
Bayangkan pelataran Bait Allah yang ramai: asap, suara ternak, keluarga-keluarga yang datang dari jauh. Seseorang yang pernah berjanji dalam kesesakan kini membawa kurban syukur, dan kurban itu bukan dibakar habis; sebagian besarnya dimakan bersama, hari itu juga, dengan siapa pun yang hadir. Jadi "membalas kepada TUHAN" berbentuk sebuah jamuan di depan umum, dengan cerita yang diceritakan ulang di antara piring-piring. Pendengar pertama tidak membayangkan perasaan hangat di dalam dada; mereka membayangkan daging, roti, saksi, dan nazar yang ditagih oleh ingatan jemaat. Dan pemazmur menyebut dirinya "hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu": orang kecil, tanpa kekuasaan. Justru ia yang mengangkat cawan.
Intertekstual
Nabi Mikha mengajukan pertanyaan yang hampir sama dan menjawabnya dari sisi lain: dengan apa aku datang menghadap Tuhan, dengan ribuan domba jantan? Jawabannya bukan kurban yang lebih besar, melainkan keadilan, kesetiaan, dan hidup yang rendah hati di hadapan Allah. Mazmur 116 dan Mikha 6 berdiri berdampingan: yang satu menolak syukur yang tanpa bentuk, yang lain menolak bentuk yang tanpa hidup. Lalu Paulus menutup rangkaian itu ketika ia memanggil jemaat di Roma, "oleh karena belas kasihan Allah", untuk mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup. Itulah jawaban Perjanjian Baru atas ayat 12: bukan sesuatu yang kita serahkan, melainkan seluruh diri kita, diberikan kembali kepada Dia yang lebih dulu melepaskan belenggu kita.
Refleksi
Kebaikan Allah mana dalam hidup Anda yang sudah lama Anda nikmati tanpa pernah Anda sebutkan dengan suara keras kepada siapa pun?
Nazar atau janji apa yang pernah Anda ucapkan dalam kesesakan, dan apa yang terjadi dengannya setelah kesesakan itu lewat?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 116:12
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 116:12?
Tentang apakah MAZMUR 116:12?
Apa konteks historis dari MAZMUR 116:12?
Apa yang MAZMUR 116:12 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 116:12 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 116?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi