LUKAS 10:33
Teks Itu
Dua orang beragama telah berjalan lewat. Lalu datang seseorang yang tidak diharapkan siapa pun: "Akan tetapi, ada seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan lewat di situ. Dan, ketika ia melihat orang itu, ia merasa kasihan kepadanya." Ia juga sedang menempuh perjalanan, punya urusan, punya tujuan. Bedanya bukan pada waktu yang ia miliki, melainkan pada apa yang terjadi di dalam dirinya ketika matanya menangkap tubuh yang tergeletak itu. Ayat ini belum bercerita tentang perbuatan apa pun. Belum ada minyak, belum ada anggur, belum ada keledai atau uang dua dinar. Yang ada baru satu hal: seseorang melihat, dan hatinya bergerak. Seluruh perumpamaan berputar pada momen sunyi ini.
Inti
Perhatikan bahwa Yesus tidak memulai dengan keputusan, tetapi dengan gerak batin. Imam dan orang Lewi juga "melihat", kata itu dipakai untuk mereka juga. Jadi persoalannya bukan penglihatan mata, melainkan apa yang diizinkan masuk sampai ke dalam. Di sinilah teks ini menyentuh sesuatu yang dalam tentang Allah: belas kasihan bukan tambahan pada keadilan, bukan hiasan sopan di atas kewajiban agama. Belas kasihan adalah cara Allah memandang dunia yang terluka. Dan kalau demikian, maka pertanyaan ahli Taurat, "siapakah sesamaku manusia?", memang salah sasaran. Ia mencari batas; Yesus menunjukkan sebuah hati yang tidak bisa lagi menghitung batas. Kerajaan Allah datang bukan sebagai daftar kewajiban yang jelas, tetapi sebagai kemampuan baru untuk tergerak.
Benang Merah
Kata Yunani di balik "merasa kasihan" adalah splanchnizomai, dari kata untuk isi perut, bagian terdalam tubuh. Dalam Injil kata ini hampir selalu dipakai untuk Yesus sendiri: ketika Ia melihat orang banyak, ketika Ia melihat seorang ibu di Nain berjalan di belakang peti anaknya. Dan di dalam perumpamaan Yesus, kata ini muncul lagi pada bapa yang melihat anaknya yang hilang dari jauh. Jadi ketika Yesus meletakkan kata ini pada seorang Samaria, Ia sedang meletakkan gerak hati Allah sendiri pada tokoh yang paling dijauhi. Tanpa alegori yang dipaksakan, tetap terasa: yang datang dari luar, yang ditolak oleh pusat keagamaan, yang turun ke jalan berbahaya dan menanggung biaya, adalah pola hidup Kristus sendiri.
Cermin
Kita jarang berjalan melewati orang setengah mati di pinggir jalan. Tetapi kita melewati rekan kerja yang wajahnya berubah sejak perceraiannya, tetangga yang lampunya menyala sampai pagi, anak di kelas yang mulai sering absen, pesan yang kita baca dan tidak kita jawab karena minggu ini sudah terlalu penuh. Kita melihat. Kita betul-betul melihat. Lalu kita berjalan di sisi jalan yang lain, dan biasanya dengan alasan yang cukup baik untuk tidak terasa sebagai dosa. Yang membuat ayat ini tidak nyaman adalah bahwa ia tidak menuduh kita kejam. Ia hanya bertanya, dengan tenang, apakah masih ada sesuatu di dalam Anda yang bisa bergerak, atau apakah sudah lama tidak. Dan itu bukan pertanyaan yang bisa dijawab dengan tekad.
Sang Tokoh
Kita tidak tahu apa-apa tentang orang Samaria ini. Tidak namanya, tidak pekerjaannya, tidak alasannya berada di jalan itu. Yesus tidak memberitahu kita apakah ia orang saleh. Yang kita tahu hanya bahwa ia berada di wilayah orang yang membencinya, dan bahwa korban yang tergeletak itu hampir pasti adalah orang Yahudi yang, kalau sadar, mungkin tidak mau disentuh olehnya. Ia menolong seseorang yang tidak akan pernah menolongnya kembali. Diamnya tokoh ini mencolok: ia tidak berbicara sepatah kata pun kepada korban. Tidak ada khotbah, tidak ada penjelasan, tidak ada nasihat. Hanya kehadiran yang bekerja. Mungkin justru itulah gambaran belas kasihan yang paling murni: sesuatu yang lebih dulu dilakukan daripada dijelaskan.
Detail
Perhatikan kata sambung di awal: "Akan tetapi." Dua kali sebelumnya kalimat berjalan mulus, imam lewat, orang Lewi lewat, seolah dunia memang begitu adanya. Lalu satu kata memutus irama itu. Dalam bahasa aslinya ini adalah patahan yang tajam, dan Yesus jelas sengaja membangun ritme itu: lewat, lewat, dan kemudian tidak. Belas kasihan selalu berbentuk "akan tetapi". Ia mengganggu alur yang wajar. Ia adalah interupsi terhadap jadwal, terhadap logika keamanan diri, terhadap kebiasaan yang sudah kita anggap netral. Dan mungkin di situlah kita perlu berdiam sebentar: pernahkah hidup Anda menjadi "akan tetapi" bagi seseorang? Atau apakah Anda selama ini hanya bagian dari kalimat yang berjalan mulus?
Konteks
Jalan dari Yerusalem ke Yerikho menurun sekitar seribu meter dalam dua puluh tujuh kilometer, melewati ngarai berbatu yang terkenal sebagai sarang perampok. Orang berjalan cepat di sana, sebaiknya berkelompok. Berhenti berarti menjadikan diri sasaran berikutnya. Imam dan orang Lewi mungkin memikirkan aturan kenajisan menyentuh orang mati, atau mungkin hanya memikirkan nyawa mereka sendiri; Yesus tidak memberi alasan, dan diamnya itu bermakna. Adapun orang Samaria: permusuhan Yahudi-Samaria sudah berabad-abad, soal bait suci, soal darah, soal siapa yang menyembah dengan benar. Yesus sedang bercerita kepada seorang ahli Taurat yang datang untuk mencobai Dia. Dan Ia menempatkan musuh teologis orang itu sebagai satu-satunya tokoh yang berhati manusia.
Refleksi
Kapan terakhir kali hati Anda benar-benar bergerak melihat penderitaan seseorang, dan apa yang Anda lakukan dengan gerak itu sebelum ia mereda?
Siapa dalam hidup Anda yang paling tidak Anda harapkan menjadi pembawa belas kasihan Allah, dan apa yang harus mati di dalam Anda supaya Anda bisa menerimanya dari tangannya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 10:33
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 10:33?
Tentang apakah LUKAS 10:33?
Apa konteks historis dari LUKAS 10:33?
Apa yang LUKAS 10:33 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 10:33 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 10
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Yesus, karena Engkau tidak menyembunyikan kenyataan ketika berkata, "Aku mengutus kamu seperti anak-anak domba ke tengah-tengah kawanan serigala." Engkau memercayakan pekerjaan-Mu kepadaku yang lemah, dan Engkau sendiri Gembala yang menjaga domba-domba-Mu di jalan itu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi