MAZMUR 94:17
Teks
Pemazmur baru saja bertanya dengan putus asa: siapa yang akan bangkit membelanya melawan para pelaku kejahatan (ayat 16)? Tidak ada jawaban yang menyebut nama manusia. Lalu datang pengakuan ini: seandainya TUHAN tidak menjadi penolongnya, jiwanya sudah lama terbaring di tempat sunyi, di wilayah di mana tidak ada lagi suara, tidak ada lagi doa, tidak ada lagi protes. Ini bukan ucapan syukur yang rapi sesudah badai berlalu; ini perhitungan seseorang yang menyadari betapa tipis jarak antara dirinya dan kuburan. Kalimatnya berbentuk pengandaian, "jika", dan justru di dalam kata kecil itu tersimpan seluruh bobot: hidupnya tergantung pada sesuatu yang nyaris tidak terjadi.
Inti
Perhatikan apa yang tidak dikatakan pemazmur. Ia tidak berkata bahwa TUHAN menyingkirkan musuh-musuhnya, atau bahwa keadilan sudah tegak, atau bahwa ia merasa tenang. Ia hanya berkata: aku masih bernapas, dan itu bukan karena aku kuat. Pertolongan Allah di sini bukan penyelesaian masalah, melainkan penahanan, sesuatu yang menahannya agar tidak terus meluncur ke dalam diam. Ada teologi yang keras di dalamnya: Allah kadang menolong bukan dengan mengangkat kita keluar dari kesengsaraan, melainkan dengan menjaga kita tetap ada di dalamnya. Keselamatan dalam ayat ini berbentuk kelangsungan, bukan kelegaan. Dan karena pemazmur baru bisa melihatnya sesudahnya, dalam bentuk pengandaian, kita diajak bertanya: berapa banyak pertolongan yang sedang menopang kita sekarang tanpa kita sadari, dan yang baru akan kita kenali jauh di kemudian hari?
Benang Merah
Yang ditakuti pemazmur, tempat sunyi di mana suara berhenti, bukan tempat yang dihindari Allah selamanya. Di sinilah ayat ini membuka ke arah Kristus, bukan lewat alegori yang dipaksakan, melainkan lewat jalur yang sama persis. Yesus juga berdiri di titik di mana tidak ada seorang pun bangkit membela-Nya; pertanyaan ayat 16 terjawab dengan keheningan total di Getsemani dan di hadapan pengadilan yang, seperti ayat 21 katakan, berkomplot melawan hidup orang benar dan menghukum orang yang tidak bersalah. Bedanya: pemazmur ditahan agar tidak jatuh ke dalam diam, Kristus tidak ditahan. Ia masuk ke dalamnya. Dan justru karena Ia masuk, tempat sunyi itu berhenti menjadi ujung segalanya. Pengandaian pemazmur, "jika TUHAN tidak menjadi penolongku", pada akhirnya ditanggung oleh Seseorang yang mengalami bagaimana rasanya ketika pertolongan itu tampak ditarik.
Cermin
Kita jarang tahu seberapa dekat kita pernah berada di tepi. Ada tahun di mana pernikahan Anda bertahan entah bagaimana, bulan-bulan ketika Anda masih bangun pagi dan mengantar anak ke sekolah padahal di dalam dada semuanya runtuh, atau masa ketika pekerjaan hilang dan Anda tidak sungguh-sungguh berdoa, hanya bertahan. Kita cenderung menamai itu "ketahanan diri" atau "untung saja". Ayat ini menolak kedua nama itu. Yang menahan Anda bukan daya tahan mental, bukan kebetulan, melainkan tangan yang tidak Anda lihat sedang bekerja. Pengakuan ini merendahkan sekaligus melegakan: kalau dulu Anda ditopang tanpa menyadarinya, maka hari ini pun Anda sedang ditopang, juga di tengah hal yang terasa mustahil. Hari ini juga: tuliskan satu masa dalam lima tahun terakhir ketika Anda nyaris tidak sanggup lagi, lalu ucapkan dengan suara keras, "Jika TUHAN tidak menjadi penolongku," dan diamlah sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.
Profil
Pendengar pertama mazmur ini bukan orang yang sedang merenungkan kematian secara filosofis. Ayat 6 menyebut janda, pendatang, dan anak yatim yang dibunuh, dan ayat 20 berbicara tentang takhta penghancuran yang merancangkan kesusahan sesuai dengan ketetapan, artinya: kejahatan yang dilegalkan, kekerasan yang punya dasar hukum. Mereka hidup dalam masyarakat di mana pengadilan sendiri adalah bagian dari masalah. Bagi mereka, "tempat sunyi" bukan kiasan untuk depresi; itu adalah kemungkinan nyata minggu depan. Tidak ada pembela, tidak ada lembaga banding, tidak ada pelindung yang berkuasa. Pertanyaan "siapa yang akan bangkit bagiku" diucapkan oleh orang yang sudah menghitung semua nama dan tidak menemukan satu pun. Dalam kekosongan itulah ayat 17 lahir, bukan sebagai keyakinan yang nyaman melainkan sebagai satu-satunya kemungkinan yang tersisa.
Detail
Kata yang diterjemahkan "tempat sunyi" dalam bahasa Ibrani adalah dumah, keheningan. Bukan sekadar kuburan sebagai lubang di tanah, melainkan keadaan di mana tidak ada lagi bunyi. Perhatikan betapa tepat kata itu dalam mazmur yang seluruhnya dibangun di atas suara: orang fasik menumpahkan kata-kata congkak, mereka berkata bahwa TUHAN tidak melihat, pemazmur berseru berapa lama lagi, dan Allah digambarkan sebagai Dia yang menanam telinga. Seluruh pasal ini adalah pertengkaran suara. Maka ancaman terbesar bukanlah kalah berdebat, melainkan kehilangan suara sama sekali. Yang pemazmur syukuri bukan kemenangan, melainkan bahwa ia masih bisa bicara. Doa yang masih keluar dari mulut Anda, betapapun kacau, adalah bukti bahwa Anda belum berada di dumah.
Intertekstualitas
Mazmur 115 mengatakan bahwa orang mati tidak memuji TUHAN, dan bahwa mereka yang turun ke keheningan sudah tidak lagi bersuara. Itulah logika Perjanjian Lama yang berdenyut di balik ayat kita: hidup diukur dari kemampuan menyembah. Paulus menyentuh nada yang sama di 2 Korintus 1, ketika ia menulis bahwa ia dan rekan-rekannya begitu tertekan sampai putus asa akan hidupnya, dan bahwa hal itu terjadi supaya mereka tidak menaruh kepercayaan pada diri sendiri melainkan pada Allah yang membangkitkan orang mati. Dua teks, satu gerakan: kesadaran bahwa kita nyaris tidak selamat adalah justru cara Allah melepaskan tangan kita dari diri sendiri.
Refleksi
Kapan terakhir kali Anda menyadari, jauh sesudahnya, bahwa Anda sedang ditopang padahal waktu itu merasa sendirian sepenuhnya?
Jika pertolongan Allah kadang berbentuk "menahan" dan bukan "membebaskan", apa yang perlu berubah dalam cara Anda berdoa minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 94:17
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 94:17?
Tentang apakah MAZMUR 94:17?
Apa konteks historis dari MAZMUR 94:17?
Apa yang MAZMUR 94:17 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 94:17 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 94?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi