Lo-Ruhama: Dua Ayat, Satu Nama, Satu Penghakiman
Siapa Dia dan Kapan Ia Hidup
Lo-Ruhama (לֹא רֻחָמָה) adalah seorang perempuan yang hidup pada zaman kerajaan terpecah, sebuah era yang berlangsung sekitar 975 SM sampai 586 SM menurut kronologi Ussher (1650). Ia anak perempuan Hosea dan Gomer, dan saudara dari Jezreel serta Lo-ammi. Seluruh yang tercatat tentang dirinya termuat dalam dua ayat, keduanya dalam satu pasal yang sama: Hosea 1:6 dan Hosea 1:8. Ia tidak pernah berbicara dan tidak pernah bertindak. Namanya diberikan kepadanya, dan nama itulah yang menanggung seluruh bobot kehadirannya.
Kelahiran dan Pemberian Nama
Penyebutan pertama adalah kelahirannya: "Perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. TUHAN berfirman kepada Hosea, 'Namakan dia Lo-Ruhama, sebab Aku tidak akan lagi menaruh kasih pada keturunan Israel, bahkan tidak untuk mengampuni mereka" (Hosea 1:6).
Perhatikan urutannya. Anak itu lahir, lalu TUHAN berfirman, lalu nama diberikan. Nama itu bukan pilihan orang tua, bukan harapan keluarga, bukan kenangan akan leluhur. Nama itu adalah firman. Dan firman itu tidak berbicara lebih dahulu tentang si anak, melainkan tentang keturunan Israel: TUHAN tidak akan lagi menaruh kasih pada mereka, bahkan tidak untuk mengampuni mereka.
Dengan begitu anak perempuan ini menjadi sebuah pemberitaan yang berjalan. Setiap kali seseorang memanggil namanya, kalimat penghakiman itu terdengar kembali. Setiap kali ibunya memanggilnya pulang, siapa pun yang mendengar akan tahu apa yang telah diputuskan TUHAN. Pesan itu tidak disampaikan lewat khotbah di gerbang kota, melainkan lewat nama seorang anak di dalam rumah seorang nabi.
Penyebutan Kedua: Disapih
Satu-satunya kali namanya muncul lagi adalah sebagai penanda waktu bagi kelahiran berikutnya: "Setelah menyapih Lo-Ruhama, perempuan itu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki" (Hosea 1:8). Anak laki-laki itu, menurut berkas yang kita pegang, adalah Lo-ammi, saudaranya (Hosea 1:9).
Inilah seluruh biografinya. Dua kalimat. Pada yang pertama ia lahir dan diberi nama; pada yang kedua ia disapih, dan perhatian pembaca segera berpindah kepada bayi berikutnya. Catatan itu sama sekali tidak menyembunyikan betapa sedikit ruang yang diberikan kepadanya. Ia hadir bukan sebagai tokoh yang berkembang, melainkan sebagai tanda yang ditempatkan di tengah umat.
Namun jangan terlalu cepat melewati satu detail kecil di Hosea 1:8. Ia disapih. Artinya ada tahun-tahun yang tidak diceritakan: seorang anak yang digendong, disusui, dirawat sampai cukup besar untuk makan sendiri. Teks tidak menuturkan satu pun dari tahun-tahun itu, tetapi teks mengakui bahwa tahun-tahun itu ada. Seorang anak perempuan yang namanya menyatakan kasih yang ditahan tetap dibesarkan oleh tangan yang memberinya makan.
Kegagalan yang Tidak Ada, dan Kegagalan yang Ada
Kejujuran menuntut kita berkata terus terang: tidak ada satu pun dosa, kesalahan, atau kegagalan Lo-Ruhama yang tercatat. Ia tidak pernah bertindak dalam dua ayat itu, maka tidak ada yang dapat dituduhkan kepadanya. Siapa pun yang menyusun gambaran tentang wataknya, baik atau buruk, sedang membangun di luar teks.
Kegagalan yang disebut dalam ayat-ayat ini bukan kegagalannya, melainkan kegagalan keturunan Israel. Hosea 1:6 menyatakan akibatnya tanpa memperhalus apa pun: TUHAN tidak akan lagi menaruh kasih pada mereka, bahkan tidak untuk mengampuni mereka. Itu kalimat yang keras, dan tidak ada gunanya melembutkannya. Anak perempuan itu memikul kalimat tersebut sebagai namanya sendiri, sebuah beban yang tidak berasal dari perbuatannya.
Apa yang Tidak Kita Ketahui
Daftar hal yang tidak kita ketahui jauh lebih panjang daripada daftar hal yang kita ketahui, dan lebih baik mengakuinya daripada mengisinya dengan dugaan.
Tidak ada anak yang disebutkan namanya baginya. Tidak ada suku atau kelompok umat yang diberikan untuknya. Kita tidak tahu berapa lama ia hidup, bagaimana ia menanggung namanya sepanjang hidupnya, atau apa yang terjadi padanya sesudah Hosea 1:8. Tidak ada satu adegan pun yang diceritakan tentang dirinya: setiap penyebutan hanyalah catatan sambil lalu dalam rangkaian kelahiran. Seluruh yang tercatat muat dalam dua ayat, dan itulah batasnya.
Berkas yang menjadi dasar artikel ini juga tidak mencantumkan satu pun rujukan di luar Hosea bagi dirinya. Karena itu tidak ada garis yang akan ditarik ke sana di sini. Yang boleh kita katakan adalah apa yang tertulis, dan tidak lebih.
Mengapa Dua Ayat Ini Layak Dibaca Pelan
Ada tokoh yang kita kenal melalui perbuatan mereka. Lo-Ruhama kita kenal hanya melalui apa yang TUHAN firmankan atas dirinya. Hidupnya, sejauh dicatat, adalah hidup yang dipakai: seorang anak yang kehadirannya di rumah Hosea membuat firman penghakiman itu mustahil dilupakan oleh siapa pun yang mengenal keluarga tersebut.
Bagi pembaca yang sudah lama bergaul dengan teks, inilah pengingat bahwa tidak setiap nama diberikan kepada kita untuk diteladani. Sebagian diberikan untuk didengar. Nama Lo-Ruhama adalah salah satunya, dan dua ayat itu menolak dibuat lebih nyaman daripada bunyinya.
