LUKAS 16
Teks
Seorang bendahara yang akan dipecat memotong utang para penghutang tuannya supaya ada pintu rumah yang terbuka baginya ketika ia menganggur, dan Yesus justru memuji kecerdikannya, lalu menutup dengan kalimat yang memutus segala kompromi: "Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon." Ketika orang Farisi mengejek, Yesus bercerita lagi: tentang orang kaya berpakaian ungu dan Lazarus yang berbaring penuh borok di gerbangnya, dan tentang bagaimana posisi keduanya terbalik total sesudah kematian. Seluruh pasal ini diikat satu pertanyaan: apa yang kaulakukan dengan harta yang sebetulnya bukan milikmu.
Inti
Perhatikan kalimat yang mudah terlewat: "jika kamu tidak dapat dipercaya dalam menggunakan milik orang lain." Semua yang kita kelola, menurut Yesus, adalah milik orang lain. Kita bukan pemilik, kita bendahara. Dan itulah sebabnya mamon bisa menjadi tuan tandingan: uang selalu menawarkan diri sebagai milik, sebagai jaminan, sebagai identitas. Yesus tidak berkata bahwa uang itu jahat, Ia berkata uang itu ambisius; ia melamar posisi Allah dalam hidupmu. Karena itu pasal ini berakhir dengan neraka, bukan dengan nasihat keuangan. Yang dipertaruhkan bukan gaya hidup melainkan penyembahan. Dan Allah, kata Yesus kepada orang Farisi, "tahu isi hatimu yang sebenarnya" ketika manusia hanya melihat penampilan yang terhormat.
Benang Merah
Dua kali Abraham menyebut "Hukum Musa dan kitab para nabi" (ayat 29 dan 31), dan itu bukan kebetulan. Di akhir Injil Lukas, Yesus yang bangkit berjalan bersama dua murid ke Emaus dan, mulai dari Musa dan segala nabi, menjelaskan tentang diri-Nya sendiri. Lukas sengaja menaruh dua adegan ini seperti dua kaca yang saling memantulkan. Kalimat Abraham, "mereka tidak akan bisa diyakinkan, bahkan oleh seseorang yang bangkit dari antara orang mati," bukan sekadar penutup perumpamaan; itu nubuat tentang Paskah. Kebangkitan Kristus memang terjadi, dan memang tidak otomatis meyakinkan siapa pun yang sudah menutup telinga terhadap firman. Iman tidak lahir dari tontonan yang spektakuler, melainkan dari mendengar Musa dan para nabi yang sepanjang jalan menunjuk kepada Kristus.
Cermin
Ayat 10 melucuti kita di tempat yang paling sepele: perkara kecil. Nota pengeluaran yang dibulatkan sedikit. Pajak yang dilaporkan setengah jujur. Waktu kantor yang dipakai untuk urusan pribadi. Kita menyimpan semua itu dalam kategori "tidak seberapa", padahal Yesus berkata justru di sanalah karakter kita terbaca. Lalu ayat 15 melucuti kita di tempat kedua: kita ahli membenarkan diri di hadapan manusia. Kita tahu persis kalimat mana yang membuat kedermawanan kita terlihat, dan diam mana yang menyembunyikan keserakahan kita. Dan gerbang itu, gerbang tempat Lazarus berbaring, ada juga di hidupmu: nama tetangga, rekan kerja, saudara yang kesulitan, yang kaukenal namanya tetapi tidak pernah kausebut dalam doa maupun anggaran.
Tokoh Utama
Orang kaya itu tidak diberi nama, dan itu ironi yang tajam: di dunia ini semua orang tahu namanya, di cerita Yesus ia hanya "orang kaya". Yang mengerikan bukanlah bahwa ia kejam. Ia tidak menendang Lazarus; ia hanya melewatinya setiap hari. Dan bahkan dalam siksaan, kebiasaannya tidak berubah: "suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya." Ia tahu nama orang itu, ternyata selama ini tahu, dan tetap memperlakukannya sebagai pesuruh. Ada satu kelembutan padanya, kepedulian pada lima saudaranya, tetapi kasihnya berhenti di batas keluarga sendiri. Itulah potret manusia yang paling jujur dalam pasal ini: bukan monster, melainkan orang terhormat yang hatinya menyusut sampai seukuran meja makannya.
Detail
Lazarus adalah satu-satunya tokoh dalam perumpamaan Yesus yang diberi nama, dan namanya berarti sesuatu: Eleazar, "Allah menolong". Di gerbang itu, nama tersebut terdengar seperti ejekan. Tubuhnya penuh borok, anjing menjilatinya, ia mengharapkan remah yang jatuh, dan tidak ada tanda sedikit pun bahwa Allah menolong. Lalu ia mati, dan dibawa para malaikat. Nama yang tampak kosong itu ternyata benar sepanjang waktu, hanya belum terbukti. Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya membaca hidup dengan sabar: yang kelihatan sebagai bukti bahwa Allah absen sering kali hanya bukti bahwa cerita belum selesai. Dan orang kaya itu, yang punya segalanya kecuali nama, kehilangan justru apa yang dimiliki Lazarus.
Profil
Pendengar pertama adalah orang Farisi "yang adalah pencinta uang", dan mereka membaca kemakmuran sebagai tanda perkenan Allah. Karena itu perumpamaan ini terasa seperti tamparan teologis, bukan sekadar kritik sosial. Mereka juga tahu betul Ulangan 15, hukum yang memerintahkan agar tangan tidak dikatupkan terhadap orang miskin "di dalam pintu gerbangmu". Yesus menaruh Lazarus persis di gerbang itu. Jadi ketika Abraham berkata "mereka mempunyai Hukum Musa dan kitab para nabi", para pendengar tahu bahwa semua informasi yang dibutuhkan sudah lama ada di tangan mereka. Dan itu menjelaskan ayat 17: Taurat tidak dibatalkan sedikit pun. Masalahnya bukan kurangnya wahyu, melainkan hati yang membaca sambil melangkahi orang di gerbang.
Refleksi
Siapa nama orang yang setiap hari kaulewati di "gerbangmu", dan apa yang menghalangimu berhenti di sana?
Dalam perkara kecil apa minggu ini kejujuranmu diuji, dan apa yang jawabanmu ungkapkan tentang tuan yang sebenarnya kaulayani?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 16
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 16?
Tentang apakah LUKAS 16?
Apa konteks historis dari LUKAS 16?
Apa yang LUKAS 16 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 16 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 16
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Perhatikan bedanya: Lazarus "dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham", sedangkan orang kaya itu "mati dan dikuburkan". Yang satu diantar, yang satu hanya dikubur. Selama hidup Lazarus tergeletak di pintu gerbang tanpa ada yang mengangkatnya. Ternyata Allah sedang menyiapkan tangan yang jauh lebih lembut. Siapa yang mengabaikanmu hari ini tidak menentukan siapa yang menyambutmu nanti.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
