MAZMUR 138:7
Teksnya
Daud tidak berkata "seandainya aku masuk kesusahan", melainkan "Walaupun aku berjalan di tengah-tengah kesusahan". Berjalan: bukan melompati, bukan dihindarkan, tetapi melangkah masuk dan melewatinya dari dalam. Di tengah jalan itu ada satu kepastian: "Engkau mempertahankanku." Lalu gambarannya berubah menjadi adegan yang sangat fisik: Allah mengulurkan tangan-Nya melawan kemarahan musuh, dan tangan kanan-Nya, tangan pedang, tangan kekuatan seorang raja, menarik Daud keluar hidup-hidup. Tiga kata kerja, tiga gerakan: Allah menahan, Allah menghadang, Allah menyelamatkan. Seluruh ayat ini berdiri di antara pengakuan bahwa TUHAN "memperhatikan yang rendah" (ayat 6) dan keyakinan bahwa Ia "akan menyelesaikannya bagiku" (ayat 8). Jadi ayat 7 adalah bagian tengah yang berlumpur, bagian di mana kaki benar-benar kotor.
Intinya
Bayangkan dunia tempat kalimat ini pertama kali dinyanyikan. Di istana-istana Timur Dekat kuno, seorang raja digambarkan dengan tangan kanan terangkat, memegang gada, menginjak musuh yang tersungkur. Firaun dilukiskan demikian di dinding kuil; raja-raja Asyur membanggakan "tangan kuat" mereka dalam prasasti. Tangan kanan adalah bahasa kekuasaan, dan setiap orang yang mendengar mazmur ini langsung melihat gambar itu. Yang mengejutkan bukan gambarnya, melainkan siapa yang memakainya dan untuk siapa. Tangan kanan yang perkasa itu tidak terangkat demi kejayaan sang raja, melainkan demi seorang yang sedang berjalan susah payah di tengah kesusahan. Inilah inti teologis ayat ini: kuasa Allah tidak berjarak dari penderitaan, tetapi membungkuk ke dalamnya. Ia tidak menyelamatkan dengan mengeluarkan kita dari jalan, melainkan dengan berjalan sebagai perisai di sepanjang jalan itu.
Benang Merah
Lagu tentang tangan kanan Allah bukan ciptaan Daud. Israel sudah menyanyikannya di tepi Laut Teberau, ketika tangan kanan TUHAN meremukkan musuh dan umat itu berjalan, bukan terbang, melalui laut dengan tembok air di kiri kanan. Pola itu mengakar: keselamatan Allah hampir selalu berbentuk jalan yang harus dilalui, bukan jalan yang dihapus. Daud hanya memindahkan pengalaman bangsa itu ke dalam tubuhnya sendiri. Dan ketika pola ini mencapai puncaknya, ia berbalik dengan cara yang mengejutkan: Yesus Kristus adalah Raja yang tangan kanan-Nya tidak mengangkat gada, melainkan dipaku. Ia berjalan sampai ke ujung kesusahan tanpa ada tangan yang menghadang murka, supaya kita yang berjalan di tengah kesusahan tidak pernah berjalan sendirian lagi. Bait ini tidak diberi jawaban murahan; ia diberi teman seperjalanan.
Cermin
Kesusahan yang Daud maksud punya wajah: orang yang ingin jatuhnya Anda. Kita sering merohanikan "musuh" sampai tidak berbahaya lagi, padahal ayat ini berbicara tentang "murka musuh-musuhku", amarah manusia yang nyata. Rekan kerja yang menyebar cerita setengah benar tentang Anda. Saudara yang bertengkar soal warisan dan berhenti menyapa. Atasan yang memutuskan bahwa karier Anda cukup sampai di sini. Atau musuh yang tak berwajah: hasil laboratorium, tagihan, kelelahan yang tidak hilang dengan tidur. Godaan kita selalu sama, yaitu berdoa agar jalan itu ditiadakan, lalu merasa ditinggalkan ketika jalan itu tetap ada. Daud tidak berdoa begitu. Ia berjalan, dan mengakui bahwa ia masih hidup. Hari ini, sebutkan dengan suara keras satu kesusahan yang sedang Anda jalani, lalu ucapkan sesudahnya: "Walaupun aku berjalan di tengah-tengah kesusahan, Engkau mempertahankanku."
Tokoh Utama
Yang sebenarnya bergerak dalam ayat ini bukan Daud, melainkan "Engkau". Daud hanya berjalan; Allah melakukan tiga hal. Dan perhatikan tabiat Allah yang muncul: Ia bukan penonton yang tenang di atas, melainkan Pribadi yang mengulurkan tangan ke arah kemarahan orang lain, masuk ke dalam pertengkaran itu, ikut kotor. Ayat 6 sudah menyiapkan kita: TUHAN "ditinggikan", tetapi "Dia memperhatikan yang rendah". Di dunia kuno, dewa-dewa besar diyakini mengurus raja, panen, dan perang bangsa, bukan satu orang yang tersudut. Keagungan diukur dari jarak. Di sini keagungan justru diukur dari kedekatan. Allah yang begitu tinggi sehingga "perkataan-Mu mengatasi segala sesuatu" adalah Allah yang cukup dekat untuk memegang lengan satu orang yang hampir jatuh di jalan berlumpur.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak keluar hidup-hidup? Daud menulis ini sesudah selamat; ia punya keuntungan seorang penyintas. Ada orang yang berjalan di tengah kesusahan dan mati di sana. Ada pernikahan yang tetap hancur, anak yang tidak pulang, penyakit yang menang. Menempelkan ayat ini sebagai jaminan hasil adalah kekejaman yang dibungkus rohani. Yang jujur diakui teks ini hanyalah ini: sepanjang jalan itu, Allah tidak absen dan tidak netral. Ia berpihak. Ayat 8 tidak berkata "TUHAN akan menghapus jalanku", melainkan "TUHAN akan menyelesaikannya bagiku", dan di ujung permohonan itu masih ada nada cemas: "Jangan tinggalkan pekerjaan-pekerjaan tangan-Mu." Bahkan Daud berdoa seperti orang yang belum sepenuhnya tenang.
Detailnya
Kata yang diterjemahkan "mempertahankanku" dalam bahasa Ibrani adalah techayyeni, dari akar kata chayah, hidup. Artinya lebih tajam daripada "mempertahankan": Engkau membuat aku tetap hidup, Engkau menghidupkan aku kembali. Bukan perlindungan yang steril, melainkan napas yang dikembalikan ke dada orang yang sudah hampir kehabisan. Orang Israel memakai kata ini untuk tanah yang kering lalu hujan turun, untuk orang sakit yang siuman. Maka ayat ini tidak menjanjikan bahwa Anda akan melewati kesusahan tanpa lecet. Ia menjanjikan sesuatu yang lebih kasar dan lebih nyata: di tengah jalan itu, berkali-kali, Allah akan menghidupkan Anda lagi. Pagi demi pagi, satu langkah demi satu langkah, sampai jalan itu habis.
Refleksi
Kesusahan mana yang sedang Anda jalani sambil diam-diam berharap Allah menghapusnya, padahal Ia sedang menawarkan diri untuk berjalan bersama Anda di dalamnya?
Kapan terakhir kali Anda sadar bahwa Anda "dihidupkan kembali" di tengah jalan, dan pernahkah Anda mengucapkan syukur untuk itu dengan kata-kata?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 138:7
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 138:7?
Tentang apakah MAZMUR 138:7?
Apa konteks historis dari MAZMUR 138:7?
Apa yang MAZMUR 138:7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 138:7 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 138?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi