ROMA 13
Teks
Paulus memerintahkan setiap orang untuk tunduk kepada pemerintah, sebab tidak ada kekuasaan yang berdiri di luar penetapan Allah; penguasa disebut "pelayan Allah" yang menyandang pedang untuk menghukum kejahatan, karena itu pajak dan hormat harus dibayar. Lalu ia berbelok: satu-satunya utang yang boleh tetap terbuka adalah kasih, sebab kasih menggenapi seluruh Hukum Taurat. Dan semuanya berdiri di bawah jam yang berdetak: malam hampir habis, siang sudah dekat, saatnya bangun dan mengenakan Tuhan Yesus Kristus.
Inti
Perhatikan kata "pedang" di ayat 4. Beberapa kalimat sebelumnya, di pasal 12, Paulus melarang jemaat membalas dendam karena pembalasan adalah hak Allah. Sekarang ia berkata bahwa pemerintah adalah "penuntut balas yang menjalankan murka Allah atas orang yang berbuat jahat." Dua ayat itu bukan saling membatalkan, melainkan saling menjelaskan: keadilan tidak dihapuskan, tetapi dipindahkan dari tangan orang percaya ke tangan Allah, dan untuk sementara waktu Allah menitipkan sebagian pelaksanaannya pada struktur duniawi. Itulah inti teologisnya. Dunia yang berantakan tidak dibiarkan liar. Allah memerintah bahkan lewat aparat yang tidak mengenal Dia, sama seperti Dia dahulu memakai Koresh, raja Persia, sebagai alat pembebasan bagi umat-Nya.
Benang Merah
Ayat 9 menarik seluruh Dekalog ke dalam satu kalimat dari Imamat 19: kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Paulus tidak sedang berinovasi; ia mengulang apa yang Yesus katakan ketika ditanya tentang hukum yang terutama. Dan tepat di situ letak benang merahnya: hukum Taurat tidak dibuang oleh Injil, melainkan digenapi, pertama oleh Kristus sendiri, kemudian oleh mereka yang mengenakan Dia. Perhatikan pilihan kata di ayat 14: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus." Itu bahasa pakaian, bahasa baptisan, bahasa jubah baru yang diberikan kepada anak yang pulang. Ketaatan Kristen bukan usaha memenuhi daftar, melainkan hidup dari Pribadi yang sudah memenuhinya, lalu mengenakan Dia seperti orang mengenakan jubah setiap pagi.
Cermin
Ayat 7 tidak memberi ruang manuver: pajak, cukai, rasa takut, hormat, bayar semuanya kepada yang berhak. Kita hidup di zaman ketika menghina pejabat di media sosial terasa seperti kesalehan, dan mengatur laporan pajak sedikit miring terasa seperti kecerdikan. Paulus menutup kedua pintu itu sekaligus, dan ia melakukannya bukan atas dasar ketakutan melainkan "karena hati nurani." Lalu ayat 8 memutar arah ke ruang tamu Anda: jangan berutang apa pun kepada siapa pun. Termasuk utang yang tidak berbentuk uang, janji yang belum Anda tepati kepada anak Anda, maaf yang belum Anda ucapkan kepada rekan kerja. Hari ini, ambil satu kewajiban konkret yang sudah lama Anda tunda, entah tagihan, entah pesan yang harus dikirim, dan selesaikan sekarang juga sebelum matahari terbenam.
Konteks
Surat ini ditulis sekitar tahun 57, kepada jemaat di kota Nero. Beberapa tahun sebelumnya Kaisar Klaudius mengusir orang Yahudi dari Roma, dan sebagian dari mereka baru saja kembali, menemukan jemaat yang kini didominasi orang bukan Yahudi. Mereka rapuh, dicurigai, tanpa perlindungan hukum. Pada masa itu juga muncul kemarahan publik terhadap pemungut cukai yang serakah; sejarawan Romawi mencatat keributan pajak justru di tahun-tahun itu. Jadi ayat 6 dan 7 bukan renungan abstrak tentang negara, melainkan nasihat yang sangat praktis: jangan sampai jemaat kecil ini dihancurkan gara-gara ikut arus protes pajak. Paulus tidak sedang menulis teori politik yang lengkap; ia sedang menggembalakan kelompok minoritas yang mudah diinjak.
Profil
Bayangkan Anda seorang budak atau pengrajin di Roma, mendengar surat ini dibacakan keras-keras di rumah petak. Anda tahu persis rupa "pedang" itu; Anda pernah melihat orang dipaku di pinggir jalan. Anda juga tahu bahwa Tuhan Anda sendiri mati di bawah pedang itu. Maka kalimat "mereka adalah pelayan Allah" terdengar mengejutkan, bukan menenangkan. Tetapi Anda mendengar sesuatu yang lain juga: penguasa itu disebut pelayan, bukan tuan. Ia bekerja atas perintah, di bawah Allah yang menetapkannya. Bagi telinga yang setiap hari mendengar Kaisar disebut ilahi, penurunan pangkat itu justru radikal. Dan ketika ayat 11 berkata keselamatan "sudah lebih dekat", Anda mengerti: kekaisaran ini punya tanggal kedaluwarsa.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan pemerintah yang tidak menghukum kejahatan melainkan melakukannya? Alkitab sendiri tidak menyembunyikan ketegangan ini. Kitab Wahyu menggambarkan kekuasaan Roma yang sama sebagai binatang buas yang memerangi orang kudus, dan para bidan Ibrani di Keluaran 1 diberkati Allah justru karena membangkang perintah Firaun. Paulus tidak sedang menulis cek kosong. Ia menggambarkan fungsi pemerintah, "pelayan Allah demi kebaikanmu," dan justru rumusan itulah yang menjadi ukuran penghakiman ketika fungsi itu dikhianati. Tetapi jujur saja: Paulus tidak memberi kita garis yang jelas tentang kapan ketundukan berhenti. Ia meninggalkan kita dengan hati nurani, dengan doa, dan dengan kesadaran bahwa menolak tunduk selalu harus mahal bagi diri sendiri, bukan bagi orang lain.
Refleksi
Di mana saya memakai bahasa iman untuk membenarkan kemarahan politik yang sebenarnya lahir dari kepentingan saya sendiri?
Jika "malam sudah berlalu dan siang sudah dekat," kebiasaan gelap mana yang masih saya rawat seolah-olah waktu tidak terbatas?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Romans 13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ROMA 13?
Tentang apakah ROMA 13?
Apa konteks historis dari ROMA 13?
Apa yang ROMA 13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ROMA 13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Romans 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, Engkau menaruh orang orang tertentu untuk menjaga keadilan dan melindungi yang lemah. Beri mereka hati yang bersih dan keberanian untuk berbuat benar. Dan tolong aku juga hidup jujur, bukan karena takut hukuman, tetapi karena aku ingin menyenangkan hati-Mu.
Sebaliknya, kenakanlah Tuhan Yesus Kristus, dan janganlah memikirkan keinginan daging untuk memuaskan hawa nafsunya." Perhatikan kata kedua itu: memikirkan. Dosa jarang datang tiba-tiba, biasanya sudah kita siapkan tempatnya diam-diam. Pagi ini, sama seperti memilih baju, pilihlah Kristus. Dan jujurlah soal persiapan yang sedang kamu buat untuk jatuh.
Terima kasih, Tuhan, karena tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Engkau. Aku bersyukur untuk ketertiban yang menjaga jalanku setiap hari, untuk hukum yang melindungi yang lemah, dan untuk kepastian bahwa Engkau tetap memegang kendali di atas semua kekuasaan.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
