MATIUS 6:26
Teks
Yesus memutus rantai kekhawatiran dengan sebuah gerakan tangan: lihat ke atas. Bukan ke dompet, bukan ke lumbung, tetapi ke burung-burung yang melintas di langit Galilea. Mereka tidak menabur benih di musim hujan, tidak memegang sabit di musim panen, tidak punya gudang tempat hasil disimpan untuk berjaga-jaga. Tiga kata kerja yang justru menggambarkan seluruh siklus hidup petani Palestina dihapus sekaligus. Dan toh burung-burung itu makan setiap hari, sebab, kata Yesus, "Bapa surgawimu memberi mereka makan." Lalu datang pertanyaan yang sebenarnya menjadi inti ayat ini, pertanyaan yang dibiarkan menggantung tanpa jawaban karena jawabannya sudah jelas: "Bukankah kamu lebih berharga daripada mereka?" Perbandingannya bukan soal burung. Perbandingannya soal siapa Anda di mata Bapa.
Inti
Perhatikan apa yang tidak dikatakan Yesus. Ia tidak berkata alam itu indah, atau kekhawatiran itu buruk bagi kesehatan. Ia berbicara tentang karakter Allah dan memberi-Nya satu nama yang menentukan segalanya: Bapa. Burung-burung diberi makan, tetapi mereka tidak pernah memanggil-Nya Bapa; Anda bisa. Di situlah letak logika ayat ini, sebuah argumen dari yang kecil ke yang besar yang sering dipakai para rabi: kalau Allah sudah berbuat demikian bagi yang lebih rendah, apa yang akan Ia lakukan bagi yang lebih berharga? Kekhawatiran, dengan demikian, bukan sekadar kelemahan saraf. Ia adalah pernyataan diam-diam tentang Allah, bahwa Ia mungkin Pencipta, mungkin juga Hakim, tetapi bukan Bapa yang menanggung saya. Dan di titik itu kekhawatiran menjadi perkara iman, bukan perkara temperamen.
Benang Merah
Burung yang diberi makan setiap pagi bukan gambar baru. Israel pernah hidup persis begitu selama empat puluh tahun: roti yang turun setiap pagi di padang gurun, cukup untuk sehari, dan siapa yang menimbunnya untuk besok mendapati timbunannya berulat (Keluaran 16). Allah melatih umat-Nya hidup tanpa lumbung. Yesus mengambil pelajaran itu dan memasangnya kembali di depan mata para petani Galilea. Tetapi ada yang bergeser. Dalam doa yang baru saja Ia ajarkan di pasal yang sama, "Berikanlah kami, pada hari ini, makanan kami yang secukupnya," pemberi manna itu dipanggil Bapa. Dan Yesus sendiri, yang di padang gurun menolak mengubah batu menjadi roti, adalah satu-satunya manusia yang sepenuhnya hidup dari tangan Bapa-Nya. Ia tidak menyuruh kita menempuh jalan yang belum Ia tempuh.
Cermin
Anda mungkin tidak khawatir soal makanan besok. Kekhawatiran Anda lebih rapi daripada itu: kontrak kerja yang berakhir Desember, saldo yang Anda cek lagi menjelang tidur padahal angkanya tidak berubah sejak sore, biaya sekolah anak tahun depan, hasil pemeriksaan yang belum keluar. Dan Anda menyebutnya tanggung jawab, bukan kekhawatiran, karena kata "tanggung jawab" terdengar lebih dewasa. Yesus tidak melarang Anda menabur dan menuai; Ia melarang Anda hidup seolah lumbung Anda adalah satu-satunya yang berdiri antara Anda dan kehancuran. Pertanyaan-Nya menusuk justru di sana: kalau Anda sungguh percaya diri lebih berharga di mata Bapa daripada seekor burung pipit, mengapa Anda bertindak seperti anak yatim? Hari ini, berdirilah di luar atau di dekat jendela selama lima menit, tanpa ponsel, sampai Anda benar-benar melihat seekor burung, lalu ucapkan dengan suara terdengar satu hal yang Anda khawatirkan, dan sesudahnya kalimat Yesus: "Bukankah kamu lebih berharga daripada mereka?"
Konteks
Yang duduk di lereng bukit itu bukan orang dengan tabungan. Sebagian besar pendengar Yesus adalah petani kecil dan buruh harian di Galilea, yang hidup dari panen ke panen di bawah tekanan pajak Romawi dan sewa tanah. Gagal panen bukan berarti anggaran menipis; artinya lapar, berutang, lalu kehilangan tanah. Dalam dunia seperti itu, lumbung bukan simbol keserakahan melainkan simbol kelangsungan hidup. Dan justru kepada orang-orang inilah Yesus berkata: jangan khawatir. Letaknya pun tidak kebetulan. Ayat ini berdiri tepat sesudah "Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon," dan menuju "carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya." Kekhawatiran, dalam susunan ini, adalah bentuk halus dari penyembahan mamon, ibadah kepada uang yang dilakukan tanpa pernah merasa kaya.
Tokoh Utama
Tokoh utama ayat ini bukan burung, bukan juga pendengar. Yang berdiri di tengah adalah Bapa surgawi, dan yang mencolok dari-Nya adalah cara Ia bekerja: diam-diam, harian, tanpa diminta. Burung-burung tidak berdoa, tidak bersyukur, tidak tahu siapa yang memberi; mereka hanya menemukan. Allah memberi makan makhluk yang tidak menyadari Ia ada. Itu bukan kelembutan yang sentimental, itu kelembutan yang keras kepala. Dan perhatikan bahwa Ia memberi makan, bukan menimbun bagi mereka. Burung tetap harus mencari sepanjang hari; pemeliharaan Allah tidak meniadakan kerja, hanya meniadakan ketakutan. Inilah wajah Allah yang Yesus perkenalkan: bukan pemilik gudang yang menakar jatah dengan curiga, melainkan Bapa yang membuka tangan setiap pagi, lagi, dan lagi.
Detail
Satu kata layak ditimbang: "lumbung". Yesus bisa berhenti pada "tidak menabur, tidak menuai", dua kata kerja yang sudah mencakup seluruh pekerjaan. Tetapi Ia menambahkan yang ketiga, yaitu tidak mengumpulkan ke dalam lumbung. Menabur dan menuai adalah kerja hari ini; lumbung adalah upaya menguasai hari esok. Lumbung adalah masa depan yang dikunci dan dijaga, keamanan yang bisa dihitung dan diperiksa. Yesus pernah menceritakan seorang kaya yang merobohkan lumbungnya untuk membangun yang lebih besar, dan malam itu juga nyawanya diminta (Lukas 12). Burung tidak punya lumbung, dan tidak kelaparan. Pertanyaannya bukan apakah Anda boleh menabung, melainkan di mana rasa aman Anda sebenarnya tersimpan: di tempat yang bisa Anda buka sendiri, atau di tangan Bapa.
Refleksi
Kekhawatiran Anda yang paling sering kembali, kalau diterjemahkan menjadi kalimat tentang Allah, berbunyi apa?
Apa "lumbung" Anda, hal yang bila lenyap membuat Anda merasa tidak ada lagi yang memegang Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 6:26
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 6:26?
Tentang apakah MATIUS 6:26?
Apa konteks historis dari MATIUS 6:26?
Apa yang MATIUS 6:26 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 6:26 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyuruhku berhenti khawatir tentang hari esok. Aku bersyukur untuk kekuatan yang Kauberi tepat untuk hari ini saja, sebab "kesusahan sehari cukup untuk sehari." Hari esok sudah ada di tangan-Mu, dan itu membuatku bisa bernapas lega.
Terima kasih, Tuhan, untuk makanan di meja hari ini dan pakaian yang menutupi tubuhku. Terima kasih karena Engkau mengingatkan bahwa hidupku lebih penting daripada makanan, sehingga aku boleh meletakkan kekhawatiranku tentang hari esok ke dalam tangan-Mu.
Yesus tidak melarangmu memiliki apa pun. Dia hanya menunjukkan ke mana semuanya bermuara: "Namun, kumpulkanlah harta bagimu di surga, di mana ngengat dan karat tidak merusak, dan pencuri tidak membongkar serta mencuri." Ngengat bekerja diam-diam, karat tidak pernah terburu-buru. Yang kaurawat mati-matian hari ini, perlahan hilang juga. Lalu apa yang sedang kaukumpulkan yang tidak bisa dicuri dari hatimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi