1 PETRUS 2:2
Teks
Petrus baru saja menyuruh pembacanya membuang kebencian, tipu daya, kemunafikan, iri hati, dan fitnah, lalu ia langsung menaruh gambar yang mengejutkan di sebelahnya: bayi yang baru lahir. "Seperti bayi yang baru lahir, hendaklah kamu menginginkan susu rohani yang murni supaya dengan itu kamu bertumbuh dalam keselamatanmu." Bukan perintah untuk menjadi kekanak-kanakan, melainkan untuk memiliki satu jenis lapar yang tidak bisa dibujuk, ditunda, atau dialihkan. Dan alasannya menyusul di ayat berikutnya: karena kamu sudah pernah mencicipi bahwa Tuhan itu baik. Rasa itulah yang membangkitkan selera. Orang yang pernah merasakan kebaikan Allah tidak akan puas lagi dengan makanan lain.
Inti
Perhatikan bahwa Petrus tidak menulis "supaya kamu diselamatkan", tetapi "supaya dengan itu kamu bertumbuh dalam keselamatanmu". Keselamatan di sini bukan tiket yang sudah tersimpan aman di saku, melainkan ruang hidup yang harus kamu tempati semakin dalam. Kamu sudah di dalamnya, dan justru karena itu kamu harus bertumbuh di dalamnya. Ini menghancurkan dua ilusi sekaligus. Ilusi pertama: bahwa aku bisa mengusahakan keselamatanku sendiri. Bayi tidak memproduksi susu; ia hanya menangis dan menerima. Ilusi kedua: bahwa setelah bertobat, aku selesai. Bayi yang berhenti minum tidak tetap bayi, ia mati. Allah dalam ayat ini bukan penguji yang menunggu hasil, melainkan Pemberi makan yang menyediakan sesuatu yang murni, tanpa campuran, untuk orang-orang yang sepenuhnya bergantung pada-Nya.
Benang Merah
Gambar susu murni tidak jatuh dari langit. Israel dibawa keluar dari Mesir menuju negeri yang berlimpah susu dan madu, dan di padang gurun mereka diberi makan setiap pagi dengan sesuatu yang tidak mereka tanam. Umat Allah selalu adalah umat yang disusui. Petrus menulis kepada orang-orang yang baru saja dilahirkan kembali (pasal pertama surat ini penuh dengan bahasa kelahiran baru melalui firman yang hidup), dan kelahiran itu terjadi karena Kristus. Beberapa ayat kemudian Ia disebut Batu Hidup yang ditolak manusia tetapi dipilih Allah. Perhatikan urutannya: dari bayi yang menyusu ke batu yang dibangun. Pertumbuhan dalam keselamatan bukan proyek pribadi; itu adalah pekerjaan Allah yang menempatkan kita, satu per satu, ke dalam rumah rohani yang sedang Ia dirikan di atas Anak-Nya.
Cermin
Tanyakan pada dirimu sendiri hal yang tidak nyaman ini: apa yang kamu rindukan begitu bangun pagi? Bukan apa yang kamu percayai, tetapi apa yang menarik tanganmu lebih dulu. Layar ponsel, kabar buruk, angka penjualan, pesan dari orang yang persetujuannya kamu butuhkan. Bayi tidak sopan soal laparnya; ia menangis sampai dapat. Dan di situlah ayat ini menusuk: bukan karena kamu tidak percaya, tetapi karena seleramu sudah rusak oleh camilan. Kamu bisa hadir setiap Minggu, memimpin kelompok kecil, bahkan menyiapkan renungan, sementara laparmu yang sesungguhnya tertuju pada rasa aman finansial atau pada dianggap penting. Petrus juga menempatkan ini tepat setelah daftar iri hati dan kemunafikan, seolah berkata: yang membuatmu tajam kepada sesama adalah perutmu yang lapar tetapi salah makan. Hari ini, sebelum membuka aplikasi apa pun, bacalah 1 Petrus 2:2 dengan suara keras dan katakan kepada Allah satu kalimat: "Aku lapar, beri aku makan."
Detail
Kata yang sering terlewat adalah "murni". Dalam dunia Petrus, susu, anggur, dan gandum rutin dicampur untuk menambah untung. Yang dijanjikan di sini adalah sesuatu yang tidak dioplos: firman Allah tanpa tambahan, tanpa pemanis, tanpa agenda penjual. Dan itu berdiri berhadapan langsung dengan daftar di ayat sebelumnya: tipu daya, kemunafikan, fitnah. Semuanya adalah bentuk pencampuran, kata yang tidak jujur, wajah yang tidak asli. Petrus seakan berkata: kamu tidak bisa hidup dari makanan palsu dan mengharapkan hati yang jernih. Yang kamu telan menentukan yang kamu keluarkan. Karena itu pertanyaannya bukan hanya seberapa banyak kamu membaca Alkitab, tetapi apakah kamu membiarkannya sampai kepadamu tanpa lebih dulu kamu campur dengan hal-hal yang membuatnya lebih enak ditelan.
Pertanyaan
Bagaimana kalau laparnya tidak ada? Petrus memerintahkan keinginan, dan itu terdengar mustahil, sebab selera bukan tombol yang bisa ditekan. Banyak orang percaya membuka Alkitab dan merasakan kekeringan, bukan kerinduan. Jawaban murahnya adalah "berusahalah lebih keras", dan itu justru bertentangan dengan gambar bayi. Petrus memberi petunjuk lain di ayat 3: jika kamu sudah sungguh-sungguh merasakan bahwa Tuhan itu baik. Selera lahir dari rasa, bukan dari tekad. Tetapi ia tidak menjelaskan apa yang harus dilakukan orang yang rasa itu sudah lama pudar. Mungkin memang tidak ada jalan pintas selain kembali ke meja dengan tangan kosong dan tetap duduk di sana, hari demi hari, sampai rasa itu pulih. Kelaparan rohani kadang harus ditunggu, tidak diproduksi.
Konteks
Surat ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di provinsi-provinsi Asia Kecil, kelompok kecil di tengah masyarakat yang menganggap mereka aneh dan antisosial karena tidak lagi ikut dalam ibadah kota dan pesta-pesta dewa. Petrus menyebut mereka pendatang dan orang asing. Sebagian besar bukan orang berpengaruh; di ayat 18 ia berbicara langsung kepada para budak, yang berarti mereka duduk di antara jemaat. Orang-orang inilah yang disebut bayi yang baru lahir: tanpa status, tanpa perlindungan hukum yang berarti, sepenuhnya bergantung. Dan justru kepada mereka Petrus berkata bahwa mereka sedang dibangun menjadi rumah Allah, bangsa yang terpilih, imamat yang rajani. Bahasa bayi bukan penghinaan di sini, melainkan kejujuran tentang posisi mereka di dunia, sekaligus janji bahwa Allah memberi makan justru yang paling tidak berdaya.
Refleksi
Kalau selera rohanimu diukur dari apa yang kamu cari saat lelah atau kesepian, apa yang paling sering kamu raih, dan apa yang hal itu katakan tentang di mana kamu mencari kebaikan Tuhan?
Di bagian mana hidupmu kamu diam-diam berpikir bahwa kamu sudah "selesai bertumbuh", dan apa yang akan berubah kalau kamu memperlakukan keselamatan sebagai ruang yang harus kamu diami lebih dalam?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Peter 2:2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 PETRUS 2:2?
Tentang apakah 1 PETRUS 2:2?
Apa konteks historis dari 1 PETRUS 2:2?
Apa yang 1 PETRUS 2:2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 PETRUS 2:2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Peter 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada orang di atasku yang sulit dan tidak adil, dan hatiku lelah. Ajari aku bekerja dengan jujur dan hormat, bukan karena mereka layak, tetapi karena Engkau melihat. Simpan aku dari kepahitan, dan pegang keadilan itu di tangan-Mu.
Bapa, tidak selalu mudah menghormati mereka yang memegang kuasa di atas kami. Ada kekecewaan, ada pertanyaan. Tapi ajar aku hidup tertib bukan karena takut manusia, melainkan karena aku mengasihi Engkau. Jagalah hatiku tetap lembut dan jujur.
Ia tidak berbuat dosa, dan tidak ada tipu daya di dalam mulut-Nya." Petrus menulis ini kepada orang-orang yang diperlakukan tidak adil, dan Ia menunjuk pada mulut Yesus. Karena di situlah kita biasanya jatuh lebih dulu: sedikit membelokkan cerita, sedikit membela diri dengan setengah kebenaran. Yesus disakiti tanpa alasan, dan bibir-Nya tetap bersih. Bagaimana dengan bibirmu hari ini?
Terima kasih, Yesus, karena ketika Engkau dihina, Engkau tidak membalas dengan hinaan, dan ketika Engkau menderita, Engkau tidak mengancam. Engkau menyerahkan diri kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Terima kasih untuk teladan itu saat aku disakiti dan ingin membalas.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi