LUKAS 9:10
Teks
Para rasul pulang. Mereka baru saja mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, memberitakan Kerajaan Allah tanpa bekal, tanpa uang, tanpa baju cadangan, dan sekarang mereka berdiri di hadapan Yesus dan menceritakan "segala sesuatu yang sudah mereka lakukan." Laporan itu pasti panjang; Lukas tidak mengutip satu kalimat pun darinya. Yang ia catat justru tanggapan Yesus: Dia tidak memuji, tidak mengevaluasi, tidak menyuruh mereka berangkat lagi. Dia "mengajak mereka untuk menyendiri ke sebuah kota bernama Betsaida." Satu ayat, dua gerakan: pulang dan menceritakan, lalu ditarik menjauh dari keramaian. Di antara pengutusan yang riuh dan mukjizat lima roti yang akan menyusul, ada jeda sunyi yang sengaja ditempatkan di sana, dan jeda itulah isi ayat ini.
Inti
Perhatikan siapa yang mendengar laporan itu. Bukan kerumunan, bukan Herodes yang penasaran, bukan sesama murid yang bisa saling membandingkan angka. Mereka menceritakannya kepada Yesus. Pelayanan yang mereka lakukan bukan prestasi yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik, melainkan kuasa pinjaman yang dikembalikan kepada Pemiliknya. Dan tanggapan Yesus menyingkapkan bagaimana Allah memperlakukan pekerja-Nya: Dia tidak memeras, Dia menarik. Kerajaan Allah tidak bergerak maju karena murid-murid kehabisan tenaga demi Dia, tetapi karena mereka terus-menerus dikembalikan kepada Dia. Di sini terlihat sesuatu yang mudah kita lupakan: keintiman mendahului keefektifan, bukan sebaliknya. Yesus tidak sedang memberi mereka hadiah liburan atas kinerja bagus. Dia sedang melindungi mereka dari bahaya paling halus dalam pelayanan, yaitu mulai percaya bahwa yang bekerja adalah tangan mereka sendiri.
Benang Merah
Pola ini bukan pertama kalinya muncul. Sepanjang Perjanjian Lama, Allah menuntun umat-Nya keluar dari keramaian sebelum Ia berbicara: Musa ke gunung, Elia ke gua, Israel ke padang gurun sebelum masuk tanah perjanjian. Padang gurun bukan hukuman melainkan ruang pembentukan, tempat orang belajar bahwa hidupnya bergantung pada roti yang tidak ia tanam. Yesus melakukan hal yang sama dengan kedua belas murid-Nya, dan bukan kebetulan bahwa persis di tempat sepi itu Dia akan memecahkan lima roti bagi lima ribu orang. Gembala dalam Mazmur 23 membaringkan dombanya sebelum menuntunnya lebih jauh; Yesus berdiri dalam garis itu. Dan pada akhirnya Dialah yang ditarik sendirian ke tempat paling sunyi, Getsemani lalu salib, supaya kita punya tempat untuk pulang.
Cermin
Jujurlah sebentar. Kepada siapa sebenarnya kamu menceritakan apa yang kamu kerjakan? Ada laporan yang kita susun untuk atasan, ada versi yang kita ceritakan di meja makan, ada versi yang kita unggah, dan ada versi yang kita simpan supaya orang tidak tahu betapa lelah kita. Ayat ini menyodorkan pertanyaan yang tidak nyaman: adakah versi yang kamu ceritakan kepada Yesus, lengkap dengan yang gagal? Banyak dari kita takut berhenti, bukan karena pekerjaan Tuhan mendesak, melainkan karena dalam diam kita kehilangan bukti bahwa kita berguna. Kesibukan rohani adalah tempat persembunyian yang sangat terhormat. Yesus menarik murid-Nya justru saat mereka sedang berhasil, karena keberhasilan lebih licin daripada kegagalan.
Hari ini: tutup pintu selama sepuluh menit, sebutkan dengan suara terdengar kepada Yesus tiga hal yang kamu kerjakan pekan ini, termasuk yang tidak berhasil, lalu jangan ceritakan itu kepada siapa pun hari ini.
Konteks
Ayat ini berdiri persis setelah Herodes, sang raja wilayah, yang baru memenggal Yohanes Pembaptis, mulai penasaran: "siapakah Orang ini yang tentang-Nya kudengar kabar yang sedemikian?" Rasa ingin tahu penguasa yang sudah membunuh seorang nabi bukanlah kabar baik. Gerakan Yesus dan kedua belas murid-Nya kini terlihat, terdengar sampai istana, dan berbahaya. Betsaida terletak di tepi timur laut Danau Galilea, di luar wilayah kekuasaan Herodes Antipas. Jadi menyendiri di sini bukan sekadar istirahat rohani; ada perhitungan yang sangat membumi soal waktu dan keselamatan. Yesus tahu kapan harus tampil dan kapan harus menghilang. Ia tidak membiarkan agenda-Nya ditentukan oleh keingintahuan seorang raja maupun oleh antusiasme kerumunan.
Profil
Lukas menulis bagi orang-orang percaya generasi berikutnya, banyak di antaranya bukan Yahudi, yang hidup di kota-kota kekaisaran dan tahu betul rasanya melayani sambil diawasi. Mereka membaca kisah ini ketika para rasul sudah menjadi legenda. Justru itulah yang membuat ayat ini penting bagi mereka: para rasul yang mereka kagumi ternyata perlu ditarik menjauh, perlu dilindungi dari kelelahan dan dari nama besar mereka sendiri. Bagi pembaca yang gerejanya kecil, terancam, dan gampang merasa kalah jumlah, ada pesan yang menenangkan sekaligus menantang. Pekerjaan Kerajaan tidak diukur dari seberapa habis kamu terpakai. Yang mengutus juga yang memanggil pulang, dan keduanya adalah tindakan kasih yang sama.
Tokoh Utama
Yang paling mencolok dari Yesus di sini adalah apa yang tidak Dia lakukan. Tidak ada pujian, tidak ada koreksi, tidak ada dorongan untuk segera berangkat lagi. Dia mendengarkan, lalu mengajak. Ada kelembutan seorang guru yang mengenal batas murid-murid-Nya lebih baik daripada mereka sendiri, dan ada kewaspadaan seorang pemimpin yang baru kehilangan sahabat sepelayanan, Yohanes Pembaptis, di tangan Herodes. Yesus berduka, waspada, dan tetap merawat. Dan beberapa ayat kemudian, ketika kerumunan merusak kesunyian itu, Dia tidak mengusir mereka melainkan "sambil menyambut mereka." Inilah wajah Allah yang sesungguhnya: Dia menjaga kita dari kelelahan tanpa pernah menutup pintu bagi yang datang terlambat.
Refleksi
Apa yang paling kamu takutkan hilang jika selama satu hari kamu berhenti melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain?
Siapa dalam hidupmu yang sedang berhasil dan justru karena itu perlu kamu ajak menyendiri sejenak, bukan kamu beri tugas baru?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 9:10
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 9:10?
Tentang apakah LUKAS 9:10?
Apa konteks historis dari LUKAS 9:10?
Apa yang LUKAS 9:10 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 9:10 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Luke 9?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi