1 YOHANES 5:13
Teks
Setelah dua belas ayat yang penuh dengan kesaksian Roh, air, dan darah, Yohanes berhenti sejenak dan memberi tahu pembacanya mengapa ia menulis semua ini: "Aku telah menuliskan hal-hal ini kepada kamu yang percaya dalam nama Anak Allah supaya kamu tahu bahwa kamu mempunyai hidup yang kekal." Perhatikan urutannya. Ia tidak menulis supaya mereka memperoleh hidup kekal, seolah surat ini adalah jembatan yang harus mereka lewati dulu. Ia menulis kepada orang-orang yang sudah percaya, yang sudah memiliki Sang Anak (ayat 12), dan yang karena itu sudah memiliki hidup. Yang masih kurang bukan hidupnya, melainkan kesadaran akan hidup itu. Surat ini adalah usaha seorang gembala tua untuk memindahkan sesuatu dari daftar kemungkinan ke daftar kepastian dalam hati pembacanya.
Inti
Di sini Allah memperlakukan kepastian bukan sebagai kemewahan rohani, tetapi sebagai kebutuhan. Ia tidak hanya memberi hidup kekal; Ia juga berkeras agar anak-anak-Nya mengetahui bahwa mereka memilikinya. Kata yang dipakai Yohanes untuk "tahu" di sini adalah oida, mengetahui sebagai sesuatu yang sudah pasti, bukan menduga-duga atau berharap-harap cemas. Dan hal ini punya konsekuensi etis yang tajam: orang yang tidak yakin akan posisinya di hadapan Allah selalu hidup dengan mata tertuju pada dirinya sendiri. Ia menghitung, membandingkan, membela diri, mencari bukti bahwa ia cukup baik. Orang yang tahu dirinya memiliki hidup, sebaliknya, punya tangan yang bebas. Ia bisa mengasihi tanpa menagih, memberi tanpa pamrih, mengakui kesalahan tanpa hancur. Kepastian bukan hadiah bagi ketaatan; kepastian adalah mesin yang menggerakkan ketaatan.
Benang Merah
Sepanjang Perjanjian Lama, pertanyaan "di mana aku berdiri di hadapan Allah?" selalu dijawab dengan sesuatu yang harus diulang. Korban tahunan, pembasuhan, pembaruan perjanjian: setiap generasi harus kembali ke mezbah karena kesaksian itu belum pernah selesai. Yang berubah dalam Kristus bukanlah bahwa Allah menjadi lebih lunak, melainkan bahwa kesaksian-Nya akhirnya tuntas. Yohanes sudah mengatakannya di ayat 11: hidup kekal itu "ada dalam Anak-Nya." Bukan dalam sistem, bukan dalam catatan prestasi kita, melainkan dalam satu Pribadi. Menarik bahwa Yohanes menulis Injilnya supaya orang percaya dan memperoleh hidup, dan menulis surat ini supaya orang yang sudah percaya tahu bahwa mereka memilikinya. Injil membuka pintu; surat ini menyalakan lampu di ruangan tempat kita sudah berada, agar kita berhenti meraba-raba dinding.
Cermin
Ketidakpastian tidak pernah tinggal di ruang rohani saja; ia merembes ke mana-mana. Anda mengejar promosi bukan karena pekerjaan itu baik, tetapi karena Anda butuh bukti bahwa hidup Anda sah. Anda sulit meminta maaf kepada anak Anda sendiri, sebab satu pengakuan salah rasanya seperti seluruh identitas Anda runtuh. Anda menggenggam uang lebih kencang daripada yang Anda akui, karena di bawah sadar Anda, itulah jaring pengaman yang sebenarnya. Dan pada jam tiga pagi, Anda memutar ulang satu dosa lama seperti rekaman rusak, mencari tahu apakah kali ini Allah sudah kehabisan kesabaran. Terhadap semua itu Yohanes berkata: kamu boleh tahu. Bukan merasa, tahu.
Hari ini, tulislah di selembar kertas satu hal yang paling Anda takutkan membatalkan status Anda di hadapan Allah. Lalu tulis di atasnya, dengan huruf besar: "Setiap orang yang memiliki Sang Anak memiliki hidup." Kemudian buang kertas itu ke tempat sampah.
Pertanyaan
Kalau kepastian itu bisa diketahui, mengapa begitu banyak orang percaya yang sungguh-sungguh justru tidak memilikinya? Yohanes tidak memberi kita jalan keluar yang murah. Ia tidak berkata bahwa perasaan kita adalah ukurannya; ia menunjuk ke luar diri kita, kepada kesaksian Allah tentang Anak-Nya. Tetapi ia juga tidak membagikan kepastian secara sembarangan: beberapa ayat sebelumnya ia mengaitkan kasih dengan menaati perintah, dan beberapa ayat sesudahnya ia berbicara tentang dosa yang mengarah kepada kematian. Ada ketegangan yang tidak ia rapikan. Kenyataannya, sebagian orang beriman berjalan seumur hidup dengan lampu yang bergoyang. Yang bisa saya katakan dengan jujur hanyalah ini: dasar kepastian tidak pernah kekuatan keyakinan Anda, melainkan siapa yang memegang Anda. Itu tidak selalu menghangatkan hati. Tetapi itu tetap benar ketika hati sedang dingin.
Detail
"Percaya dalam nama Anak Allah." Kita mudah melewati kata "nama" sebagai hiasan saleh. Di dunia pembaca pertama, nama adalah kedudukan hukum: nama di atas dokumen menentukan siapa yang bertanggung jawab, siapa yang berutang, siapa yang berhak. Percaya dalam nama Anak Allah berarti hidup Anda tercatat atas nama orang lain. Bukan atas nama disiplin doa Anda, bukan atas nama rekam jejak moral Anda, bukan atas nama seberapa mantap iman Anda terasa pagi ini. Itulah sebabnya kepastian bisa diketahui, sebab yang diperiksa bukan reputasi Anda melainkan reputasi-Nya. Dan itulah sebabnya kepastian tidak melahirkan kemalasan: siapa yang tahu hidupnya tertulis atas nama Kristus tidak akan santai memakai nama itu untuk hal-hal yang mencemarkannya.
Tokoh Utama
Di ayat ini muncul satu "aku": seorang tua yang memanggil pembacanya "anak-anakku." Ia sudah melihat orang keluar dari jemaat, mengajarkan Yesus yang setengah manusia, dan meninggalkan luka pada mereka yang tinggal. Ia tahu apa yang dilakukan keraguan pada sebuah komunitas: orang menjadi curiga, saling mengukur, berhenti mengasihi karena sibuk mengamankan diri. Karena itu ia menulis panjang tentang air, darah, dan Roh, lalu berhenti dan menjelaskan alasannya, seperti seorang ayah yang menurunkan suaranya di akhir percakapan. Kelembutannya punya tulang: ia tidak segan mengatakan bahwa siapa yang tidak memiliki Sang Anak tidak memiliki hidup. Tetapi motifnya jelas. Ia ingin mereka tidur tenang, supaya besok mereka bisa mengasihi dengan tangan yang terbuka.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda masih mencari bukti bahwa Anda cukup baik, padahal Anda sudah memiliki Sang Anak?
Seandainya Anda benar-benar tahu, bukan berharap, bahwa Anda memiliki hidup kekal, keputusan apa minggu ini yang akan berubah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 John 5:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 YOHANES 5:13?
Tentang apakah 1 YOHANES 5:13?
Apa konteks historis dari 1 YOHANES 5:13?
Apa yang 1 YOHANES 5:13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 YOHANES 5:13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 John 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Yohanes menutup suratnya dengan berulang kali berkata "kita tahu", bukan "kita berharap". "Anak Allah telah datang dan telah memberi kita pengertian supaya kita mengenal Dia yang benar." Kemampuanmu mengenal Allah bukan hasil kepintaranmu, itu pemberian. Dan langsung sesudahnya Yohanes berkata: jauhkan dirimu dari berhala. Sebab hati yang tidak dituntun selalu punya kandidat allah yang lain.
Bapa, aku sering berdoa sambil bertanya-tanya apakah Engkau benar mendengar. Tapi Engkau berkata Engkau mendengarkan. Tolong aku memercayai itu, bahkan saat jawabannya belum terlihat. Aku menyerahkan permintaanku ke tangan-Mu dan menunggu dengan tenang.
Surat ini ditutup tanpa basa-basi: "Anak-anak kecil, jauhkanlah dirimu dari berhala-berhala." Sebelumnya Yohanes bicara tentang Allah yang benar. Lalu ia memanggil dengan lembut, seperti seorang ayah. Berhala tidak selalu berbentuk patung. Kadang itu gambaran tentang Allah yang kita bentuk sendiri, supaya Dia lebih nyaman bagi kita. Apa yang sedang kamu genggam?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi