TITUS 1
Teks Ini
Paulus memperkenalkan diri sebagai hamba Allah dan rasul Kristus Yesus, yang diutus supaya orang-orang pilihan sampai pada iman dan pengenalan akan kebenaran, berdasarkan janji hidup kekal dari "Allah yang tidak pernah berdusta." Lalu ia langsung masuk ke urusan praktis: Titus ditinggal di Kreta untuk membereskan apa yang belum beres dan mengangkat penatua di setiap kota, lengkap dengan daftar karakter yang dituntut. Bagian terakhir berisi serangan tajam terhadap para pengajar palsu, termasuk kutipan pedas dari penyair Kreta sendiri.
Inti
Perhatikan dua kalimat yang berdiri berhadapan dalam satu pasal. Ayat 2: "Allah yang tidak pernah berdusta." Ayat 12: "Dasar orang-orang Kreta pembohong." Di situlah jantung pasal ini. Injil masuk ke sebuah pulau yang reputasinya adalah kebohongan, dan yang membawanya adalah Allah yang mustahil berdusta. Ini bukan sekadar permainan kata. Paulus sedang mengatakan bahwa keselamatan berdiri atau jatuh pada keandalan Allah, bukan pada keandalan manusia. Karena itu pula ia begitu keras soal pengajar palsu: dusta dalam pengajaran bukan kesalahan teknis, melainkan pengkhianatan terhadap sifat dasar Allah sendiri. Dan karena itu pula karakter penatua begitu detail. Pemberita yang hidupnya bohong sedang meruntuhkan isi beritanya.
Benang Merah
Frasa "Allah yang tidak pernah berdusta" bukan ciptaan Paulus. Ia bergema dari mulut Bileam di Bilangan 23:19: "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta." Konteksnya menarik. Bileam adalah nabi bayaran yang disewa untuk mengutuk Israel, dan justru dari mulutnya keluar pernyataan bahwa Allah tidak menarik kembali janji-Nya. Paulus melakukan hal serupa di Kreta: ia mengutip seorang "nabi" pagan untuk melayani kebenaran Injil. Pola yang sama, Allah yang setia berbicara di tengah dunia yang tidak setia. Dan janji itu, kata Paulus, sudah ada "sejak sebelum permulaan zaman," lalu dinyatakan "pada waktu-Nya" melalui pemberitaan. Dari kekekalan ke Kreta yang berdebu: begitulah cara kerja rencana penyelamatan Allah.
Cermin
Ayat 15 adalah ayat yang menusuk: "Bagi yang murni, semua adalah murni. Namun, bagi mereka yang najis dan tidak percaya, tidak ada satu pun yang murni." Yesus mengatakan hal yang senada di Markus 7, bahwa yang menajiskan manusia bukan yang masuk dari luar melainkan yang keluar dari hati. Paulus sedang menerapkan ajaran Gurunya. Dan penerapannya mengenai kita. Kalau Anda menemukan diri Anda terus-menerus curiga terhadap motif orang lain, cepat mencium yang busuk di setiap keputusan gereja, gampang menilai bahwa rekan kerja itu pasti sedang cari muka, mungkin masalahnya bukan pada dunia yang kotor. Kecurigaan kronis sering kali adalah cermin, bukan jendela. Kemurnian hati tampak pada kesanggupan melihat kebaikan.
Profil
Kreta punya nama buruk yang sudah jadi kata kerja dalam bahasa Yunani: "mengkreta" berarti berbohong. Reputasi itu melekat berabad-abad, dan orang Kreta tahu betul apa yang orang lain katakan tentang mereka. Bayangkan surat ini dibacakan di rumah salah seorang jemaat: "Dasar orang-orang Kreta pembohong, seperti binatang buas yang jahat, dan pelahap yang malas." Lalu Paulus menambahkan, "Kesaksian ini benar." Tidak ada penghalusan. Tetapi mereka mendengarnya sesudah ayat 2, sesudah "orang-orang pilihan Allah." Justru pulau ini, justru orang-orang ini, dipilih. Stigma itu tidak disangkal, melainkan dipatahkan dari dalam oleh anugerah. Penatua-penatua yang murah hati, tidak serakah, dan menguasai diri adalah bukti hidup bahwa cap itu tidak lagi menentukan.
Pertanyaan
Boleh sebuah surat rasuli menggeneralisasi satu suku bangsa? "Kesaksian ini benar," kata Paulus tentang kalimat yang, kalau diucapkan hari ini tentang kelompok mana pun, akan langsung disebut rasisme. Saya tidak ingin memoles ini. Yang bisa saya katakan: Paulus mengutip kritik diri orang Kreta, bukan olok-olok orang asing, dan tujuannya bukan menyingkirkan melainkan menyembuhkan, "supaya mereka menjadi sehat dalam iman." Ia juga tidak mengecualikan diri; kepada jemaat lain ia menulis dengan sama kerasnya. Tetapi ketajaman itu tetap membuat tidak nyaman, dan mungkin memang harus begitu. Teks ini menolak keramahan yang membiarkan orang tetap sakit. Pertanyaannya bagi kita: apakah kita punya hak menegur sekeras itu, dan kalau punya, dari kasih macam apa?
Konteks
Kreta adalah pulau besar di Laut Tengah, jalur perdagangan, banyak kota kecil, dengan komunitas Yahudi yang cukup besar. Itu menjelaskan ayat 10, "mereka yang berasal dari kelompok orang bersunat," dan ayat 14 tentang "dongeng-dongeng orang Yahudi." Jemaat-jemaat di sana masih muda dan belum tertata, berkumpul di rumah-rumah, tanpa struktur kepemimpinan yang jelas. Paulus meninggalkan Titus di sana sebagai wakilnya, bukan sebagai pastor tetap melainkan penata sementara dengan mandat rasuli. Yang dipertaruhkan bukan kerapian organisasi, melainkan siapa yang boleh bicara atas nama Allah. Sebab di rumah-rumah itu ada juga orang yang mengajar demi uang, "serakah dalam mencari keuntungan," dan menurut Paulus mereka "menyusahkan seluruh keluarga." Kepemimpinan bukan urusan sepele di pulau yang sudah kenyang dengan omong kosong.
Refleksi
Kalau kemurnian hati menentukan apa yang saya lihat pada orang lain, apa yang kecurigaan saya minggu ini ungkapkan tentang keadaan hati saya sendiri?
Cap apa yang orang lain, atau saya sendiri, sudah tempelkan pada diri saya, dan apa artinya bahwa Allah menyebut orang seperti itu "orang-orang pilihan"?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Titus 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti TITUS 1?
Tentang apakah TITUS 1?
Apa konteks historis dari TITUS 1?
Apa yang TITUS 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana TITUS 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Titus 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
dan tidak lagi memperhatikan dongeng-dongeng Yahudi dan perintah-perintah manusia yang berpaling dari kebenaran." Paulus tidak menyebut dosa besar di sini, melainkan telinga yang salah dengar. Ada begitu banyak suara rohani yang terdengar saleh, tetapi pelan-pelan menggeser hatimu dari Kristus ke aturan buatan orang. Coba tanya jujur: suara siapa yang paling sering kaudengarkan minggu ini?
Paulus mengutip penyair Kreta sendiri: "Orang-orang Kreta selalu pendusta, binatang buas yang jahat, pelahap yang malas." Kasar sekali. Tapi lihat ayat berikutnya: tujuannya bukan mempermalukan, melainkan supaya mereka "sehat dalam iman." Kadang orang yang benar-benar mengasihimu adalah orang yang berani menyebut namanya dosamu. Siapa yang kauizinkan berbicara sejujur itu kepadamu?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak membiarkan pekerjaan-Mu terlantar. Engkau menempatkan orang-orang seperti Titus untuk membereskan yang masih perlu diatur dan menetapkan penatua di setiap kota. Terima kasih untuk para gembala yang Engkau berikan bagi kami hari ini.
Mereka harus dibungkam karena mereka telah menghancurkan seluruh keluarga dengan mengajarkan hal-hal yang tidak seharusnya demi keuntungan yang memalukan." Perhatikan: bukan satu orang, tetapi seluruh keluarga. Ajaran yang salah masuk lewat meja makan, lewat percakapan malam. Dan motifnya uang. Siapa yang mengisi telingamu di rumah, dan apa yang dia cari darimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
