Lo-ammi: Satu Ayat, Satu Nama, Satu Firman Penolakan
Seorang anak yang seluruh kisahnya muat dalam satu ayat
Lo-ammi adalah anak laki-laki dari Hosea dan Gomer (Hosea 1:1; Hosea 1:3). Ia seorang laki-laki yang hidup pada masa kerajaan yang terpecah, dan menurut era menurut kronologi Ussher (1650) masa itu berlangsung sekitar 975 SM sampai 586 SM. Namanya ditulis לֹא עַמִּי. Seluruh yang tercatat tentang dirinya terdapat dalam satu ayat saja, Hosea 1:9, dan di dalam ayat itu ia tidak berbicara, tidak bertindak, tidak pergi ke mana pun. Yang terjadi hanyalah ini: ia diberi nama.
Firman yang menjadi namanya
Satu-satunya nas tentang Lo-ammi berbunyi demikian: "Lalu, Allah berfirman, 'Namakan dia Lo-Ami, sebab kamu bukan umat-Ku dan Aku bukan Allahmu.'" (Hosea 1:9).
Perhatikan siapa yang berbicara. Yang berfirman adalah Allah. Perintah penamaan diberikan kepada orang lain, bukan kepada anak itu sendiri. Dan alasan nama itu juga tidak menyangkut perbuatan si anak: "sebab kamu bukan umat-Ku dan Aku bukan Allahmu." Kata "kamu" dalam ayat itu tidak tertuju kepada bayi yang baru dinamai. Nama itu dipikulkan ke atasnya sebagai pengumuman, dan sejak saat itu setiap kali namanya dipanggil, firman penolakan itu terdengar kembali.
Inilah seluruh peran Lo-ammi dalam catatan yang kita miliki. Ia bukan pelaku, melainkan tanda. Hidupnya, sejauh yang tertulis, adalah sebuah nama yang berjalan.
Keluarga yang disebut di sekitarnya
Ayahnya disebut, yaitu Hosea (Hosea 1:1), dan ibunya, Gomer (Hosea 1:3). Ia juga mempunyai dua saudara yang disebut namanya: Jezreel (Hosea 1:4) dan Lo-ruhamah (Hosea 1:6). Lebih dari daftar hubungan keluarga ini, tidak ada apa pun yang diberikan kepada kita. Tidak ada percakapan antara Lo-ammi dan ayahnya. Tidak ada kata-kata ibunya kepadanya. Tidak ada satu peristiwa pun yang menempatkan ketiga anak itu bersama dalam sebuah adegan yang diceritakan.
Untuk pembaca yang berpengalaman, hal ini penting dijaga. Mudah sekali mengisi ruang kosong di sekitar nama ini dengan hal-hal yang kita rasa kita ketahui. Tetapi yang tertulis tentang Lo-ammi hanyalah satu ayat, dan ayat itu hanya memuat perintah penamaan beserta alasannya.
Tidak ada adegan, dan karena itu tidak ada dosa yang dicatat
Sebagian tokoh dikenal karena kejatuhannya. Lo-ammi tidak. Bukan karena ia digambarkan saleh, melainkan karena tidak ada satu adegan pun yang dikisahkan tentang dirinya. Tidak ada ketaatan yang dipuji, tidak ada pelanggaran yang ditegur, tidak ada pilihan yang diambil. Satu-satunya penyebutan tentang dirinya adalah catatan singkat di dalam Hosea 1:9. Setiap penyebutan tentang dirinya berupa catatan sepintas, bukan cerita.
Namun jangan salah membaca keheningan itu sebagai kabar baik. Kalimat yang melekat pada namanya termasuk kalimat paling berat yang dapat diucapkan atas manusia: "kamu bukan umat-Ku dan Aku bukan Allahmu" (Hosea 1:9). Kegagalan yang disuarakan di sini bukan kegagalan anak itu, melainkan keterpisahan antara Allah dan mereka yang disapa sebagai "kamu". Nama anak itu membawa beban yang tidak ia timbulkan. Teksnya tidak melembutkan kalimat itu, tidak menambahkan penjelasan yang meringankan, dan tidak menariknya kembali di dalam ayat ini.
Apa yang tidak kita ketahui
Daftar hal yang tidak diketahui tentang Lo-ammi jauh lebih panjang daripada daftar hal yang diketahui, dan kejujuran menuntut kita menyebutnya terang-terangan.
Tidak ada anak Lo-ammi yang disebut namanya. Tidak ada suku atau bangsa yang dikaitkan dengan dirinya. Tidak disebutkan di mana ia tinggal, berapa lama ia hidup, kapan ia mati, atau apa yang terjadi padanya setelah ia dinamai. Seluruh yang direkam tentang dirinya tercakup dalam satu ayat.
Kita juga tidak diberi tahu bagaimana ia menanggung namanya. Apakah ia mengerti artinya? Apakah nama itu pernah berubah baginya secara pribadi? Nas yang menjadi dasar tulisan ini tidak mengatakannya. Di titik ini yang paling setia adalah berhenti, bukan menebak.
Mengapa nama sekecil ini tetap dicatat
Tidak ada rujukan lanjutan yang terdaftar untuk Lo-ammi di luar Hosea 1:9, sehingga di sini kita tidak akan menarik garis ke mana pun yang tidak dibawa oleh teks itu sendiri. Yang kita miliki tetap berharga: sebuah nama yang diberikan oleh Allah sendiri, dan sebuah alasan yang diucapkan dengan sangat jelas.
Lo-ammi mengingatkan kita bahwa ada orang-orang yang keberadaannya sendiri adalah pesan. Ia tidak menulis apa pun, tidak memimpin siapa pun, tidak mengucapkan satu kalimat yang terekam. Namun selama namanya disebut, firman dalam Hosea 1:9 ikut terdengar. Satu ayat cukup untuk membuat seorang anak menjadi pengumuman yang tidak dapat diabaikan, dan Allah yang berfirman di sana tidak berbicara setengah-setengah: "kamu bukan umat-Ku dan Aku bukan Allahmu."
Maka cara terbaik membaca Lo-ammi adalah membaca namanya dengan lambat, tanpa menambahkan apa pun, dan membiarkan bobot kalimat itu berdiri seperti apa adanya.
