Tiberius: Kaisar yang Namanya Hanya Sekali Disebut
Siapa Tiberius
Tiberius adalah seorang Kaisar, penguasa yang hidup pada zaman yang diceritakan kitab-kitab tentang Yesus. Menurut era menurut kronologi Ussher (1650), masanya ditempatkan sekitar 4 SM sampai M 33. Ia muncul dalam dua belas ayat yang tersebar dalam enam bagian: lima di Luke, tiga di Mark, dua di Matthew, dan dua di John. Namun ada satu hal yang mengejutkan bagi pembaca yang terbiasa dengan tokoh-tokoh besar: dari seluruh ayat itu hanya satu yang menyebut namanya secara eksplisit. Selebihnya ia hadir sebagai gelar saja, "Kaisar", sosok yang gambarnya ada pada sekeping uang dan yang namanya dipakai orang lain untuk menekan.
Satu-satunya ayat yang menyebut namanya
Penyebutan nama itu berfungsi sebagai penanda waktu, bukan sebagai awal sebuah kisah: "Pada tahun kelima belas masa pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi gubernur Yudea, Herodes menjadi raja Galilea; Filipus saudara Herodes menjadi raja wilayah Iturea dan Trakhonitis; dan Lisanias menjadi raja Abilene," (Luke 3:1). Perhatikan apa yang sedang dikerjakan ayat ini. Tiberius disebut untuk memberi tanggal, untuk mengikat peristiwa yang akan diceritakan pada susunan penguasa yang nyata. Kekuasaan terbesar dalam daftar itu justru dipakai sebagai jam dinding: penanda kapan sesuatu yang lain sedang dimulai.
Gambar di atas sekeping uang
Kemunculan Tiberius yang paling dikenal bukanlah sebagai pribadi, melainkan sebagai wajah pada logam. Pertanyaan tentang pajak dicatat dalam Matthew 22:17, Mark 12:14, dan Luke 20:22, yang berbunyi: "Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" (Luke 20:22).
Jawaban Yesus dicatat dua kali dengan kata-kata yang hampir sama. "Coba tunjukkan kepada-Ku sekeping dinar. Gambar dan tulisan siapakah yang terdapat pada uang itu?" Jawab mereka, "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu, Yesus berkata kepada mereka, "Kalau begitu, berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar, dan berikanlah milik Allah kepada Allah." (Luke 20:24-25). Versi yang lain menutup adegan itu dengan reaksi para pendengar: "Lalu, mereka memberikannya, dan Yesus bertanya kepada mereka, 'Gambar dan tulisan siapakah ini?' Mereka menjawab-Nya, 'Gambar dan tulisan kaisar.' Yesus menjawab mereka, 'Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah.' Mereka pun kagum kepada Yesus." (Mark 12:16-17). Perkataan yang sama juga tercatat dalam Matthew 22:21.
Di sini Kaisar hadir semata-mata sebagai gambar dan tulisan. Ia tidak berbicara, tidak berdiri di tempat itu, tidak tahu bahwa namanya sedang dipakai. Namun keping uang bergambar wajahnya cukup untuk menjadi bahan sebuah jerat, dan cukup pula untuk menjadi bahan sebuah jawaban yang membuat orang kagum.
Nama yang dipakai sebagai ancaman
Dalam kisah pengadilan, nama Kaisar berubah fungsi lagi. "Setelah mendengar hal itu, Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus, tetapi orang-orang Yahudi berteriak, 'Jika engkau membebaskan Orang ini, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya raja berarti melawan Kaisar.'" (John 19:12). Beberapa ayat kemudian: "Kemudian, mereka berteriak, 'Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!' Pilatus berkata kepada mereka, 'Haruskah aku menyalibkan Rajamu?' Imam-imam kepala menjawab, 'Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!'" (John 19:15). Tuduhan yang mengaitkan Yesus dengan Kaisar juga dicatat dalam Luke 23:2.
Sekali lagi Kaisar tidak hadir. Ia jauh, dan justru karena jauh namanya menjadi alat yang ampuh: sebuah nama yang dilemparkan untuk menakuti seorang gubernur, dan sebuah pengakuan setia yang diucapkan imam-imam kepala dengan mulut mereka sendiri.
Kegagalan siapa yang sebenarnya dicatat
Jujur terhadap teks berarti mengatakan hal ini: tidak ada satu pun perbuatan Tiberius yang dicatat, baik ataupun jahat. Tidak ada dosa yang dituduhkan kepadanya, tidak ada kebajikan yang dipujikan padanya, dan ia tidak pernah berbicara. Dosa yang tampak dalam ayat-ayat ini adalah dosa orang lain yang memakai namanya: jerat yang dipasang melalui pertanyaan tentang pajak (Luke 20:22), tekanan yang dijatuhkan atas Pilatus dengan kalimat "engkau bukanlah sahabat Kaisar" (John 19:12), dan pengakuan yang menolak Raja yang berdiri di depan mata (John 19:15).
Apa yang tidak kita ketahui
Banyak sekali. Orang tuanya tidak disebutkan namanya. Tidak ada anak yang dinamai. Tidak ada suku atau bangsa yang diberikan untuknya. Dan tidak ada satu adegan pun yang diceritakan tentang dirinya: setiap penyebutan adalah catatan sambil lalu, sebuah penanda waktu, sebuah gelar. Segala keterangan lain tentang dirinya tidak berasal dari ayat-ayat ini, dan karena itu tidak akan dikatakan di sini.
Garis kepada Kristus
Garis itu justru ditarik oleh ketidakhadirannya. Namanya menandai kapan segala sesuatu itu mulai berlangsung (Luke 3:1). Wajahnya pada sekeping uang menjadi kesempatan bagi Yesus untuk menarik batas antara milik Kaisar dan milik Allah (Matthew 22:17; Matthew 22:21; Mark 12:14; Mark 12:16-17; Luke 20:22; Luke 20:24-25). Dan namanya menjadi tekanan terakhir yang mendorong penyaliban (Luke 23:2; John 19:12; John 19:15). Ketika Pilatus bertanya, "Haruskah aku menyalibkan Rajamu?" imam-imam kepala menjawab, "Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!" (John 19:15). Kaisar yang mereka pilih tidak pernah tahu bahwa ia dipilih. Raja yang mereka tolak berdiri di hadapan mereka.
