LUKAS 5:17
Teks
Yesus sedang mengajar di sebuah rumah, dan kali ini pendengar-Nya bukan hanya orang kampung yang penasaran. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat datang dari mana-mana, dari desa-desa Galilea, dari Yudea, bahkan dari Yerusalem, dan mereka duduk di sana. Lukas menambahkan satu kalimat yang mudah terlewat: "kuasa Tuhan menyertai Yesus sehingga Dia dapat menyembuhkan orang banyak." Jadi di ruangan itu ada dua hal sekaligus: barisan pengamat resmi yang datang untuk menilai, dan kuasa Allah yang hadir untuk memulihkan. Ayat ini adalah panggung, bukan peristiwa. Semua yang terjadi sesudahnya, atap yang dibongkar, dosa yang diampuni, orang lumpuh yang berjalan pulang, terjadi di ruangan yang sudah penuh sesak oleh mata yang mengawasi. Dan tidak seorang pun dari para pengamat itu, sejauh yang Lukas catat, pulang dengan disembuhkan.
Inti
Perhatikan susunan kalimatnya. Kuasa Tuhan hadir, tersedia, siap, dan ruangan itu penuh orang yang paling tahu Kitab Suci di seluruh negeri. Namun kuasa itu tidak otomatis mengalir kepada siapa saja yang kebetulan berada di dekatnya. Ia mengalir kepada seorang lumpuh yang harus diturunkan lewat lubang di atap oleh empat orang yang nekat. Inilah yang Lukas ingin kita lihat: kedekatan fisik dengan Yesus bukanlah jaminan apa-apa. Yang menentukan bukan siapa yang duduk paling depan, melainkan siapa yang datang sebagai orang yang butuh. Kerajaan Allah bukan hadiah bagi yang paling terpelajar atau paling rajin beribadah; ia adalah rumah sakit yang pintunya terbuka bagi yang mengaku sakit. Kuasa Allah tidak kurang di ruangan itu. Yang kurang adalah pengakuan bahwa diri sendiri perlu disembuhkan.
Benang Merah
Kalimat "kuasa Tuhan menyertai Yesus" bukan sekadar catatan pinggir Lukas. Sepanjang Injilnya, Lukas terus menunjukkan bahwa Yesus bekerja bukan dari kekuatan diri-Nya sebagai manusia yang hebat, melainkan dari kuasa Allah yang turun dan tinggal pada-Nya, sama seperti para nabi dahulu diurapi untuk membawa kabar pembebasan. Yang baru di sini: kuasa itu tidak lagi datang sesekali dan pergi lagi, tetapi menetap pada satu Pribadi yang duduk di ruangan itu dan bisa disentuh. Dan arah kuasa itu selalu sama. Beberapa ayat kemudian Yesus sendiri merumuskannya: "Bukan orang-orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang-orang sakit." Itulah benang merah dari Kejadian sampai Wahyu. Allah selalu bergerak ke arah yang rusak, yang terbuang, yang tidak bisa berdiri sendiri. Salib adalah titik di mana gerakan itu mencapai dasarnya.
Cermin
Kamu bisa hadir di ruangan yang penuh kuasa Allah dan pulang dengan tangan kosong, bukan karena Allah pelit, tetapi karena kamu datang sebagai penilai. Ini bukan tuduhan untuk orang lain. Ini untuk kamu yang membaca Alkitab setiap pagi, yang memimpin kelompok kecil, yang menyiapkan renungan Minggu. Kamu tahu isi Kitab Suci. Kamu duduk paling depan. Dan justru karena itu, kamu jarang sekali datang kepada Yesus sebagai orang yang butuh disembuhkan. Kamu datang untuk mengumpulkan bahan, untuk memeriksa apakah khotbah tadi cukup alkitabiah, untuk mengukur orang lain. Sementara ada bagian dalam dirimu yang lumpuh dan sudah bertahun-tahun tidak kamu bawa kepada siapa pun: kemarahan lama pada orangtuamu, kebiasaan yang kamu sembunyikan, kecemasan soal uang yang membuatmu tidak bisa tidur. Hari ini, ambil kertas, tulis satu hal dalam hidupmu yang paling ingin kamu sembunyikan dari orang-orang di gerejamu, lalu ucapkan dengan suara keras kepada Yesus: "Inilah aku, aku butuh disembuhkan." Lalu bakar atau robek kertas itu.
Profil
Lukas menulis untuk pembaca seperti Teofilus, orang-orang yang bukan bagian dari lingkaran dalam agama Yahudi. Bagi mereka, kalimat "orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang datang dari semua kota" berbunyi mengancam. Ini bukan sekadar beberapa tokoh agama yang penasaran; ini seperti delegasi resmi, lengkap dengan utusan dari Yerusalem, pusat kekuasaan keagamaan. Mereka datang untuk menentukan apakah guru dari Nazaret ini layak atau berbahaya. Pembaca pertama Lukas tahu persis apa artinya diawasi oleh mereka yang berhak menentukan siapa masuk dan siapa keluar. Dan mereka pasti merasakan getaran ketika membaca bahwa yang akhirnya disentuh kuasa Allah bukan para pemegang otoritas itu, melainkan seorang lumpuh tanpa nama yang bahkan tidak bisa masuk lewat pintu. Bagi orang luar, kalimat itu terdengar seperti pintu yang terbuka.
Tokoh Utama
Yang menarik dari Yesus di ayat ini adalah ketenangan-Nya. Dia sedang mengajar, dan ruangan itu penuh mata yang menilai setiap kalimat-Nya. Dia tahu itu. Namun Dia tidak menyesuaikan diri, tidak melunakkan ajaran-Nya, tidak juga menantang mereka lebih dulu. Dia terus mengajar. Ayat sebelumnya memberi kunci: "Yesus sering pergi menyelinap ke tempat-tempat sunyi untuk berdoa." Dari kesunyian itulah Dia melangkah ke ruangan yang penuh tekanan. Kuasa yang menyertai-Nya bukan hasil kepercayaan diri, melainkan hasil kelekatan dengan Bapa. Inilah lanskap batin Yesus: seorang yang tidak butuh persetujuan para ahli, karena Dia sudah menerima segalanya dalam doa. Dan justru karena Dia tidak butuh apa-apa dari mereka, Dia bebas mengasihi orang yang paling tidak berguna di ruangan itu.
Pertanyaan
Mengapa kuasa yang hadir di ruangan itu tidak menyembuhkan orang-orang Farisi juga? Lukas tidak berkata Allah menolak mereka. Dia hanya mencatat bahwa mereka duduk di sana dan bertanya-tanya dalam hati. Ada misteri yang tidak boleh kita ratakan: kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah hati yang tertutup adalah sebab atau akibat. Yang jelas dari teks ini hanya satu hal, dan itu cukup mengganggu: kehadiran kuasa Allah tidak memaksa siapa pun. Ia bisa memenuhi sebuah ruangan tanpa mengubah orang yang duduk di dalamnya. Itu seharusnya membuat kita gemetar setiap kali kita masuk gereja dengan sikap sudah tahu.
Refleksi
Kapan terakhir kali kamu datang kepada Yesus bukan untuk mencari bahan atau jawaban, melainkan sebagai orang yang sakit?
Bagian mana dari dirimu yang kamu anggap sudah terlalu lama lumpuh untuk diserahkan lagi?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 5:17
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 5:17?
Tentang apakah LUKAS 5:17?
Apa konteks historis dari LUKAS 5:17?
Apa yang LUKAS 5:17 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 5:17 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru." Yesus tidak sedang menambal kebiasaan lamamu, Dia sedang memberi hidup yang baru. Dan hidup baru butuh wadah baru: cara berpikir, kebiasaan, prioritas. Apa yang masih kamu pertahankan karena nyaman, padahal sudah tidak muat lagi menampung apa yang Tuhan kerjakan dalam dirimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi