KEJADIAN 9
Teksnya
Setelah air surut, Allah mengulang berkat penciptaan kepada Nuh: "Beranakcuculah, dan berlipatgandalah, dan penuhilah bumi." Dunia dimulai lagi, tetapi tidak persis seperti semula: kini manusia boleh makan daging, namun dilarang memakan darah, dan pembunuhan dituntut pertanggungjawabannya karena manusia dibuat menurut rupa Allah. Lalu Allah mengikat perjanjian, bukan hanya dengan Nuh melainkan dengan "setiap makhluk hidup", dan menaruh busur-Nya di awan sebagai tanda bahwa air bah tidak akan lagi membinasakan bumi. Pasal ini ditutup dengan adegan yang canggung: Nuh, sang penyelamat keluarga manusia, mabuk dan telanjang di tendanya, Ham melihat dan bercerita, Sem dan Yafet berjalan mundur menutupi ayah mereka, dan dari mulut Nuh keluar kutuk atas Kanaan.
Intinya
Perhatikan siapa yang harus mengingat. Bukan kita yang melihat pelangi lalu diingatkan bahwa Allah baik; Allah sendiri berkata, "Aku akan melihatnya dan akan mengingat perjanjian kekal." Tanda itu dipasang menghadap ke atas, ke arah Sang Pemanah. Busur perang digantung di awan, tidak lagi diarahkan ke bumi. Inilah anugerah dalam bentuknya yang paling murni: janji sepihak, tanpa syarat yang harus dipenuhi manusia, yang mengikat Allah pada dunia yang belum berubah hatinya. Dan bahwa hati itu memang belum berubah, dibuktikan oleh Nuh sendiri beberapa ayat kemudian. Air bah mencuci bumi, tidak mencuci manusia. Karena itu perjanjian ini bukan akhir cerita, melainkan ruang bernapas: bumi ditahan agar tetap ada, sampai penyelamatan yang sesungguhnya datang dari dalam sejarah itu sendiri.
Benang Merah
Perhatikan urutan yang aneh di ayat 4 sampai 6: darah tidak boleh dimakan, dan darah yang tertumpah akan dituntut. Darah adalah nyawa, dan nyawa itu milik Allah, bukan komoditas manusia. Justru di atas latar inilah kata-kata Yesus di ruang atas terdengar begitu mengguncang: Ia menyodorkan cawan dan menyuruh murid-murid-Nya minum darah-Nya. Yang selama ribuan tahun terlarang, kini diberikan, karena satu-satunya nyawa yang berhak diserahkan adalah nyawa-Nya sendiri. Perjanjian Nuh menahan penghakiman; perjanjian dalam darah Kristus menghapusnya. Petrus melihat bahtera itu sebagai gambaran baptisan (1 Petrus 3:20-21): sedikit orang melewati air maut dan keluar hidup, bukan karena kayu bahtera, tetapi karena Yang bangkit. Busur di awan adalah janji bahwa waktu masih ada. Salib adalah isi dari waktu itu.
Cermin
Yang paling mengganggu dari pasal ini bukan air bah, melainkan tenda. Orang yang paling benar di zamannya, yang taat bertahun-tahun membangun kapal di darat, akhirnya rebah mabuk dan telanjang di tendanya sendiri. Kalau Nuh bisa, Anda dan saya jelas bisa. Dan di situ muncul pertanyaan yang lebih tajam: apa yang Anda lakukan dengan aib orang lain ketika Anda melihatnya? Ham tidak memperkosa apa pun; ia hanya melihat lalu bercerita. Itu saja. Kita menyebutnya "berbagi keprihatinan" di grup pesan, "curhat" tentang rekan kerja, "sekadar cerita" tentang pernikahan orang lain. Sem dan Yafet berjalan mundur dengan kain di bahu, memilih tidak melihat. Kasih menutupi bukan karena buta, tetapi karena tahu betapa mahalnya penutup itu. Hari ini: buka ponsel Anda, cari satu percakapan yang memuat aib seseorang, hapus, lalu sebut nama orang itu dalam doa satu kalimat.
Antarteks
Dua gema layak didengar. Yang pertama Kejadian 3: seorang manusia, sebuah kebun, buah, ketelanjangan, rasa malu, kutuk. Nuh adalah Adam kedua yang gagal dengan pola yang persis sama, dan penulis Kejadian tampaknya sengaja menyusunnya begitu. Bumi baru, hati lama. Yang kedua Yesaya 54, di mana Allah bersumpah kepada umat-Nya yang habis dihajar pembuangan bahwa Ia bersumpah seperti pada zaman Nuh: sebagaimana Ia berjanji air tidak akan lagi menggenangi bumi, demikian kasih setia-Nya tidak akan pernah beranjak. Jadi pelangi bukan sekadar hiasan cuaca. Nabi memakainya sebagai jaminan hukum: kalau Allah menepati janji-Nya pada langit dan laut, Ia menepati janji-Nya pada Anda.
Tokoh Utama
Nuh keluar dari bahtera sebagai manusia yang seharusnya memulai segalanya dari awal, dan ia memang mulai: ia menjadi petani, menggarap kebun anggur, membangun. Tetapi ia juga membawa keluar sesuatu yang tidak tenggelam. Bayangkan beban psikisnya: seluruh dunianya lenyap, tetangga, kota, suara-suara yang dulu ia kenal. Teks tidak menghakimi mabuknya, hanya mencatatnya, dingin dan telanjang seperti Nuh sendiri. Lalu dari mulut orang yang baru saja diselamatkan itu keluar kutuk, bukan atas Ham yang bersalah melainkan atas Kanaan, cucunya. Bahkan kemarahan orang benar meleset sasaran. Nuh hidup 350 tahun lagi, lalu satu kata penutup yang sama dengan seluruh Kejadian 5: dia mati. Penyelamat ini tidak menyelamatkan siapa pun dari kematian. Untuk itu dibutuhkan Yang lain.
Profil
Pembaca pertama kisah ini adalah Israel yang berdiri di ambang tanah Kanaan, atau yang kemudian merenungkannya dari pembuangan. Mereka mendengar nama Kanaan dan langsung tahu ini bukan dongeng purba, melainkan penjelasan tentang bangsa yang praktik seksual dan penyembahannya akan mereka hadapi. Perlu ditegaskan dengan tegas: yang dikutuk adalah Kanaan, bukan Ham, dan sama sekali bukan warna kulit atau ras mana pun. Ayat ini pernah diperkosa untuk membenarkan perbudakan, dan itu adalah pemutarbalikan yang jahat. Israel juga mendengar larangan darah sebagai kata yang akrab: seluruh sistem korban mereka berdiri di atasnya. Dan bagi umat yang hidup di negeri tanpa sungai besar, bergantung penuh pada hujan, awan gelap selalu ambivalen. Allah berkata: di awan itu tergantung busur-Ku, dan busur itu tidak diarahkan kepadamu.
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda saat ini Anda sedang menikmati "ruang bernapas" dari Allah, waktu yang Ia tahan agar Anda sempat berbalik, dan apa yang Anda lakukan dengan waktu itu?
Ham melihat dan bercerita; Sem dan Yafet melihat dan menutupi. Aib siapa yang paling Anda ketahui, dan kain apa yang bisa Anda letakkan di bahu Anda minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 9
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 9?
Tentang apakah KEJADIAN 9?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 9?
Apa yang KEJADIAN 9 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 9 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Genesis 9
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tiga bersaudara keluar lewat pintu bahtera yang sama, diselamatkan oleh anugerah yang sama. Lalu penulis menyelipkan satu kalimat kecil: "Ham adalah ayah Kanaan." Seolah kita diminta bersiap untuk sesuatu. Selamat dari air bah ternyata tidak otomatis membuat hati bersih. Dan apa yang kaulakukan hari ini jarang berhenti padamu saja.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi