YOHANES 10:28
Teks
Yesus baru saja mengatakan hal yang keras kepada orang-orang yang mengepung-Nya di Serambi Salomo: kalian tidak percaya karena kalian bukan domba-Ku. Lalu Ia berbalik dan berbicara tentang mereka yang memang milik-Nya, dan nadanya berubah total. Domba-domba itu mendengar suara-Nya, Ia mengenal mereka, mereka mengikuti Dia, dan kepada mereka Ia berkata: "Aku memberikan hidup kekal kepada mereka, dan mereka tidak akan pernah binasa; dan tak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Ku." Tiga hal ditumpuk dalam satu napas: sebuah pemberian yang tidak dibeli, sebuah nasib yang dibatalkan, dan sebuah genggaman yang tidak bisa dipatahkan oleh siapa pun, termasuk oleh orang-orang yang sebentar lagi mengangkat batu untuk melempari-Nya.
Inti
Perhatikan siapa yang menjadi subjek dari setiap kata kerja di ayat ini. Bukan domba. Domba tidak mencapai hidup kekal, tidak bertahan agar tidak binasa, tidak menggenggam erat-erat supaya tidak lepas. Yesus memberikan, Yesus memegang. Hidup kekal di sini bukan upah bagi yang berprestasi rohani, melainkan pemberian yang mengalir dari Gembala yang beberapa kalimat sebelumnya berkata bahwa Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba. Artinya, keamanan yang dijanjikan di ayat 28 bukan optimisme kosong; harganya sudah disebutkan di ayat 11. Dan itu menyingkap sesuatu tentang Allah: Ia tidak menyelamatkan setengah jalan lalu menyerahkan sisanya kepada kekuatan kita. Kata "tidak akan pernah binasa" adalah penyangkalan mutlak, bukan kemungkinan yang diperkecil. Keselamatan, dalam mulut Yesus, adalah pekerjaan yang Ia selesaikan sendiri sampai tuntas.
Benang Merah
Janji "tak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Ku" tidak jatuh dari langit. Nabi Yehezkiel pernah menyampaikan kemarahan Allah atas gembala-gembala Israel yang menggemukkan diri sendiri sementara kawanan tercerai-berai menjadi mangsa binatang buas, dan di tengah kemarahan itu Allah bersumpah bahwa Ia sendiri yang akan mencari domba-Nya dan menggembalakan mereka. Sekarang seorang tukang kayu dari Nazaret berdiri di Bait Allah dan berkata bahwa domba-domba itu ada di tangan-Nya, dan bahwa Ia memberikan hidup kekal. Hanya Allah yang bisa berkata begitu. Karena itu ayat 30 bukan lompatan logika melainkan kesimpulan yang wajar: "Aku dan Bapa adalah satu." Seluruh rencana keselamatan bergerak ke titik ini, yaitu Allah yang tidak mengirim wakil melainkan datang sendiri, dengan tangan yang akan dilubangi paku demi kawanan-Nya.
Cermin
Kita mudah percaya bahwa Yesus mati bagi kita, dan jauh lebih sulit percaya bahwa Ia masih memegang kita hari ini. Anda tahu apa yang menggerogoti: laporan medis yang belum jelas, anak yang menjauh dari iman dan dari Anda, pekerjaan yang bisa hilang dalam satu rapat, dosa lama yang kembali muncul dan membuat Anda bertanya apakah Anda benar-benar milik-Nya. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa tidak ada yang mencoba merenggut Anda. Ada yang mencoba. Yang dijanjikan adalah bahwa percobaan itu gagal, karena kekuatannya diukur bukan terhadap Anda melainkan terhadap tangan Kristus. Iman Anda yang lemah tidak melonggarkan genggaman itu; genggaman itulah yang menopang iman Anda yang lemah. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu hal yang paling Anda takutkan akan merenggut Anda, lalu ucapkan dengan suara keras di atas kertas itu: "tak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Ku."
Detail
Kata "merebut" dalam bahasa Yunani adalah harpazō, kata yang dipakai untuk perampokan, untuk burung pemangsa yang menyambar, untuk perebutan dengan kekerasan. Yesus tidak sedang membayangkan domba yang tersesat lalu berjalan pergi diam-diam. Ia membayangkan serangan. Dan itu cocok dengan seluruh pasal ini: ada pencuri yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; ada serigala yang menerkam dan mencerai-beraikan; ada orang upahan yang lari. Dunia domba dalam khotbah ini adalah dunia yang berbahaya, bukan padang rumput yang tenang di kartu ucapan. Justru di dunia itulah janji ini punya bobot. Yesus tidak menghapus serigalanya. Ia berdiri di antara serigala dan kawanan, dan tangan-Nya lebih kuat daripada cakar mana pun.
Teks yang Bergema
Mazmur 23 sering dikutip di pemakaman, dan biasanya bagian yang dibaca adalah lembah kekelaman. Tetapi perhatikan bahwa pemazmur pun tidak berkata "aku tidak akan tersesat", melainkan "Engkau besertaku". Keamanan itu selalu bersandar pada Sang Gembala, tidak pernah pada kualitas dombanya. Bergema pula dari Yesaya 40, di mana Allah yang datang dengan tangan yang berkuasa digambarkan menggendong anak-anak domba di dada-Nya. Dua gambar yang sama-sama menyatukan kekuatan dan kelembutan, dan keduanya bertemu di Yohanes 10. Tangan yang cukup kuat untuk menahan perampok adalah tangan yang cukup lembut untuk memanggil setiap domba dengan namanya, seperti yang dikatakan ayat 3.
Profil
Pendengar pertama berdiri di sana pada hari raya Penahbisan, di musim dingin, di Serambi Salomo. Hari raya itu memperingati pembersihan Bait Allah setelah penindasan Antiokhus, ketika umat dijarah dan dicerai-beraikan oleh penguasa asing dan dikhianati oleh imam-imam mereka sendiri. Mereka tahu persis rasanya menjadi kawanan tanpa gembala yang benar. Mereka juga berdiri di bawah Roma. Karena itu pertanyaan mereka di ayat 24 bukan sekadar rasa ingin tahu teologis; mereka menginginkan Mesias yang merebut kembali bangsa dari tangan penjajah. Yesus menjawab dengan janji tentang tangan lain, tangan-Nya sendiri, dan tentang kebinasaan yang lebih dalam daripada kekalahan politik. Itulah sebabnya mereka mengambil batu. Jawaban-Nya terasa terlalu kecil dan sekaligus terlalu besar.
Refleksi
Ketika Anda merasa tidak aman secara rohani, apa yang sebenarnya sedang Anda ukur: kekuatan genggaman Anda pada Kristus, atau kekuatan genggaman-Nya pada Anda?
Jika Yesus sanggup memberikan hidup kekal, apa artinya itu bagi keyakinan Anda tentang siapa Dia sesungguhnya, bukan hanya tentang apa yang Anda terima dari-Nya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 10:28
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 10:28?
Tentang apakah YOHANES 10:28?
Apa konteks historis dari YOHANES 10:28?
Apa yang YOHANES 10:28 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 10:28 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 10
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ia memanggil domba-dombanya masing-masing dengan namanya dan menuntun mereka keluar." Bukan dipanggil sebagai kumpulan, tapi satu per satu, dengan nama. Gembala itu tahu mana yang pincang, mana yang penakut. Di tengah begitu banyak suara yang menuntut perhatianmu hari ini, suara mana yang benar benar menyebut namamu?
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku." Perhatikan yang di tengah: "Aku mengenal mereka." Bukan kau yang harus lebih dulu mengenal Dia dengan sempurna. Di tengah kerumunan yang menuntut bukti, Yesus justru berbicara soal suara yang dikenali hati. Hari ini, di antara begitu banyak suara yang menuntut perhatianmu, suara siapa yang paling kaupercaya?
Terima kasih, Yesus, karena Engkau lolos dari tangan mereka yang hendak menangkap-Mu. Waktu-Mu ada di tangan Bapa, bukan di tangan musuh. Aku bersyukur hidupku pun tidak ditentukan oleh ancaman orang, melainkan oleh rencana-Mu yang tidak bisa digagalkan siapa pun.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi