Kekuatan dan kecukupan hanya dari Tuhan
Kekuatan dan kecukupan
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Yesaya 40:29, Pengkhotbah 5:12, Yesaya 5:4 and Ibrani 13:5-6.
☀ Momen pagi
Dia memberi kekuatan kepada yang letih, dan kepada yang tak berdaya Dia menambahkan kuasa.
Yesaya 40:29
Tenagamu belum penuh, dan itu tidak apa-apa.
Mungkin pagi ini kamu bangun dengan tubuh yang masih lelah dari hari kemarin, atau pikiran yang sudah dipenuhi daftar pekerjaan sebelum kaki menyentuh lantai. Ada rasa berat yang datang lebih dulu daripada semangat. Firman hari ini tidak menyuruhmu berpura-pura kuat. Firman ini justru berbicara kepada orang yang lemah, yang tidak punya kekuatan sendiri untuk memulai.
Yang menarik, Allah tidak menunggu sampai kamu kuat baru bertindak. Dia memberi kekuatan kepada yang lemah. Bukan kepada yang sudah siap, yang sudah bersemangat, yang sudah punya rencana rapi. Justru kepada yang datang dengan tangan kosong, dengan tubuh yang masih ngantuk dan hati yang masih ragu.
Ini berarti kekuatan untuk hari ini bukan sesuatu yang harus kamu kumpulkan sendiri sebelum berangkat kerja atau memulai rutinitas. Kekuatan itu datang dari luar dirimu, dari Dia yang tidak pernah kehabisan tenaga. Kamu tidak perlu menunggu merasa siap untuk mulai bergerak, karena kekuatan itu justru diberikan di tengah jalan, saat kamu berjalan bersama-Nya.
Hari ini
Jadi sebelum membuka ponsel atau memeriksa jadwal hari ini, tarik napas dalam-dalam dan ucapkan pelan, sekali saja, tanpa perlu terdengar hebat: Tuhan, aku lemah pagi ini, kuatkan aku. Lakukan ini sekarang, sebelum langkah pertamamu keluar dari kamar.
✦ Momen siang
(5-11) Para pekerja tidur dengan enak, entah dia makan sedikit atau banyak. Akan tetapi, kekenyangan orang kaya tidak akan membiarkannya tidur.
Pengkhotbah 5:12
Bayangkan seorang buruh selesai bekerja, tubuhnya lelah, tangannya masih berdebu, lalu ia berbaring dan langsung tertidur pulas. Tidak ada gelisah, tidak ada pikiran yang berputar-putar. Sementara di kamar lain, seorang kaya berbaring di kasur empuk, tapi matanya terbuka menatap langit-langit, menghitung untung rugi yang belum selesai.
Pengkhotbah menaruh dua gambar ini bersebelahan tanpa basa-basi. Bukan kerja keras yang membuat orang tidak bisa istirahat, tapi kekhawatiran yang menumpuk bersama harta dan tanggung jawab yang terus bertambah. Sederhana bekerja, sederhana makan, ternyata bisa memberi tidur yang lebih tenang daripada segala kelimpahan yang dijaga siang malam.
Di tengah hari kerja seperti ini, mungkin kamu sedang menghitung target yang belum tercapai, atau email yang belum dibalas. Ayat ini tidak menyuruhmu berhenti bekerja, tapi mengingatkan bahwa ketenangan bukan hasil dari mengontrol semuanya. Ketenangan datang saat kamu berhenti sejenak dan menaruh beban itu, meski hanya untuk waktu makan siang.
Tuhan tahu berapa banyak yang bisa kamu tanggung dalam satu hari. Dia tidak memintamu menyelesaikan segalanya sebelum boleh merasa cukup.
Hari ini
Sekarang, matikan notifikasi ponsel selama sepuluh menit sambil makan siangmu, dan biarkan pikiranmu benar-benar berhenti dari pekerjaan yang belum selesai selama waktu itu.
◐ Momen sore
Apalagi yang harus dilakukan untuk kebun anggurku, yang belum aku lakukan? Mengapa saat aku berharap kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, justru menghasilkan buah anggur yang asam?
Yesaya 5:4
Seorang pekebun anggur di Israel kuno tidak langsung menanam. Ia mencangkul tanah berbatu, memunguti satu per satu batu yang menghambat akar, lalu menanam bibit anggur pilihan yang paling baik yang bisa ia beli. Ia membangun menara jaga di tengah kebun, memahat lubang pemerasan anggur dari batu, semua sebelum satu buah pun muncul. Pekerjaan itu memakan waktu bertahun-tahun, dilakukan dengan penuh harap.
Dalam Yesaya 5, Allah sendiri yang mengajukan pertanyaan itu, seolah menuntut jawaban dari kebun anggur-Nya sendiri: apa lagi yang bisa Ia lakukan yang belum Ia lakukan? Ini bukan pertanyaan retoris yang enteng. Ini pertanyaan yang menusuk, dari Sang Pencipta kepada umat yang Ia rawat dengan tangan-Nya sendiri.
Dan pertanyaan itu tidak langsung dijawab dengan penghiburan. Ayat berikutnya justru menunjukkan buah anggur liar, pahit dan sia-sia, meski segala yang dibutuhkan sudah tersedia. Kadang kita berdiri di titik yang sama: sudah diberi begitu banyak, waktu, kekuatan, kesempatan, namun hasil yang keluar dari hidup kita tetap asam.
Sore ini, di tengah kelelahan kerja atau rutinitas yang itu-itu saja, mungkin pertanyaan ini pantas berhenti sejenak di dadamu. Bukan untuk menghakimi diri sendiri sampai putus asa, tapi untuk jujur: di bagian mana hidupku menghasilkan buah liar, padahal semua sudah disediakan?
Hari ini
Ambil kertas kecil, tuliskan satu area itu, satu hal konkret di mana kau tahu hasilnya tidak semanis yang seharusnya. Lalu ucapkan di hadapan Tuhan, dengan suara pelan, apa yang sebenarnya terjadi di sana.
☾ Momen sore
Jauhkanlah hidupmu dari cinta uang, dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang kamu miliki sebab Ia sendiri berkata: “Aku tidak akan meninggalkanmu, dan tidak akan pernah mengabaikanmu.” Ulangan 31:6 Jadi, kita dapat berkata dengan penuh keyakinan: “Tuhan adalah Penolongku, dan aku tidak akan takut. Apa yang dapat dilakukan orang terhadapku?” Mazmur 118:7
Ibrani 13:5-6
Forsake. Kata itu jarang kita pakai dalam percakapan sehari-hari, tapi maknanya berat: ditinggalkan begitu saja, dibiarkan sendirian tanpa ada yang peduli. Biasanya mata kita cepat melompat ke bagian yang lebih enak didengar, 'aku tidak akan takut', padahal justru kata forsake inilah yang menjadi dasar mengapa rasa takut itu boleh reda.
Hari Jumat ini mungkin terasa panjang. Pekerjaan menumpuk sampai jam terakhir, atau justru terasa hambar karena pikiran sudah melayang ke akhir pekan. Apa pun bentuknya, ada momen hari ini ketika kau merasa harus berjuang sendirian, menyelesaikan sesuatu tanpa ada yang benar-benar melihat usahamu.
Tuhan berkata sebaliknya. Dia tidak sekadar hadir sesekali lalu pergi. Dia berjanji tidak akan meninggalkan, tidak akan membiarkanmu terlantar, bahkan pada malam seperti ini, ketika tubuh lelah dan pikiran masih berputar memikirkan besok.
Itu sebabnya penulis surat ini bisa berkata dengan berani, aku tidak akan takut. Bukan karena keadaan sudah aman, tapi karena ada yang menemani, yang tidak pernah beranjak walau semua orang lain sibuk dengan urusan masing-masing.
Hari ini
Malam ini, sebelum kau memejamkan mata, tuliskan satu hal yang paling melelahkanmu hari ini di secarik kertas kecil. Setelah itu, ucapkan pelan-pelan, 'Tuhan, Engkau berjanji tidak akan meninggalkan aku,' lalu lipat kertas itu dan simpan di bawah bantal sebagai tanda bahwa malam ini kau menyerahkan bebanmu kepada-Nya.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
29Dia memberi kekuatan kepada yang letih, dan kepada yang tak berdaya Dia menambahkan kuasa.
12(5-11) Para pekerja tidur dengan enak, entah dia makan sedikit atau banyak. Akan tetapi, kekenyangan orang kaya tidak akan membiarkannya tidur.
4Apalagi yang harus dilakukan untuk kebun anggurku, yang belum aku lakukan? Mengapa saat aku berharap kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, justru menghasilkan buah anggur yang asam?
5Jauhkanlah hidupmu dari cinta uang, dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang kamu miliki sebab Ia sendiri berkata: “Aku tidak akan meninggalkanmu, dan tidak akan pernah mengabaikanmu.” Ulangan 31:6
6Jadi, kita dapat berkata dengan penuh keyakinan: “Tuhan adalah Penolongku, dan aku tidak akan takut. Apa yang dapat dilakukan orang terhadapku?” Mazmur 118:7
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam