Penjelasan Alkitab

YOHANES 10:1

Alkitab

Teks

Yesus membuka dengan rumus yang dipakai-Nya ketika sesuatu yang berat akan diucapkan: "Sesungguhnya, Aku mengatakan kepadamu." Lalu gambarnya: sebuah kandang domba dengan satu pintu, dan seseorang yang tidak melewati pintu itu, melainkan "memanjat melalui jalan lain." Vonisnya jatuh tanpa basa-basi di ujung kalimat: "orang itu adalah pencuri dan perampok." Tidak ada dugaan, tidak ada kemungkinan kedua. Yesus belum menjelaskan siapa pintu itu, siapa domba-dombanya, siapa yang sedang Ia tuduh. Ia hanya melukis satu adegan: tembok, punggung yang membungkuk, tangan yang mencengkeram batu, tubuh yang menyeberang di tempat yang bukan pintu. Dan Ia berkata: begitulah rupanya pencurian.

Intinya

Perhatikan apa yang menentukan vonis di sini. Bukan motif, bukan hasil, bukan seberapa tulus orang itu mencintai domba. Yang menentukan adalah jalan masuk. Kamu boleh datang dengan niat terbaik di dunia; kalau kamu masuk lewat tembok, kamu perampok. Di balik itu ada satu keyakinan yang tidak bisa ditawar: domba-domba itu bukan milikmu. Kandang itu punya pemilik, dan pemilik itu menentukan pintunya. Inilah yang membuat ayat ini lebih tajam daripada sekadar peringatan terhadap guru palsu. Ia menyatakan bahwa umat Allah bukan wilayah tak bertuan yang bisa diklaim oleh siapa pun yang cukup berani memanjat. Setiap kali seseorang mendekati jiwa orang lain lewat jalan yang tidak diberikan Allah, entah dengan karisma, tekanan, rasa bersalah, atau kepandaian bicara, yang terjadi bukan pelayanan melainkan pembobolan.

Benang Merah

Gambar kandang domba tidak muncul dari udara kosong. Sepanjang Perjanjian Lama, Israel adalah kawanan dan Allah adalah Gembalanya, dan para raja serta imam hanyalah gembala titipan. Nabi Yehezkiel pernah menyampaikan gugatan keras: gembala-gembala Israel menggembalakan diri sendiri, memakan lemak dombanya, membiarkan yang lemah tercerai-berai, sampai Allah bersumpah akan datang sendiri mencari domba-domba-Nya. Ayat pertama pasal sepuluh ini berdiri tepat di atas janji itu. Yesus tidak sedang memberi nasihat kepemimpinan; Ia sedang mengumumkan bahwa pemilik kawanan telah tiba dan sedang memeriksa tembok. Dan beberapa kalimat kemudian Ia menutup lingkaran itu dengan cara yang mengejutkan: "Akulah pintu ke domba-domba itu." Pemilik, Gembala, dan jalan masuk yang sah ternyata satu Pribadi yang sama.

Cermin

Pertanyaan yang ayat ini ajukan kepadamu bukan "apakah kamu domba yang baik", melainkan "lewat mana kamu masuk". Dan itu menyentuh tempat-tempat yang tidak nyaman. Cara kamu memperoleh kepercayaan anak remajamu: lewat pintu, atau lewat rasa bersalah yang kamu tanamkan pelan-pelan? Cara kamu memimpin kelompok kecilmu: lewat pintu, atau lewat kesan bahwa mereka membutuhkanmu? Cara kamu memegang orang yang kamu kasihi: dengan tangan terbuka, atau dengan memanjat tembok privasinya karena kamu takut kehilangan kendali? Memanjat selalu terasa lebih efisien daripada menunggu pintu dibukakan. Itulah godaannya. Tetapi Yesus menamai efisiensi itu pencurian, karena yang kamu ambil adalah milik Orang lain.

Hari ini juga: tulis satu nama, orang yang paling ingin kamu kendalikan minggu ini, lalu ucapkan dengan suara terdengar, "Dia bukan dombaku. Dia domba-Mu."

Detail

Kata "perampok" dalam kalimat ini bukan sinonim manis untuk pencuri. Dalam bahasa aslinya dipakai kata lēstēs, yang bukan berarti pencopet diam-diam melainkan bandit bersenjata, perampok jalanan yang beroperasi dengan kekerasan, kata yang sama yang dipakai untuk Barabas dan untuk dua orang yang disalibkan di kiri kanan Yesus. Jadi Yesus menumpuk dua sosok: yang mengambil dengan licik, dan yang mengambil dengan paksa. Dua wajah dari satu dosa yang sama. Itu berarti pemimpin yang manipulatif dan pemimpin yang kasar berdiri dalam kategori yang identik di mata Yesus. Halus atau keras, yang menentukan tetap satu: kamu tidak lewat pintu, dan darah domba tidak pernah menjadi urusanmu.

Gema Kitab Suci

Yehezkiel 34 adalah latar belakang yang paling nyaring: di sana Allah memecat para gembala Israel karena mereka mengurus diri sendiri dan berjanji akan datang sendiri menggembalakan domba-Nya. Yesus mengambil alih janji itu dan menempatkan diri-Nya di dalamnya. Gema kedua justru terdengar dalam pasal ini sendiri, beberapa kalimat kemudian: "Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan memilikinya secara berlimpah." Perbandingan itu menjelaskan mengapa vonis di ayat satu begitu keras. Yang dipertaruhkan bukan tata tertib organisasi, melainkan hidup atau mati domba. Siapa yang masuk lewat tembok selalu akhirnya mengambil sesuatu dari orang yang dijangkaunya; Yesus masuk lewat pintu dan memberikan nyawa-Nya.

Konteks

Kalimat ini tidak berdiri sendiri; ia adalah lanjutan langsung dari peristiwa sebelumnya. Seorang buta sejak lahir disembuhkan, lalu diinterogasi, lalu dibuang keluar dari sinagoge oleh para pemimpin agama. Di dunia itu, dikeluarkan dari sinagoge berarti kehilangan jaringan sosial, pekerjaan, bahkan keluarga. Para pemimpin itu memegang kunci kandang dan memakainya untuk melempar seekor domba ke luar. Persis di situ Yesus mulai berbicara tentang tembok dan pintu, dan pendengar pertama-Nya adalah orang-orang Farisi yang baru saja melakukannya. Beberapa ayat kemudian latarnya menjadi jelas: musim dingin, hari raya Penahbisan, serambi Salomo, suasana yang panas oleh kenangan akan Bait Allah yang dulu dinajiskan oleh penguasa asing. Ironinya tajam: mereka merayakan pembersihan Bait Allah sambil mendengar Yesus menyebut mereka perampok.

Refleksi

Di relasi mana kamu paling sering tergoda memanjat tembok, dan apa yang sebenarnya kamu takutkan kalau kamu harus menunggu pintu dibukakan?

Kalau Yesus sendiri adalah pintunya, apa artinya bagi caramu mendekati orang yang ingin kamu bawa kepada-Nya minggu ini?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 10:1

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti YOHANES 10:1?
Yesus membuka dengan rumus yang dipakai-Nya ketika sesuatu yang berat akan diucapkan: "Sesungguhnya, Aku mengatakan kepadamu." Lalu gambarnya: sebuah kandang domba dengan satu pintu, dan seseorang yang tidak melewati pintu itu, melainkan "memanjat melalui jalan lain.
Tentang apakah YOHANES 10:1?
Gambar kandang domba tidak muncul dari udara kosong. Sepanjang Perjanjian Lama, Israel adalah kawanan dan Allah adalah Gembalanya, dan para raja serta imam hanyalah gembala titipan. Nabi Yehezkiel pernah menyampaikan gugatan keras: gembala-gembala Israel menggembalakan diri sendiri, memakan lemak dombanya, membiarkan yang lemah tercerai-berai, sampai Allah bersumpah akan datang sendiri mencari domba-domba-Nya.
Apa konteks historis dari YOHANES 10:1?
Hari ini juga: tulis satu nama, orang yang paling ingin kamu kendalikan minggu ini, lalu ucapkan dengan suara terdengar, "Dia bukan dombaku. Dia domba-Mu."
Apa yang YOHANES 10:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Yehezkiel 34 adalah latar belakang yang paling nyaring: di sana Allah memecat para gembala Israel karena mereka mengurus diri sendiri dan berjanji akan datang sendiri menggembalakan domba-Nya. Yesus mengambil alih janji itu dan menempatkan diri-Nya di dalamnya.
Bagaimana YOHANES 10:1 masih relevan hari ini?
Di relasi mana kamu paling sering tergoda memanjat tembok, dan apa yang sebenarnya kamu takutkan kalau kamu harus menunggu pintu dibukakan?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang John 10

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Syukur Editorial pada ayat 38

Terima kasih, Yesus, karena Engkau tidak membuang orang yang masih ragu, melainkan berkata: percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan itu. Aku bersyukur untuk setiap karya-Mu yang boleh kulihat, yang membuatku tahu dan mengerti bahwa Bapa ada di dalam Engkau dan Engkau di dalam Bapa.

Wawasan Editorial pada ayat 13

Ia lari karena ia hanyalah seorang upahan dan tidak peduli terhadap domba-domba itu." Si upahan tidak jahat. Ia hanya punya hitungan sendiri: nyawanya lebih berharga daripada dombanya. Maka saat serigala datang, ia pergi, dan itu wajar bagi hatinya.

Yesus memakai hitungan lain. Ia tinggal justru ketika semua orang menjauh. Siapa yang kamu andalkan menjagamu saat serigala datang?

Wawasan Editorial pada ayat 4

Setelah mengeluarkan semua dombanya, ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia karena mereka mengenal suaranya." Perhatikan: gembala tidak mendorong dari belakang, Dia berjalan lebih dulu. Jalan yang kamu takuti besok sudah Dia pijak. Dan domba mengenal suara itu bukan karena sekali dengar, melainkan karena setiap hari bersama. Seberapa akrab telingamu dengan suara-Nya?

Syukur Editorial pada ayat 17

Terima kasih, Yesus, karena Engkau memberikan nyawa-Mu dengan rela, bukan karena dipaksa. Engkau menyerahkan diri-Mu bagiku, lalu mengambilnya kembali, sehingga kematian tidak lagi menjadi akhir bagiku. Kasih Bapa yang Engkau bawa itu kini nyata dalam hidupku.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi