MAZMUR 138:8
Teks
Daud menutup nyanyiannya dengan sebuah keyakinan dan sebuah permohonan yang berdiri berdampingan dalam satu tarikan napas: "TUHAN akan menyelesaikannya bagiku; kasih setia-Mu, ya TUHAN, untuk selama-lamanya. Jangan tinggalkan pekerjaan-pekerjaan tangan-Mu." Ia yakin bahwa apa yang sedang dikerjakan Allah atas hidupnya tidak akan ditinggalkan setengah jadi, dan alasannya bukan pada mutu Daud melainkan pada kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan. Lalu, anehnya, setelah pernyataan seyakin itu, ia justru memohon: jangan lepaskan tanganmu dari karya tangan-Mu sendiri. Kalimat terakhir ini bukan keraguan yang menyelinap masuk, melainkan cara doa yang jujur: iman yang memeluk janji dan tetap merengek memintanya digenapi, karena yang dipertaruhkan di sini adalah seluruh hidup seorang manusia yang sedang berjalan "di tengah-tengah kesusahan" (ayat 7).
Inti
Yang mengejutkan dari ayat ini adalah letak beban pembuktiannya. Daud tidak berkata, "aku akan menyelesaikannya," juga tidak, "Tuhan akan menolongku menyelesaikannya." Ia berkata Tuhan yang akan menyelesaikannya, dan dasar yang ia sebut bukan kesungguhannya sendiri, melainkan kasih setia, dalam bahasa Ibrani khesed, kesetiaan perjanjian yang mengikat Allah pada orang yang telah Ia pilih. Itulah sebabnya ia berani menyebut dirinya "pekerjaan-pekerjaan tangan-Mu": bukan proyek pribadi yang sedang ia usahakan di hadapan Allah, tetapi hasil karya Allah yang sedang dibentuk. Di sinilah anugerah menunjukkan wajahnya dengan tajam. Jaminan bahwa hidup Anda tidak akan terbengkalai tidak terletak pada stamina rohani Anda, melainkan pada reputasi Sang Pengrajin, yang tidak akan meninggalkan pahatan-Nya sendiri tergeletak separuh selesai di meja kerja-Nya.
Benang Merah
Gambar "pekerjaan tangan" membawa kita mundur ke Kejadian, ke tanah liat yang dibentuk dan dihembusi napas, dan ke Yesaya yang menyebut Allah sebagai penjunan dan umat-Nya sebagai tanah liat di tangan-Nya. Daud memakai bahasa penciptaan untuk berbicara tentang penyelamatan: yang menjadikan dia juga yang akan menuntaskan dia. Dan justru di titik itulah Perjanjian Baru mengambil alih kalimat ini hampir tanpa perubahan. Paulus meyakinkan jemaat di Filipi bahwa Allah yang memulai pekerjaan baik di antara mereka tidak akan berhenti sebelum semuanya tuntas pada hari Kristus. Yang di Mazmur masih berupa keyakinan seorang raja yang terdesak musuh, di dalam Kristus memperoleh tanggal penyelesaiannya. Salib dan kebangkitan adalah bukti bahwa Allah memang menyelesaikan apa yang Ia mulai, bahkan ketika penyelesaian itu menuntut harga dari diri-Nya sendiri.
Cermin
Ada sesuatu dalam hidup Anda yang terasa setengah jadi. Pernikahan yang tidak pernah sampai pada kedalaman yang Anda bayangkan dua puluh tahun lalu. Anak yang sudah lama tidak mau bicara. Pekerjaan yang macet di tengah jalan, tubuh yang mulai mengkhianati Anda, dosa yang sama yang Anda akui lagi minggu ini. Naluri kita adalah menambah usaha: lebih disiplin, lebih rohani, lebih keras pada diri sendiri. Daud melakukan hal lain. Ia menyerahkan kembali kepemilikan atas hidupnya kepada Sang Pembuat dan berdoa agar Ia tidak melepaskan tangan-Nya. Itu bukan pasif, itu jujur. Tulislah hari ini satu hal dalam hidup Anda yang terasa terbengkalai di secarik kertas, tuliskan di atasnya "pekerjaan tangan-Mu", lalu ucapkan dengan suara keras: "Jangan tinggalkan pekerjaan-pekerjaan tangan-Mu."
Intertekstual
Ayat ini bergema ke dua arah yang saling menegangkan. Ke depan, ia bertemu Paulus di Filipi 1: keyakinan yang sama, kata kerja yang sama, hanya kini digenapi dalam Kristus. Ke belakang dan ke samping, ia bertemu Ayub, yang memakai frasa "pekerjaan tangan-Mu" bukan sebagai penghiburan melainkan sebagai tuduhan: mengapa Engkau menghancurkan apa yang tangan-Mu sendiri bentuk? Mazmur 138 dan Ayub memegang gambar yang persis sama dan menariknya ke arah berlawanan. Lalu ada Mazmur 22, di mana pertanyaan itu tidak dijawab, dan Yesus mengucapkannya di kayu salib. Di sanalah satu-satunya tempat permohonan "jangan tinggalkan" benar-benar tidak dikabulkan, agar bagi kita ia selalu dikabulkan. Alkitab tidak meredam ketegangan ini; ia menempatkannya di bawah salib.
Tokoh Utama
Tuhanlah tokoh utama mazmur ini, dan potret-Nya di ayat 6 menjelaskan ayat 8: Ia ditinggikan, tetapi memperhatikan yang rendah, dan mengenal orang sombong dari kejauhan. Allah yang demikian tinggi biasanya kita bayangkan sibuk dengan hal-hal besar, bangsa-bangsa dan sejarah. Daud justru menyimpulkan sebaliknya: ketinggian-Nya membuat Dia sanggup menunduk. Yang jauh dari-Nya bukanlah yang kecil, melainkan yang merasa besar. Maka ketika Ia disebut Pengrajin yang tidak meninggalkan karya tangan-Nya, itu bukan kesetiaan seorang pejabat pada proyeknya, melainkan kelekatan seorang perajin pada benda yang ia bentuk sendiri dengan jari-jarinya. Kasih setia-Nya "untuk selama-lamanya" bukan janji yang panjang umur saja, melainkan janji yang tidak bisa kedaluwarsa oleh kegagalan kita.
Profil
Pendengar pertama mazmur ini hidup dalam dunia di mana dewa-dewa ditinggalkan dan meninggalkan. Kota yang kalah berarti dewanya kalah; umat yang menderita berarti dewanya sudah pergi. Dalam dunia seperti itu, seruan "jangan tinggalkan" adalah ketakutan yang sangat nyata, bukan kiasan rohani. Bagi Israel setelah pembuangan, yang menyanyikan mazmur ini di antara reruntuhan dan bait yang jauh dari megah, kalimat "TUHAN akan menyelesaikannya bagiku" terdengar hampir nekat. Mereka menyanyikannya bukan karena keadaan membuktikannya, melainkan karena perjanjian menjanjikannya. Dan ayat 4 menjadi masuk akal: mereka yang kecil dan kalah tetap bernyanyi bahwa semua raja bumi kelak akan bersyukur kepada TUHAN. Iman mereka adalah iman yang menyanyikan akhir cerita sebelum melihatnya.
Refleksi
Bagian hidup mana yang paling Anda anggap sebagai "proyek pribadi" Anda di hadapan Allah, dan apa yang berubah bila Anda menyebutnya "pekerjaan tangan-Nya"?
Daud yakin sekaligus memohon dalam satu napas. Di mana doa Anda kehilangan salah satu dari keduanya: terlalu yakin sehingga berhenti meminta, atau terlalu cemas sehingga berhenti percaya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 138:8
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 138:8?
Tentang apakah MAZMUR 138:8?
Apa konteks historis dari MAZMUR 138:8?
Apa yang MAZMUR 138:8 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 138:8 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 138?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi