MARKUS 6
Teks Itu
Yesus kembali ke kampung-Nya sendiri dan justru di sana Ia ditolak; orang-orang yang mengenal keluarga-Nya tidak sanggup melihat lebih jauh daripada pekerjaan tangan-Nya. Ia mengutus kedua belas murid tanpa bekal, dan sementara mereka berkeliling, Markus menyelipkan kisah kelam tentang Herodes yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis di sebuah pesta ulang tahun. Lalu para rasul kembali kelelahan, Yesus memberi makan lima ribu orang di padang gurun, berjalan di atas air melawan angin malam, dan di Genesaret orang-orang sakit dibaringkan di pasar-pasar hanya agar dapat menjamah ujung jubah-Nya.
Inti
Perhatikan dua raja yang diletakkan Markus berdampingan. Herodes mengadakan perjamuan untuk "para pejabat tinggi, perwira, dan pemimpin Galilea," dan perjamuan itu berakhir dengan kepala seorang nabi di atas baki. Yesus mengadakan perjamuan di rumput hijau untuk orang-orang desa yang tidak punya siapa-siapa, dan perjamuan itu berakhir dengan dua belas keranjang sisa. Yang satu bersumpah memberikan "separuh dari kerajaanku" dan tidak sanggup menolak seorang gadis; yang lain tidak punya apa-apa selain lima roti dan mengenyangkan lima ribu orang. Kerajaan Allah datang bukan dengan cara menaklukkan meja perjamuan Herodes, melainkan dengan membuka meja lain, di tempat sepi, tanpa daftar tamu. Kuasa Allah tampak justru di tangan yang kosong.
Benang Merah
"Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala." Bagi telinga Yahudi kalimat itu bukan sentimen, itu tuduhan. Musa memakainya ketika ia memohon pengganti bagi umat, dan para nabi memakainya untuk menghantam para pemimpin yang menggemukkan diri sementara kawanan tercerai-berai. Markus menyebutnya justru setelah kita melihat Herodes berpesta. Inilah gembala palsu Galilea, dan inilah Gembala yang sesungguhnya, yang membuat kawanan-Nya duduk di rumput hijau, seperti yang dijanjikan Mazmur 23. Roti di padang gurun juga bukan kebetulan: Israel pernah dikenyangkan manna di padang, dan sekarang Yang lebih besar dari Musa membagi roti dengan tangan-Nya sendiri, lalu memberikannya kepada murid-murid untuk dibagikan. Pola itu akan terulang pada malam terakhir-Nya.
Cermin
Nazaret tidak menolak Yesus karena ajaran-Nya sesat. Mereka menolak-Nya karena mereka mengenal-Nya terlalu lama. "Bukankah Dia seorang tukang kayu, anak Maria?" Keakraban ternyata bisa menjadi tembok yang lebih tebal daripada permusuhan. Anda mungkin merasakan hal itu terhadap Alkitab yang sudah Anda baca berkali-kali, terhadap gereja yang mekanismenya Anda hafal, terhadap suami atau anak yang Anda anggap sudah selesai Anda kenali. Kita mengarsipkan orang, lalu heran mengapa Allah tidak bergerak. Markus menulis kalimat yang membuat merinding: "Dia heran karena ketidakpercayaan mereka." Bukan mereka yang heran pada-Nya, tetapi Ia yang heran pada mereka. Hari ini, sebutkan satu nama, orang yang sudah lama Anda anggap tidak akan pernah berubah, dan doakan namanya dengan suara terdengar selama dua menit.
Pertanyaan
Ayat 5 mengganggu: "Yesus tidak dapat mengadakan mukjizat di sana." Tidak dapat. Bukan tidak mau. Apakah ketidakpercayaan manusia sungguh mampu mengikat tangan Anak Allah? Jangan buru-buru menghaluskannya menjadi "Ia memilih untuk tidak." Markus menulis apa yang ia tulis. Dan bandingkan dengan Yohanes Pembaptis: orang benar, orang suci, dipenjara karena berkata jujur kepada penguasa, dan mati bukan karena keputusan besar, tetapi karena seorang raja mabuk gengsi di depan tamunya. Tidak ada pembelaan dari surga, tidak ada penjelasan. Markus hanya mencatat bahwa murid-muridnya datang mengambil tubuhnya dan meletakkannya di dalam kubur. Ada ruang di dalam kerajaan Allah di mana kuasa-Nya menahan diri secara nyata, dan kita tidak diberi rumusnya.
Antarteks
Yehezkiel 34 adalah latar yang membuat pasal ini berbunyi: nabi itu mengecam gembala-gembala Israel yang memakan kawanan sendiri, dan Allah berjanji, "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku." Bacalah ayat 34 di sini dengan janji itu di telinga, dan Anda mengerti mengapa Yesus mengajar mereka lebih dahulu sebelum memberi mereka makan; gembala memberi makan dengan firman juga. Dan ketika Ia berjalan di atas air lalu berkata, "Ini Aku!", pilihan kata itu menggemakan nama yang diberikan kepada Musa di semak yang menyala, "AKU ADALAH AKU". Murid-murid berpikir mereka melihat hantu. Mereka sedang melihat Allah Israel melangkah melewati badai mereka.
Profil
Markus menulis untuk orang-orang yang tahu rasanya diseret keluar rumah karena nama Yesus, mungkin di Roma, mungkin di bawah Nero. Bagi mereka, kisah Yohanes Pembaptis bukan sejarah menarik, itu cermin. Nabi yang setia mati sendirian di sel, sementara pesta terus berlangsung di lantai atas. Markus tidak menyembunyikannya, dan justru itu yang menguatkan. Ia juga menceritakan pengutusan tanpa uang, tanpa tas, tanpa pakaian ganti, kepada orang-orang yang benar-benar bergantung pada tumpangan sesama saudara. "Tinggallah di sana sampai kamu pergi" adalah nasihat praktis untuk pemberita yang tidak boleh mencari rumah yang lebih nyaman. Dan detail yang paling menyentuh: orang-orang sakit dibaringkan di pasar, di keramaian, di antara bau ikan dan debu, memohon menjamah ujung jubah. Di situlah kesembuhan datang.
Refleksi
Siapa dalam hidup Anda yang sudah Anda "kenali" sedemikian rupa sehingga Anda tidak lagi mengharapkan Allah bekerja di dalamnya?
Meja mana yang Anda perjuangkan: meja Herodes dengan tamu-tamu penting, atau rumput hijau tempat orang tanpa nama dikenyangkan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Mark 6
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MARKUS 6?
Tentang apakah MARKUS 6?
Apa konteks historis dari MARKUS 6?
Apa yang MARKUS 6 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MARKUS 6 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Mark 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Lalu, dia bersumpah kepada gadis itu, 'Apa pun yang kamu minta dariku, akan kuberikan kepadamu, sampai setengah dari kerajaanku.'" Herodes menjanjikan sesuatu yang bahkan bukan miliknya, hanya supaya terlihat hebat di depan tamu-tamunya. Dan janji besar itu berakhir dengan kepala Yohanes di atas nampan. Berapa banyak katamu yang lahir bukan dari hati, tapi dari rasa takut dipandang kecil?
Bapa, Engkau tidak hanya mencukupi, tetapi menyisakan lebih dari yang kami butuhkan. Ajar aku percaya bahwa di tangan-Mu, yang sedikit menjadi cukup, bahkan berlimpah. Tolong aku berhenti cemas dan mulai menghitung sisa keranjang kebaikan-Mu yang masih penuh hari ini.
Lalu, Yesus menyuruh semua orang itu duduk berkelompok-kelompok di rumput hijau." Sebelum roti dibagi, Dia menyuruh mereka duduk. Di rumput hijau, persis seperti Gembala yang membaringkan domba-Nya di padang berumput hijau. Kadang langkah pertama dari mukjizat bukan bekerja lebih keras, melainkan duduk dan percaya bahwa Dia sudah menyiapkan tempat untukmu.
Mereka sedang mendayung melawan angin, lelah, dan ketika Yesus datang, "mereka mengira bahwa itu adalah hantu, dan mereka berteriak." Yang paling ditakuti ternyata Yesus sendiri. Kadang pertolongan datang dalam bentuk yang tidak kita kenali, dan kita berteriak ketakutan padahal Dia sedang berjalan mendekat.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi