MAZMUR 5:4
Teks
Ada satu kata kecil yang mengikat ayat ini ke doa sebelumnya: "Sebab." Daud baru saja berkata bahwa pada pagi hari ia mengatur doanya dan berjaga-jaga, lalu ia memberi alasan mengapa ia berani melakukannya: "Sebab, Engkau bukan Allah yang berkenan pada kefasikan; orang jahat tidak dapat tinggal bersama-Mu." Intinya sederhana dan tajam sekaligus. Allah yang didatangi Daud bukan Allah yang netral terhadap apa yang dilakukan manusia. Ada hal-hal yang tidak pernah bisa Ia senangi, dan ada orang-orang yang, selama mereka memeluk kejahatan itu, tidak mungkin tinggal sebagai tamu di rumah-Nya. Daud tidak berdoa kepada kekuatan yang kabur, melainkan kepada Pribadi yang punya selera moral, yang berkenan dan tidak berkenan, yang menerima dan menolak.
Inti
Kita terbiasa memuji Allah karena Ia menerima semua orang, dan itu benar. Tetapi ayat ini memaksa kita melihat sisi lain: penerimaan Allah bukan ketidakpedulian. Kata "berkenan" di sini menyangkut kesenangan, kegembiraan, sesuatu yang membuat hati Allah condong. Dan hati-Nya tidak pernah condong kepada kefasikan. Bukan karena Ia mudah tersinggung, melainkan karena Ia hidup, dan yang hidup tidak bisa bersahabat dengan yang merusak hidup. Di sinilah letak ketajaman etisnya: jika Allah tidak berkenan pada kejahatan, maka doa kita tidak bisa dipakai sebagai penutup atas cara hidup yang kita tahu keliru. Kita tidak bisa meminta perlindungan di pagi hari sambil merencanakan penipuan kecil di siang hari. Kekudusan Allah bukan tembok yang mengusir kita; ia adalah undangan untuk datang dengan tangan yang mau dibuka dan dibersihkan.
Benang Merah
Yang membuat mazmur ini tidak berhenti sebagai ancaman adalah ayat berikutnya: "Akan tetapi, bagiku, dengan kelimpahan kasih setia-Mu, aku akan memasuki rumah-Mu." Daud tahu ia tidak masuk karena catatan hidupnya bersih, tetapi karena kasih setia Allah berlimpah. Dua hal itu berdiri berdampingan tanpa saling membatalkan: Allah sungguh tidak berkenan pada kefasikan, dan Allah sungguh membukakan pintu. Di salib kedua garis itu bertemu. Yesus tidak melunakkan ayat 4; Ia menanggungnya. Ia berdiri di tempat orang yang seharusnya tidak dapat tinggal bersama Allah, supaya orang yang tidak layak itu boleh masuk. Maka anugerah bukan pengumuman bahwa kejahatan ternyata tidak seberat dugaan kita, melainkan bahwa harganya sudah dibayar oleh Seorang yang menolaknya sampai mati.
Cermin
Pertanyaannya bukan apakah Anda orang jahat. Pertanyaannya lebih tidak nyaman: adakah satu hal yang Anda tahu tidak berkenan kepada Allah, tetapi sudah Anda beri izin tinggal di rumah Anda? Laporan pengeluaran yang dibulatkan sedikit ke atas. Kalimat tentang rekan kerja yang Anda sebut "sekadar fakta", padahal Anda tahu tujuannya menjatuhkan. Nada suara kepada pasangan yang Anda benarkan karena hari itu melelahkan. Jam-jam di layar yang mencuri waktu dari anak yang menunggu. Ayat ini tidak menuduh Anda sebagai monster; ia hanya menolak membiarkan Anda menganggap hal-hal itu netral. Allah punya selera, dan selera-Nya menentang semua yang merusak sesama.
Hari ini, sebelum tidur, sebutkan satu hal itu dengan nama jelas di hadapan Allah, dengan suara terdengar, tanpa alasan pembenaran, lalu tutup dengan: "Engkau tidak berkenan pada ini, dan aku pun tidak mau lagi."
Pertanyaan
Ayat ini berkata orang jahat tidak dapat tinggal bersama Allah. Tetapi kita melihat orang jahat hidup nyaman selama puluhan tahun, sementara orang yang berdoa pagi-pagi justru kehilangan pekerjaan, kesehatan, anak. Di mana letak kebenaran kalimat Daud? Mazmur ini tidak menjanjikan bahwa kejahatan langsung runtuh; justru ayat 9 menggambarkan musuh yang masih sangat aktif merayu dengan lidah mereka. Yang dikatakan Daud bukan tentang kenyamanan, melainkan tentang keakraban. Orang bisa hidup makmur dan tetap tidak punya tempat di hadirat Allah. Itu penghiburan yang pahit dan jujur sekaligus: kita tidak dijanjikan pembalasan yang terlihat, tetapi diberi tahu siapa yang benar-benar pulang. Sisanya tetap gelap, dan Alkitab tidak menyalakan lampu di situ.
Detail
Kata "tinggal" layak diperhatikan. Ini bukan bahasa pengadilan, melainkan bahasa rumah tangga: menumpang, menginap, menjadi tamu. Di dunia Timur Dekat kuno, menerima seseorang menginap berarti menjamin keselamatannya, berbagi meja, mengikat diri padanya. Daud berkata bahwa keakraban semacam itu mustahil selama seseorang memeluk kejahatannya. Bukan karena Allah kurang ramah, melainkan karena tamu itu sendiri datang membawa sesuatu yang tidak bisa diletakkan di meja itu. Dan perhatikan: yang ditolak bukan manusia sebagai manusia, tetapi manusia yang melekat pada kejahatannya. Pintu rumah itu sempit, bukan karena kecil, melainkan karena Anda harus melepaskan muatan untuk melewatinya.
Konteks
Mazmur 5 adalah doa pagi seseorang yang sedang diincar. Ayat 9 menyebut musuh dengan mulut yang tidak jujur dan lidah yang merayu: ini bukan perang terbuka, melainkan fitnah, intrik istana, kesaksian palsu. Di dunia di mana reputasi menentukan hidup dan mati, dan di mana pengadilan bergantung pada mulut saksi, dusta adalah senjata pembunuh. Daud datang ke rumah Allah pagi-pagi, jam ketika korban pagi dipersembahkan dan ketika perkara hukum biasanya dibuka di gerbang kota. Ia membawa perkaranya kepada Hakim yang lebih tinggi. Karena itu ayat 4 bukan renungan teoretis tentang sifat Allah, melainkan pegangan orang yang dizalimi: Allah tidak berdiri di pihak pendusta, betapapun lancar lidah mereka.
Refleksi
Apa satu kebiasaan dalam hidup Anda yang Anda sebut "kecil", tetapi diam-diam Anda tahu tidak berkenan kepada Allah?
Jika Anda datang kepada Allah "dengan kelimpahan kasih setia-Mu" dan bukan karena catatan Anda bersih, apa yang berubah dalam cara Anda memandang orang yang bersalah kepada Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 5:4
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 5:4?
Tentang apakah MAZMUR 5:4?
Apa konteks historis dari MAZMUR 5:4?
Apa yang MAZMUR 5:4 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 5:4 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 5?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi