2 KORINTUS 5:1
Teks
Paulus menulis satu kalimat yang berat sekaligus tenang: "Karena kami tahu bahwa jika kemah, tempat kediaman kita di bumi ini dirobohkan, kita memiliki sebuah bangunan dari Allah, sebuah rumah yang tidak dibuat dengan tangan, yang kekal di surga." Tubuh kita disebut kemah, sesuatu yang memang dirancang untuk dibongkar. Dan di seberang pembongkaran itu ada rumah, sudah ada, bukan sedang diusahakan.
Inti
Perhatikan kata kerjanya: "kita memiliki". Bukan "kita akan memiliki kalau kita bertahan sampai akhir". Paulus berbicara tentang sesuatu yang sudah menjadi milik, meskipun belum ditempati. Ini bukan optimisme; ini kepemilikan berdasarkan janji Allah. Dan sumbernya jelas: "bangunan dari Allah", bukan hasil kerja kita. Ayat 5 memperkuatnya: Allah sendiri yang mempersiapkan kita untuk tujuan ini dan memberi Roh sebagai jaminan, uang muka yang menjamin sisa pembayaran. Maka iman Kristen tidak menjanjikan bahwa kemah kita akan bertahan lebih lama. Ia menjanjikan bahwa robohnya kemah bukan akhir cerita, melainkan pindah rumah. Perbedaan itu menentukan bagaimana Anda menghadapi hasil pemeriksaan dokter minggu depan.
Benang Merah
Kemah dan rumah bukan gambaran yang dipilih asal-asalan. Israel memulai hidupnya dengan Allah di dalam kemah, Kemah Suci yang dibongkar dan dipasang lagi di setiap perhentian padang gurun, sampai akhirnya Salomo membangun Bait Allah dari batu. Tetapi bahkan Bait itu dibuat dengan tangan, dan runtuh. Yesus berbicara tentang bait yang akan dirobohkan dan didirikan kembali dalam tiga hari, dan yang Ia maksud adalah tubuh-Nya sendiri. Di situlah pola ini bertemu Kristus: tubuh-Nya dirobohkan dan dibangkitkan, dan kebangkitan itu menjadi cetak biru bagi tubuh kita. "Tidak dibuat dengan tangan" berarti: bukan proyek manusia, bukan warisan Adam yang fana, melainkan ciptaan baru yang lahir dari kubur yang kosong.
Cermin
Anda tahu kemah Anda sedang dibongkar. Sendi yang mulai berbunyi, nama yang tiba-tiba hilang dari ingatan, wajah di cermin pagi yang makin mirip wajah orang tua Anda. Dan reaksi kita hampir selalu sama: menambal. Kita menabung untuk renovasi rumah yang tidak akan kita tempati lama, kita mengejar promosi yang membuat nama kita bertahan sedikit lebih lama di ingatan orang, kita menghabiskan energi untuk terlihat baik-baik saja di hadapan jemaat. Paulus tidak menyuruh Anda berhenti merawat tubuh atau bekerja keras. Ia menyuruh Anda berhenti berpura-pura bahwa kemah itu rumah permanen. Kalau seluruh harapan Anda ditanam di dalam sesuatu yang memang dirancang untuk dirobohkan, tidak heran Anda takut tidur malam hari. Pertanyaannya jujur saja: apa yang Anda pegang begitu erat sehingga kematian terasa seperti perampokan, bukan kepulangan?
Detail
Kata Yunani untuk kemah di sini, skēnos, jarang dipakai, dan Paulus tahu persis bunyinya. Ia sendiri seorang pembuat kemah; tangannya pernah menjahit kain kambing yang berbau tajam itu. Kemah adalah barang tukang: cepat dipasang, cepat dibongkar, selalu bocor di titik yang salah. Tidak seorang pun membangun kemah dengan niat mewariskannya kepada cucu. Paulus memilih kata itu untuk tubuh yang punggungnya sudah dicambuk lima kali, tubuh yang ia sebut "dirobohkan", kata yang biasa dipakai untuk membongkar tenda saat pasukan bergerak. Bukan kehancuran tanpa arti. Pembongkaran perkemahan karena perjalanan sudah selesai dan rumahnya sudah berdiri di depan sana.
Konteks
Surat ini ditulis kepada jemaat yang mulai malu terhadap Paulus. Di Korintus, kota pelabuhan yang gemar kemenangan dan penampilan, muncul guru-guru yang lebih meyakinkan: bicara mereka lancar, tubuh mereka utuh, kesuksesan mereka terlihat. Paulus datang dengan tubuh babak belur dan riwayat penjara. Di ayat 12 ia menyinggung "mereka yang bangga atas hal-hal lahiriah dan bukan atas apa yang ada dalam hati". Dalam budaya kehormatan seperti itu, penderitaan seorang rasul dibaca sebagai bukti bahwa Allah tidak menyertainya. Maka ayat 1 bukan renungan tenang tentang kematian, melainkan pembelaan: tubuh saya memang rusak, dan justru karena itu saya tahu apa yang sedang Allah kerjakan.
Tokoh Utama
Yang berdiri di pusat ayat ini bukan Paulus, melainkan Allah sebagai pembangun. Perhatikan siapa yang bekerja: Allah menyediakan bangunan, Allah mempersiapkan kita, Allah memberi Roh sebagai jaminan. Kita tidak menyumbang satu batu pun. Ini Allah yang tidak berhenti pada penyelamatan jiwa, tetapi merencanakan tempat kediaman yang berwujud, tahan lama, kekal. Ia tidak menyangkal bahwa kemah kita roboh; Ia tidak menghibur dengan mengecilkan kematian. Ia menjawabnya dengan bangunan yang sudah berdiri. Ada kelembutan yang keras di sana: Allah membiarkan kemah itu lapuk, karena Ia tidak berniat menambal apa yang akan Ia ganti seluruhnya.
Refleksi
Apa yang paling Anda takutkan hilang ketika kemah Anda dirobohkan, dan apa yang ketakutan itu ungkapkan tentang di mana harapan Anda sebenarnya tinggal?
Jika Anda benar-benar percaya bahwa rumah itu sudah Anda miliki sekarang, keputusan apa dalam bulan ini yang akan berubah, tentang uang, waktu, atau tubuh Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Corinthians 5:1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 KORINTUS 5:1?
Tentang apakah 2 KORINTUS 5:1?
Apa konteks historis dari 2 KORINTUS 5:1?
Apa yang 2 KORINTUS 5:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 KORINTUS 5:1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Corinthians 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Dan, Dia telah mati bagi semua orang supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup bagi diri mereka sendiri, melainkan bagi Dia yang telah mati dan bangkit bagi mereka."
Perhatikan: Kristus mati bukan hanya supaya kamu selamat, tetapi supaya arah hidupmu berubah. Coba jujur hari ini, keputusan-keputusan kecilmu tadi, untuk siapa kamu ambil?
Sebab, jika kami tidak waras, itu adalah untuk Allah; jika kami waras, itu adalah untuk kamu." Paulus tidak sibuk membela diri ketika orang menyebutnya berlebihan. Ia hanya menunjuk arah: yang meluap-luap dipersembahkan kepada Allah, yang tenang dan tertata dipakai untuk menolong jemaat. Tidak ada sisa untuk dirinya sendiri. Ke mana arah semangatmu hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi