MAZMUR 111
Teks
Seorang penyair berdiri di tengah jemaat dan tidak bisa menahan diri: "Aku hendak bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku." Lalu ia mulai mendaftar, bukan perasaannya, melainkan perbuatan Allah: karya yang besar dan layak diselidiki, makanan yang diberikan kepada orang yang takut akan Dia, perjanjian yang diingat selamanya, tanah bangsa-bangsa yang diwariskan kepada umat-Nya, penebusan yang dikirim-Nya. Semuanya bermuara pada satu kalimat yang terdengar seperti kesimpulan dari sebuah hidup, bukan slogan: "Takut akan TUHAN ialah awal dari hikmat, semua orang yang melakukannya memiliki pengertian yang baik." Mazmur ini adalah puji-pujian yang berujung pada etika, syukur yang berakhir dengan tangan yang mulai bekerja.
Inti
Perhatikan apa yang dipuji penyair ini. Bukan suasana rohani, bukan pengalaman batin, melainkan rekam jejak: Allah memberi makan, mengingat, memberitahukan, mengirimkan tebusan. Ada kata Ibrani di ayat 4, zeker, "peringatan" atau "ingatan": Allah sengaja melakukan keajaiban-Nya supaya ada sesuatu yang dapat diingat, diceritakan, diwariskan. Iman di sini bukan melayang-layang; ia punya sejarah dan punya bukti. Dan karena karya Allah itu "kebenaran dan keadilan", maka peraturan-Nya bukan beban tambahan di atas anugerah, melainkan bentuk hidup yang sesuai dengan watak Sang Penyelamat. Itulah sebabnya mazmur ini menutup dengan "melakukannya". Mengenal Allah yang murah hati dan belas kasih tidak berhenti pada kekaguman; ia membentuk cara kita menimbang uang, waktu, dan orang lain. Pujian yang tidak mengubah kelakuan belum benar-benar mengerti siapa yang dipujinya.
Benang Merah
Daftar perbuatan Allah dalam mazmur ini bukan acak; itu ringkasan Keluaran dan penaklukan. Makanan di padang gurun, perjanjian di Sinai, warisan tanah bangsa-bangsa, dan di atas semuanya: "Dia telah mengirimkan tebusan bagi umat-Nya." Kata tebusan di sini berasal dari dunia perbudakan: seseorang membayar agar budak boleh pulang. Israel menyanyikannya sambil menoleh ke belakang, ke Laut Teberau. Kita menyanyikannya sambil menoleh ke Golgota, tempat tebusan itu dikirim sekali untuk selamanya dan perjanjian yang "diperintahkan untuk selama-lamanya" memperoleh darahnya sendiri pada malam Paskah terakhir Yesus (Lukas 22:20). Pola itu sama persis: Allah bertindak lebih dulu, umat mengingat, lalu umat hidup berbeda. Anugerah tidak pernah berhenti sebagai informasi; ia selalu menuntut bentuk hidup.
Cermin
Mazmur ini menggosok di titik yang tidak nyaman. Penyair memuji Allah yang "murah hati dan belas kasih" dan yang karyanya adalah "kebenaran dan keadilan", lalu menutup dengan kata melakukan. Artinya: kalau Anda mengaku ditebus, cara Anda menyusun anggaran rumah tangga, memperlakukan karyawan yang lambat, membalas pesan saudara yang menjengkelkan, dan mengisi tiga jam terakhir setiap malam, semuanya menjadi urusan teologis. Kita sering lupa karena kita lupa. Ingatan rohani kita pendek; kesulitan bulan ini menghapus pertolongan tahun lalu, dan dari lupa lahirlah kekikiran, kecemasan soal uang, kekerasan terhadap orang yang bergantung pada kita. Karena itu Allah memberi "peringatan".
Ambil secarik kertas sekarang. Tulis tiga perbuatan Allah yang konkret dalam hidup Anda, lengkap dengan tahunnya, lalu bacakan ketiganya keras-keras.
Intertekstual
Mazmur 112 adalah kembaran mazmur ini: akrostik yang sama, panjang yang sama, dan sengaja ditempatkan berdampingan. Yang mencolok, sifat-sifat yang di Mazmur 111 dikenakan pada TUHAN, murah hati dan penuh belas kasih, di Mazmur 112 dikenakan pada orang yang takut akan TUHAN. Itu bukan kebetulan redaksional, melainkan program etis: umat menjadi serupa dengan Allah yang mereka puji. Dan kalimat penutup, "Takut akan TUHAN ialah awal dari hikmat", adalah pintu masuk seluruh kitab Amsal (Amsal 9:10), yang lalu menghabiskan tiga puluh satu pasal membicarakan utang, mulut, perzinaan, dan kemalasan. Hikmat Alkitab tidak pernah melayang di ruang abstrak; ia turun ke dapur, ke pasar, ke tempat tidur.
Pertanyaan
Ayat 6 sulit: Allah memberi umat-Nya "warisan bangsa-bangsa". Yang diwariskan kepada Israel pernah menjadi rumah orang lain. Bagaimana itu bisa berdiri bersama ayat 7, bahwa pekerjaan tangan-Nya adalah "kebenaran dan keadilan"? Penyair tidak merayakan kekerasan; ia merayakan pemberian. Tetapi ia juga tidak menyembunyikan bahwa pemberian itu punya korban. Alkitab sendiri menghubungkannya dengan penghakiman atas kejahatan yang lama tertahan, dan mengingatkan Israel bahwa tanah itu bisa dimuntahkan kembali kalau mereka sendiri berlaku keji. Itu menjelaskan sebagian, tidak semuanya. Saya tidak akan berpura-pura kerikil ini hilang. Yang bisa saya katakan: Allah yang sama kelak membayar harga penghakiman itu pada diri-Nya sendiri, dan sejak saat itu umat-Nya tidak lagi diberi pedang.
Konteks
Mazmur ini kemungkinan besar lahir sesudah pembuangan, dalam ibadah di Bait Allah kedua. Dua puluh dua baris Ibraninya dimulai berurutan menurut abjad, sebuah bentuk akrostik yang dibuat untuk dihafal, bukan sekadar dinikmati. Bayangkan komunitas kecil di provinsi pinggiran Kekaisaran Persia: tanpa raja sendiri, tanpa kemerdekaan, tanah yang mereka sebut warisan hanya sebagian mereka pegang. Di situlah mereka berdiri "dalam kumpulan orang yang lurus hati dan dalam jemaat" dan menyebut ulang perbuatan besar Allah. Pujian ini bukan laporan kemenangan; ini tindakan ingatan yang keras kepala di tengah keadaan yang mengecewakan. Mereka memuji bukan karena hidup sedang enak, melainkan karena perjanjian itu "teguh seterusnya dan selama-lamanya".
Refleksi
Perbuatan Allah mana dalam hidup Anda yang sudah terlalu lama tidak Anda ceritakan kepada siapa pun, dan apa akibatnya bagi cara Anda menghadapi minggu ini?
Di bagian hidup mana Anda memuji Allah sebagai "murah hati dan belas kasih", tetapi sendiri bertindak hitung-hitungan: terhadap uang, waktu, atau orang tertentu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 111
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 111?
Tentang apakah MAZMUR 111?
Apa konteks historis dari MAZMUR 111?
Apa yang MAZMUR 111 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 111 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Psalms 111
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena pekerjaan-pekerjaan-Mu besar dan layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Aku bersyukur untuk setiap hal kecil yang kutemukan hari ini: daun yang bergerak ditiup angin, napas yang masih Kauberi, dan hati yang Kaubuat rindu mencari Engkau.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
