YEREMIA 15:15
Teks
Bayangkan mulut yang baru saja mengucapkan kalimat-kalimat mengerikan tentang pedang, anjing, dan burung pemakan bangkai, lalu tiba-tiba mengatup. Sunyi. Dan dari kesunyian itu keluar suara lain, jauh lebih pelan, tidak lagi ditujukan kepada bangsa itu melainkan kepada Yang mengutusnya: "Engkau tahu, ya TUHAN." Ayat 15 adalah momen ketika nabi berbalik badan. Ia meminta empat hal yang saling bertabrakan: agar Tuhan mengingat dan menjenguknya, agar Tuhan membalas para penyiksanya, agar Tuhan tidak membuangnya justru karena kesabaran Tuhan yang berkepanjangan, dan agar Tuhan mencatat satu fakta yang menurut Yeremia belum cukup diperhitungkan: "aku menanggung hinaan karena Engkau." Ini bukan doa yang rapi. Ini pembelaan diri seorang hamba yang merasa dikorbankan oleh Tuannya sendiri.
Inti
Perhatikan urutan yang aneh itu: "Dalam panjangnya kesabaran-Mu, janganlah membuangku." Kesabaran Allah, yang di tempat lain menjadi kabar baik, di sini terasa seperti ancaman. Sebab selama Tuhan menahan diri terhadap para penganiaya, Yeremia-lah yang menanggung akibatnya. Kesabaran Allah terhadap orang jahat berarti penderitaan yang berlanjut bagi orang benar. Yeremia tidak menyangkal sifat Allah itu; ia hanya menuntut agar dirinya jangan sampai tergilas di antara kesabaran dan keadilan. Dan justru di situ letak intinya: doa ini tidak diperbaiki, tidak disensor, tidak diberi catatan kaki oleh Roh Kudus bahwa nabi sedang keliru. Allah membiarkannya berdiri dalam Kitab Suci. Hubungan dengan Allah ternyata cukup kuat untuk menampung kepahitan, asalkan kepahitan itu dibawa kepada-Nya dan bukan digenggam sendiri. Dendam yang diserahkan kepada Tuhan berhenti menjadi dendam; ia menjadi doa.
Benang Merah
Yeremia berdiri dalam barisan panjang orang benar yang menderita bukan karena kesalahannya, melainkan karena kesetiaannya. "Aku menanggung hinaan karena Engkau" adalah kalimat yang kelak akan diucapkan lagi, tetapi tanpa satu pun permintaan pembalasan di dalamnya. Di Getsemani ada suara yang sama gemetarnya, di Golgota ada teriakan yang sama pahitnya kepada Bapa, namun yang keluar untuk para penyiksa bukan tuntutan balas melainkan permohonan ampun. Perbedaan itu bukan untuk mempermalukan Yeremia. Justru sebaliknya: Yeremia memperlihatkan betapa mustahilnya beban itu ditanggung manusia, dan karena itu betapa besar yang terjadi ketika Kristus menanggungnya sampai tuntas. Yeremia meminta agar jangan dibuang; Kristus dibuang, supaya doa Yeremia dan doa kita dijawab.
Cermin
Ada satu kalimat dalam ayat ini yang mungkin sudah lama mengendap di hati Anda tanpa pernah diucapkan: "Ingatlah aku." Itu doa orang yang merasa dilupakan. Anda melakukan hal yang benar di kantor dan justru dilewatkan dalam promosi. Anda menjaga orang tua yang sakit sementara saudara-saudara Anda sibuk. Anda menegur sesuatu di gereja dan sejak itu namanya menjadi sulit di percakapan orang. Dan yang paling menyakitkan bukanlah orang-orangnya, melainkan diamnya Tuhan yang seolah membiarkan semuanya berjalan. Yeremia tidak menelan itu dengan senyum rohani. Ia menyebutkannya. Hari ini, ambil selembar kertas, tulis satu nama orang yang melukai Anda, lalu ucapkan dengan suara keras kepada Tuhan: "Engkau tahu, ya TUHAN." Serahkan nama itu, jangan simpan lagi hari ini.
Detail
Kata "jenguklah aku" mudah dilewati. Dalam bahasa Ibrani, kata itu adalah paqad, kata yang berarti mengunjungi, memeriksa, memperhatikan dengan sungguh, dan yang di ayat-ayat sebelumnya justru dipakai untuk kedatangan Tuhan yang menghukum. Yeremia memakai kata yang sama, tetapi membalik arahnya: datanglah kepadaku, bukan untuk menghitung dosaku, melainkan untuk melihat keadaanku. Ada nada berani di sana, hampir menantang. Ia baru saja menyampaikan bahwa Tuhan akan mendatangi Yehuda dengan pedang; kini ia meminta agar Tuhan mendatanginya dengan perhatian. Doa ini menolak Allah yang hanya mengunjungi untuk menghakimi. Ia menuntut kunjungan yang lain, dan Perjanjian Baru menyebut kunjungan itu dengan nama: Imanuel.
Konteks
Kita berada di Yerusalem, kira-kira dua dekade sebelum kota itu runtuh. Manasye sudah lama mati, tetapi dosanya masih disebut dalam ayat 4 sebagai luka yang tidak sembuh dalam ingatan Allah. Ancaman datang dari utara, dan setiap orang di kota tahu apa artinya "besi dari utara" dalam ayat 12: Babel. Yeremia bukan tokoh netral dalam situasi ini. Ia dianggap pengkhianat, pelemah semangat nasional, orang yang menubuatkan kekalahan di saat para pemimpin membutuhkan persatuan. Ia menyebut dirinya "pemicu perselisihan dan pemicu perdebatan di seluruh negeri". Tanpa istri, tanpa anak, tanpa jabatan, tanpa lingkaran teman, ia hidup dari satu-satunya hal yang tersisa baginya: firman yang dipercayakan kepadanya, dan Tuhan yang tampaknya semakin sulit dijangkau.
Profil
Pembaca pertama kitab ini kemungkinan besar adalah orang-orang buangan di Babel, yang membaca doa ini setelah semua yang dinubuatkan Yeremia terbukti benar. Bagi mereka, ayat ini bukan curahan hati seorang tokoh besar, melainkan cermin situasi mereka sendiri: dibuang, dihina, merasa dilupakan Allah di negeri asing. Mereka mendengar seorang nabi yang berani mengatakan kepada Tuhan bahwa kesabaran-Nya terasa terlalu lama, dan mereka menemukan bahwa kalimat semacam itu tidak membuat seseorang tersingkir dari hadapan Allah. Sebaliknya, jawaban Tuhan menyusul beberapa ayat kemudian: "Aku menyertaimu, untuk menyelamatkanmu dan membebaskanmu." Doa yang jujur ternyata bukan akhir hubungan, melainkan pintunya.
Refleksi
Doa mana yang selama ini Anda tahan karena terasa terlalu kasar atau terlalu jujur untuk diucapkan kepada Tuhan, dan apa yang menahan Anda?
Di titik mana hidup Anda "menanggung hinaan karena Engkau", dan di titik mana sebenarnya Anda menanggung akibat dari keras kepala Anda sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Jeremiah 15:15
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEREMIA 15:15?
Tentang apakah YEREMIA 15:15?
Apa konteks historis dari YEREMIA 15:15?
Apa yang YEREMIA 15:15 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEREMIA 15:15 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Jeremiah 15?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi