YOEL 2:28
Teks
"Setelah itu," kata TUHAN, "Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia." Lalu menyusul daftar yang sengaja disusun berpasangan: anak laki-laki dan anak perempuan bernubuat, orang tua bermimpi, orang muda melihat penglihatan. Dua jenis kelamin, dua ujung usia, dan di ayat berikutnya bahkan budak laki-laki dan perempuan. Yang dijanjikan bukan pengalaman rohani yang samar, melainkan bahwa orang-orang yang selama ini tidak punya suara di ruang ibadah maupun di ruang publik akan berbicara atas nama Allah. Kata "mencurahkan" dipakai untuk air hujan dan untuk darah kurban: bukan tetesan yang dihemat, melainkan tumpahan yang membasahi apa saja yang ada di bawahnya.
Inti
Perhatikan urutannya. Allah baru saja berjanji memulihkan gandum, anggur, dan minyak, dan menutupnya dengan "Aku berada di tengah-tengah orang Israel". Lalu: "Setelah itu." Panen yang kembali penuh bukan puncak cerita. Puncaknya adalah Allah yang tidak lagi berdiri di tengah umat-Nya saja, tetapi masuk ke dalam mereka, semuanya, tanpa seleksi berdasarkan jabatan, keturunan, jenis kelamin, atau status kepemilikan. Sepanjang Perjanjian Lama Roh turun ke atas orang tertentu untuk tugas tertentu: hakim, raja, nabi. Di sini monopoli itu dibubarkan. Artinya konkret dan mengganggu: Allah tidak menganggap suara Anda terlalu kecil untuk dipakai, dan Ia tidak menganggap suara orang yang Anda remehkan terlalu kecil untuk dipakai. Kedua sisi kalimat itu sama tajamnya.
Benang Merah
Kata yang dipakai untuk "semua manusia" adalah kol basar, harfiah "segala daging": manusia dalam kerapuhannya, yang mati, yang lapar, yang punya tubuh. Justru ke atas daging itulah Roh dicurahkan. Di Kisah Para Rasul 2, Petrus berdiri di Yerusalem pada hari Pentakosta dan menunjuk ayat ini: inilah yang sedang kalian lihat. Yang menarik, ia tidak mengutipnya sebagai ramalan yang akhirnya cocok, melainkan sebagai pintu yang baru saja dibuka dan tidak akan ditutup lagi. Salib dan kebangkitan menyelesaikan urusan dosa; pencurahan Roh membagikan hasilnya sampai ke orang yang paling tidak diperhitungkan. Joel menjanjikan hujan yang kembali turun ke ladang, lalu hujan yang turun ke atas manusia. Keduanya dari tangan yang sama.
Cermin
Ada dua cara ayat ini melukai. Yang pertama: Anda mungkin sudah lama diam-diam menyimpulkan bahwa Allah memakai orang lain. Yang punya panggung, yang hafal ayat, yang tidak sedang berantakan rumah tangganya. Anda mengurus kelas, mengurus orang tua yang sakit, membayar cicilan, dan merasa rohani Anda cuma sisa. Joel tidak bilang Roh dicurahkan ke atas yang layak; ia bilang ke atas segala daging, termasuk budak, yaitu orang yang bahkan tidak memiliki tubuhnya sendiri.
Yang kedua lebih pedih kalau Anda memang biasa berbicara. Anda memimpin kelompok, Anda menyiapkan renungan, Anda tahu jawabannya. Ayat ini memberi tahu Anda bahwa anak perempuan Anda yang berumur enam belas tahun, dan ibu tua di bangku belakang yang bicaranya lambat, sama-sama bisa membawa firman yang tidak Anda punya. Kalau itu membuat Anda gelisah, itu bukan kegelisahan teologis, itu kegelisahan kekuasaan.
Hari ini juga: tulis nama satu orang yang hampir tidak pernah Anda tanyai pendapatnya tentang Allah, lalu kirimi dia pesan berisi satu pertanyaan, "Apa yang sedang Tuhan ajarkan kepadamu belakangan ini?" Lalu diam dan baca jawabannya sampai habis.
Profil
Pendengar pertama Joel adalah petani dan imam di Yehuda yang baru saja kehilangan segalanya karena wabah belalang. Ladang habis, anggur habis, bahkan kurban di Bait Allah terhenti karena tidak ada gandum dan anggur untuk dipersembahkan. Itu bencana ekonomi sekaligus bencana rohani: jalur resmi untuk mendekat kepada Allah tersumbat. Di telinga mereka, janji Roh atas "semua manusia" terdengar hampir tidak sopan. Selama ini akses kepada Allah diatur ketat: imam keturunan Lewi, nabi yang dipanggil khusus, laki-laki dewasa yang naik ke Sion. Sekarang Allah berkata Ia akan melewati semua saluran itu dan membasahi seluruh umat, sampai ke budak di dapur. Bagi mereka ini bukan kehangatan rohani, ini perombakan tatanan.
Konteks
Kitab Joel sulit ditanggali dengan pasti, tetapi dunianya jelas: Yehuda, Bait Allah masih berdiri, hidup bergantung sepenuhnya pada hujan awal dan hujan akhir. Tidak ada irigasi, tidak ada asuransi panen. Satu gelombang belalang berarti kelaparan bertahun-tahun, dan Joel menyebutnya bukan sekadar bencana alam melainkan "tentara-Ku yang besar yang Kukirimkan kepadamu". Karena itu panggilan pasal ini bukan mengatur strategi pertanian tetapi berbalik: "Koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu." Merobek jubah adalah tanda duka yang bisa dilihat tetangga; merobek hati tidak bisa difoto. Seluruh umat dikumpulkan, termasuk bayi yang masih menyusu dan pengantin baru yang menurut hukum boleh dikecualikan dari kewajiban apa pun. Semua dipanggil, dan kepada semua itulah Roh kemudian dijanjikan.
Intertekstualitas
Jauh sebelumnya, di padang gurun, Musa kewalahan memimpin sendirian dan tujuh puluh tua-tua diberi Roh untuk membantunya. Ketika dua orang mulai bernubuat di luar barisan resmi dan Yosua menuntut agar mereka dihentikan, Musa menjawab bahwa ia justru berharap seluruh umat Tuhan menjadi nabi, dengan Roh Tuhan atas mereka semua. Joel 2:28 adalah jawaban Allah atas kerinduan itu, berabad-abad kemudian. Dan bandingkan dengan ayat penutup pasal ini: "setiap orang yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan." Roh yang dicurahkan dan keselamatan yang terbuka untuk setiap orang berdiri di halaman yang sama. Allah tidak memperluas suara umat-Nya tanpa memperluas pintu-Nya.
Refleksi
Siapa dalam lingkaran Anda yang selama ini Anda dengar sebagai penerima, tidak pernah sebagai pembawa firman, dan apa alasan sebenarnya?
Jika Roh benar-benar dicurahkan ke atas Anda juga, bagian mana dari hidup Anda yang sedang Anda anggap terlalu kecil atau terlalu rusak untuk dipakai Allah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Joel 2:28
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOEL 2:28?
Tentang apakah YOEL 2:28?
Apa konteks historis dari YOEL 2:28?
Apa yang YOEL 2:28 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOEL 2:28 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Joel 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Aneh sekali, Allah berbicara kepada binatang: "Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab padang rumput di padang gurun akan menghijau." Setelah belalang melahap habis segalanya, yang pertama Dia tenangkan justru makhluk yang tak bisa mengeluh. Kalau kepedulian-Nya sampai ke sana, apa alasanmu berpikir Dia melewatkan kegelisahanmu?
Tuhan, ajar aku berjalan di jalur yang Kauberikan tanpa menyikut orang di sebelahku. Aku sering iri pada langkah sesamaku dan lupa panggilanku sendiri. Jaga aku setia di tempatku, supaya kami maju bersama tanpa saling melukai.
Tuhan, ada hal-hal yang datang seperti pasukan berkuda, cepat dan menakutkan, dan aku merasa kecil di hadapannya. Tolong aku berdiri tanpa lari. Ingatkan aku bahwa tak ada yang berderap lebih kuat dari kasih setia-Mu.
Bapa, Engkau melihat tanah yang kering dalam hidupku dan tetap berjanji menyediakan. Aku percaya Engkau sanggup mengisi yang kosong, mengembalikan yang hilang, dan mengangkat rasa malu yang kupikul diam diam. Cukupkan aku hari ini, dan ajar aku bersyukur atas apa yang Kau beri.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi