Korah, Anak Esau dan Oholibama: Nama yang Hanya Muncul dalam Daftar
Siapa dia dan kapan ia hidup
Korah (קֹ֫רַח) adalah anak laki-laki Esau dan Oholibama, seorang Edom yang hidup pada zaman para bapa leluhur, yaitu sekitar 1996 SM sampai 1635 SM menurut era menurut kronologi Ussher (1650). Seluruh jejaknya berjumlah empat ayat dalam dua bagian: tiga kali dalam Genesis 36 dan satu kali dalam 1 Chronicles 1. Tidak satu pun dari kemunculan itu berupa kisah. Semuanya adalah daftar.
Hal itu perlu dikatakan sejak awal, sebab kita mudah tergoda mengarang cerita di sekitar sebuah nama. Tidak ada cerita tentang Korah yang satu ini. Yang kita terima hanyalah tempatnya dalam sebuah keluarga, dan itu saja.
Kelahiran di tanah Kanaan
Penyebutan pertama datang dalam catatan kelahiran: "dan Oholibama melahirkan Yeush, Yaelam, dan Korah. Inilah anak-anak laki-laki Esau yang dilahirkan baginya di tanah Kanaan" (Genesis 36:5). Ia disebut ketiga, sesudah dua saudaranya, dalam satu napas yang sama.
Keterangan tempatnya tidak sepele. Ayat itu ditutup dengan catatan bahwa anak-anak ini dilahirkan bagi Esau di tanah Kanaan. Korah lahir di sana, bukan di tempat lain. Tidak diceritakan apa pun tentang masa kecilnya, pekerjaannya, atau perpindahannya. Yang dicatat hanyalah bahwa ia dilahirkan, dan di mana.
Anak dari garis Ana dan Zibeon
Penyebutan kedua mengulang hal yang sama, tetapi kali ini dengan garis keturunan ibunya yang diperinci: "Inilah keturunan Oholibama, anak Ana, anak perempuan Zibeon, istri Esau. Dia melahirkan Yeush, Yaelam, dan Korah bagi Esau" (Genesis 36:14).
Perhatikan ke mana perhatian teks bergerak. Yang diperinci bukan Korah, melainkan Oholibama: anak Ana, anak perempuan Zibeon, istri Esau. Korah muncul sebagai buah dari garis itu. Dalam pasal ini ia dikenali bukan lewat perbuatannya sendiri, melainkan lewat siapa ayah dan ibunya, dan lewat siapa yang berdiri di belakang ibunya. Banyak orang dikenal dengan cara demikian, dan banyak orang di dunia ini pun demikian.
Kepala kaum
Penyebutan ketiga menaikkan sedikit kedudukannya: "Inilah keturunan Oholibama, istri Esau: kepala kaum Yeush, kepala kaum Yaelam, dan kepala kaum Korah. Itulah para kepala kaum yang berasal dari Oholibama, anak perempuan Ana, istri Esau" (Genesis 36:18).
Di sini Korah bukan lagi sekadar anak yang dilahirkan, melainkan seorang kepala kaum. Namanya menjadi nama sebuah kelompok. Ada orang-orang yang disebut menurut dia. Namun tidak ada satu pun keputusan yang ia ambil sebagai kepala kaum yang diceritakan, tidak ada perang, tidak ada perjanjian, tidak ada perselisihan. Gelarnya diberikan; isinya tidak dibentangkan.
Satu baris dalam 1 Chronicles
Jauh kemudian, ketika garis-garis keturunan dituliskan kembali, nama ini masih ada: "Anak-anak Esau adalah Elifas, Rehuel, Yeush, Yaelam, dan Korah" (1 Chronicles 1:35). Lima nama, satu ayat. Korah berdiri di ujung daftar, bersama Elifas, Rehuel, Yeush, dan Yaelam. Di sinilah untuk pertama kalinya ia disebut berdampingan dengan Elifas dan Rehuel, saudara-saudara dari ibu yang lain.
Inilah kemunculannya yang terakhir. Seorang laki-laki yang dilahirkan di tanah Kanaan, yang menjadi kepala kaum, dan yang seluruh warisan tertulisnya menyusut menjadi satu nama dalam sebuah senarai. Bahwa namanya masih dicatat sama sekali, lama sesudah ia mati, adalah hal yang patut direnungkan oleh siapa pun yang bertanya apakah hidupnya diingat.
Kegagalan yang tidak dicatat
Di banyak tempat, catatan tentang orang-orang berterus terang mengenai dosa mereka. Di sini keterusterangan itu berbentuk diam. Tidak ada satu pun catatan tentang kegagalan Korah, karena tidak ada satu pun catatan tentang perbuatannya. Kita tidak boleh memuji dia sebagai orang saleh, sebab tidak ada yang mengatakan demikian. Kita juga tidak boleh menuduhnya, sebab tidak ada yang mengatakan demikian pula. Keempat ayat itu tidak memberi penilaian moral apa pun atas hidupnya, dan menambahkan penilaian sendiri berarti berbicara melampaui apa yang tertulis.
Apa yang tidak kita ketahui
Yang tidak diketahui jauh lebih banyak daripada yang diketahui. Tidak ada anak yang disebutkan namanya bagi Korah. Tidak ada satu adegan pun diceritakan tentang dia: setiap penyebutan adalah daftar, silsilah, atau catatan sepintas. Kita tidak tahu berapa lama ia hidup, di mana ia mati, siapa istrinya, atau apa yang kemudian terjadi atas kaum yang dinamai menurut dia. Kekosongan itu tidak ditutup-tutupi, dan tidak sepatutnya kita tutup dengan dugaan.
Tidak ada rujukan lain di luar Genesis 36:5, Genesis 36:14, Genesis 36:18, dan 1 Chronicles 1:35 yang tercatat bagi orang ini. Karena itu tidak ada garis yang boleh kita tarik dari hidupnya kepada penggenapan di kemudian hari; menariknya berarti mengarang. Yang tersisa adalah sesuatu yang lebih sederhana dan tetap berharga: seorang laki-laki yang dilahirkan di tanah Kanaan, yang menjadi kepala kaum, dan yang namanya bertahan dalam catatan ketika hampir semua hal lain tentang dirinya telah hilang.
