LUKAS 5
Teks
Pagi hari di tepi Danau Genesaret, bau amis masih melekat di jala-jala yang sedang dicuci setelah semalaman kosong; di situ Yesus naik ke perahu Simon, memakainya sebagai mimbar, lalu menyuruh nelayan yang letih itu menebarkan jala sekali lagi ke air dalam, dan tangkapan yang didapat begitu banyak sampai jala robek dan dua perahu hampir tenggelam. Simon bersujud dan minta Yesus pergi; Yesus justru memanggilnya menjala manusia. Sesudah itu Lukas merangkai empat perjumpaan yang mengejutkan: seorang kusta disentuh dan ditahirkan, seorang lumpuh diturunkan lewat atap dan justru pertama-tama diampuni dosanya, seorang pemungut cukai bernama Lewi dipanggil dari meja pajaknya, dan sebuah pesta besar di rumahnya memancing gerutu. Pasal ini ditutup dengan gambaran kain baru, anggur baru, kantong kulit yang lama.
Inti
Yang diguncang di pasal ini bukan terutama hukum alam, melainkan tata sosial dan keagamaan yang dianggap sudah beres. Di dunia Galilea abad pertama, kekudusan dijaga dengan jarak: orang kusta berteriak agar orang menyingkir, pemungut cukai dianggap najis karena bekerja untuk kekuasaan asing, orang berdosa tidak diajak makan. Yesus membalik arah aliran itu. Ia menyentuh, dan bukan Ia yang tercemar, melainkan si kusta yang tahir. Ia makan dengan orang-orang yang tidak pantas, dan meja itu tidak menajiskan-Nya melainkan menjadi tempat pertobatan. Klaim-Nya yang paling berani bukan penyembuhan, tetapi kalimat "Hai Saudara, dosamu sudah diampuni", sebab di telinga para ahli Taurat hanya Allah berhak berkata begitu. Anugerah di sini bukan sikap lunak; ia adalah kuasa yang menembus batas-batas yang manusia bangun dengan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh salah.
Benang Merah
Perhatikan urutan yang dipilih Lukas: panggilan, penyentuhan orang kusta, pengampunan orang lumpuh, lalu meja makan dengan pemungut cukai. Itu bukan kumpulan anekdot, melainkan sebuah pola yang sudah lama dijanjikan. Israel menanti hari ketika Allah sendiri datang menggembalakan umat-Nya, bukan lewat perantara yang menjaga jarak, tetapi dengan tangan-Nya sendiri. Perintah Yesus kepada si kusta untuk tetap pergi kepada imam dan mempersembahkan kurban "seperti yang telah diperintahkan oleh Musa" menunjukkan Ia tidak membatalkan Taurat; Ia menggenapinya dari dalam. Dan gambar terakhir, pengantin laki-laki, membawa kita ke bahasa para nabi yang menyebut Allah sebagai mempelai Israel. Yesus menempatkan diri-Nya di sana. Karena itu murid-murid-Nya makan, bukan berpuasa: pestanya sudah mulai, walau salib masih menanti di kalimat "ketika pengantin laki-laki itu diambil dari mereka".
Cermin
Simon tidak menolak Yesus karena kurang percaya; ia menolak karena terlalu percaya. "Pergilah dariku, Tuan, sebab aku adalah orang yang berdosa!" Itu reaksi orang yang tiba-tiba sadar siapa yang berdiri di perahunya. Kita mengenal gerakan itu: ketika hidup rohani terasa terlalu dekat, kita mencari kesibukan, menunda doa, memilih pelayanan yang aman daripada keintiman yang membongkar. Ada pula kemungkinan lain, bahwa Anda lebih mirip para ahli Taurat yang menggerutu di pinggir pesta, sudah bertahun-tahun setia, dan diam-diam kesal melihat orang yang baru datang diterima begitu saja. Anggur lama memang terasa lebih enak. Hari ini, tuliskan di kertas satu nama orang yang menurut Anda "tidak pantas" duduk semeja dengan Anda di gereja, lalu doakan nama itu dengan suara pelan selama dua menit.
Tokoh Utama
Yesus dalam pasal ini mengejutkan karena gabungan kuasa dan kesediaan. Ia tahu isi hati orang tanpa diberi tahu, Ia memerintahkan ikan dan penyakit, tetapi Ia juga meminjam perahu orang lain dan duduk di meja tuan rumah yang dibenci kota. Jawaban-Nya kepada si kusta hanya tiga kata dalam bahasa aslinya: Aku mau. Bukan "tentu saja", bukan penjelasan panjang; sebuah kehendak yang tegas. Lalu ayat 16, yang mudah terlewat: di tengah kerumunan yang membesar, Ia "sering pergi menyelinap ke tempat-tempat sunyi untuk berdoa". Popularitas tidak memabukkan-Nya. Kuasa yang Ia pakai bukan milik-Nya sendiri untuk dipamerkan, melainkan dijalani dalam ketergantungan pada Bapa. Itulah wajah Allah yang Lukas ingin kita lihat.
Konteks
Danau Genesaret bukan tempat wisata melainkan pabrik. Ikan digarami dan dikirim ke seluruh kekaisaran; nelayan seperti Simon menyewa hak menangkap ikan dan membayar cukai kepada penguasa Herodes. Lewi duduk di pos pajak, mungkin di jalur dagang dekat Kapernaum, memungut bea untuk kepentingan asing dengan margin untuk dirinya sendiri. Di mata tetangganya ia pengkhianat, bukan sekadar pendosa. Orang kusta hidup di luar kampung, dilarang mendekat, dan hanya imam yang boleh menyatakan ia tahir. Rumah-rumah beratap tanah liat di atas balok kayu menjelaskan mengapa keempat pengusung itu bisa membongkar atap. Dan kehadiran orang Farisi "dari semua kota" Galilea, Yudea, dan Yerusalem berarti satu hal: Yesus sedang diawasi secara resmi.
Intertekstualitas
Dua gema layak didengar. Yang pertama, Yesaya di Bait Allah yang berseru celaka karena ia orang najis bibir, lalu diutus; Simon mengulang gerakan itu di atas tumpukan ikan, dan jawabannya sama, "Jangan takut." Perjumpaan dengan kekudusan selalu menghancurkan lebih dulu, lalu mengutus. Yang kedua, aturan Imamat tentang orang kusta: sentuhan membuat najis, tanpa kecuali. Justru di titik itu Yesus mengulurkan tangan dan arahnya terbalik. Perjanjian Lama menjaga umat dari kematian dengan batas-batas; di dalam Kristus, hidup mengalir melewati batas itu tanpa mencemari-Nya. Bukan Taurat yang dianggap keliru, melainkan Taurat yang akhirnya bertemu dengan Yang lebih kuat daripada kenajisan.
Refleksi
Di bagian mana hidup Anda saat ini terasa seperti "jala yang sudah dicuci", sudah dianggap selesai, dan apa artinya menebarkannya sekali lagi hanya karena Ia yang menyuruh?
Anggur baru atau kantong lama: kebiasaan rohani mana yang Anda pertahankan karena benar, dan mana yang Anda pertahankan semata karena terasa lebih enak?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 5?
Tentang apakah LUKAS 5?
Apa konteks historis dari LUKAS 5?
Apa yang LUKAS 5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru." Yesus tidak sedang menambal kebiasaan lamamu, Dia sedang memberi hidup yang baru. Dan hidup baru butuh wadah baru: cara berpikir, kebiasaan, prioritas. Apa yang masih kamu pertahankan karena nyaman, padahal sudah tidak muat lagi menampung apa yang Tuhan kerjakan dalam dirimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
