YOHANES 10
Teks
Yesus melukiskan sebuah kandang domba: ada pintu yang sah, ada penjaga, dan ada orang yang memanjat lewat jalan lain, dan Ia menyebut yang terakhir itu "pencuri dan perampok" sementara gembala sejati dikenali dombanya dari suaranya. Lalu Ia mengubah gambar itu menjadi pernyataan tentang diri-Nya sendiri: "Akulah pintu" dan "Akulah gembala yang baik", gembala yang tidak lari seperti orang upahan melainkan memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba. Beberapa bulan kemudian, pada hari raya Penahbisan di musim dingin, orang-orang Yahudi mengepung-Nya di Serambi Salomo dan menuntut jawaban lugas, apakah Ia Kristus. Jawaban-Nya membuat mereka mengambil batu: "Aku dan Bapa adalah satu." Yesus lolos, menyeberangi Yordan, dan di sana banyak orang justru percaya.
Inti
Perhatikan urutannya: sebelum domba mengenal gembala, gembala sudah lebih dulu memanggil mereka dengan nama. Inti pasal ini bukan kualitas pendengaran kita, melainkan kualitas suara-Nya dan keteguhan tangan-Nya. Yesus tidak berkata bahwa domba selamat karena berpegang erat; Ia berkata "tak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Ku", lalu melapisinya dengan tangan Bapa yang "lebih besar daripada semua". Keselamatan di sini digambarkan sebagai genggaman berlapis dua, bukan sebagai prestasi rohani. Dan harga genggaman itu disebut terang-terangan: nyawa. Gembala yang baik bukan gembala yang efisien, melainkan gembala yang mati. Bedanya dengan orang upahan bukan keberanian, melainkan kepemilikan; Ia tinggal karena domba itu memang milik-Nya. Di sinilah kasih karunia berhenti menjadi teori dan menjadi nama Anda yang dipanggil.
Benang Merah
Yehezkiel pernah mendengar Allah murka pada para gembala Israel yang menggemukkan diri sendiri sementara kawanan tercerai-berai, dan Ia berjanji: Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku. Ketika Yesus berkata "Akulah gembala yang baik", Ia tidak sedang memilih metafora yang manis; Ia sedang mengklaim bahwa janji itu berdiri di hadapan mereka dengan tubuh dan suara. Tetapi ada yang tak terduga: gembala ilahi itu menang bukan dengan mengusir serigala, melainkan dengan mati. Dan kalimat "Aku juga mempunyai domba-domba lain yang bukan dari kandang ini" membuka pagar Israel ke arah bangsa-bangsa, jauh sebelum Paulus menempuh jalan itu. Satu kawanan, satu gembala: seluruh rencana penyelamatan dipadatkan dalam enam kata.
Cermin
Pertanyaan di Serambi Salomo itu sangat modern: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan jiwa kami bimbang?" Kita mengenal nada itu. Kita ingin kejelasan yang bisa diverifikasi sebelum kita menyerahkan diri, bukti yang membuat iman tidak lagi berisiko. Yesus menjawab bahwa bukti sudah diberikan; yang kurang bukan data, melainkan telinga. Itu menyakitkan. Dan ada cermin kedua: Anda mungkin mengenali diri lebih sebagai orang upahan daripada gembala, orang yang setia selama biayanya wajar, yang tetap di pernikahan, di gereja, di persahabatan, sampai serigala benar-benar muncul, lalu diam-diam mencari pintu. Kabar baiknya bukan bahwa Anda harus jadi gembala yang lebih baik, melainkan bahwa ada Gembala yang tidak lari ketika Anda lari.
Hari ini, ucapkan nama Anda sendiri dengan suara keras, lalu katakan setelahnya: "Tak seorang pun dapat merebut aku dari tangan-Nya." Sekali saja, sungguh-sungguh, di ruangan yang sepi.
Konteks
Pasal ini bersambung langsung dengan pasal sebelumnya: seorang buta sejak lahir baru saja disembuhkan dan justru diusir dari sinagoge oleh para pemimpin. Itulah latar gelapnya. Gembala palsu baru saja membuang seekor domba, dan Yesus menemukan dia di luar. Lalu di ayat 22 waktunya bergeser ke hari raya Penahbisan, Hanukkah, peringatan pentahbisan ulang Bait Allah setelah dinajiskan penguasa asing. Musim dingin, angin dari timur, karena itu orang berkumpul di Serambi Salomo yang terlindung. Pada perayaan tentang pemurnian Bait Allah, Yesus berkata bahwa Bapa telah "menguduskan" Dia dan mengutus-Nya ke dalam dunia. Bait yang sesungguhnya sedang berjalan di serambi itu.
Profil
Pendengar pertama tidak membayangkan lukisan pastoral yang manis. Mereka tahu bau kandang, tahu bahwa beberapa kawanan bermalam bersama di satu kandang batu dan pagi hari dipisahkan hanya dengan suara, bukan dengan tanda. Mereka juga tahu bahwa "gembala" adalah kata politis: raja-raja Israel disebut gembala, dan mereka hidup di bawah pemimpin yang memakan kawanan. Karena itu "pencuri dan perampok" terdengar seperti tuduhan langsung, bukan kiasan umum. Dan ketika Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu", mereka tidak salah paham; justru mereka mengerti terlalu baik. Batu di tangan mereka adalah bukti bahwa klaim itu tidak pernah dimaksudkan sebagai bahasa kiasan yang aman.
Detail
Ayat 18 menyimpan kalimat yang mudah terlewat: "Tidak seorang pun telah mengambilnya dari-Ku, melainkan Akulah yang memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri." Dalam Injil ini salib bukan kecelakaan yang menimpa seorang idealis yang naif. Beberapa ayat kemudian Yesus "lolos dari mereka", dan sebelumnya batu-batu sudah diangkat tetapi tidak dilemparkan. Ia tidak mati karena kehabisan pilihan; Ia mati ketika Ia memutuskan waktunya. Itu mengubah cara Anda memandang penderitaan-Nya: bukan nasib, melainkan pemberian. Dan itu juga mengubah cara Anda memandang kepemilikan-Nya atas Anda. Tangan yang menggenggam Anda adalah tangan yang sengaja membiarkan diri-Nya dipaku, bukan tangan yang kalah.
Refleksi
Suara siapa yang paling sering menentukan arah langkah Anda minggu ini, dan bagaimana Anda bisa membedakannya dari suara Gembala?
Di titik mana dalam hidup Anda, Anda bersikap seperti orang upahan: setia selama harganya masih terjangkau?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 10
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 10?
Tentang apakah YOHANES 10?
Apa konteks historis dari YOHANES 10?
Apa yang YOHANES 10 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 10 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 10
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ia memanggil domba-dombanya masing-masing dengan namanya dan menuntun mereka keluar." Bukan dipanggil sebagai kumpulan, tapi satu per satu, dengan nama. Gembala itu tahu mana yang pincang, mana yang penakut. Di tengah begitu banyak suara yang menuntut perhatianmu hari ini, suara mana yang benar benar menyebut namamu?
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku." Perhatikan yang di tengah: "Aku mengenal mereka." Bukan kau yang harus lebih dulu mengenal Dia dengan sempurna. Di tengah kerumunan yang menuntut bukti, Yesus justru berbicara soal suara yang dikenali hati. Hari ini, di antara begitu banyak suara yang menuntut perhatianmu, suara siapa yang paling kaupercaya?
Terima kasih, Yesus, karena Engkau lolos dari tangan mereka yang hendak menangkap-Mu. Waktu-Mu ada di tangan Bapa, bukan di tangan musuh. Aku bersyukur hidupku pun tidak ditentukan oleh ancaman orang, melainkan oleh rencana-Mu yang tidak bisa digagalkan siapa pun.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
