ZAKHARIA 6
Teksnya
Dalam penglihatan terakhir dari rangkaian delapan penglihatan malam itu, Zakharia melihat empat kereta perang keluar dari antara dua gunung perunggu, ditarik kuda merah, hitam, putih, dan berbintik. Malaikat menjelaskan bahwa mereka adalah "keempat roh dari surga, yang keluar setelah menghadap Tuhan semesta bumi", diutus menjelajahi bumi, khususnya ke utara, untuk menenangkan hati Allah. Lalu penglihatan berhenti dan datang perintah yang sangat konkret: ambil perak dan emas dari tiga orang yang baru pulang dari Babel, buat mahkota, dan taruh di kepala Imam Besar Yosua, dengan sebuah nubuat tentang seseorang bernama Tunas yang akan membangun Bait TUHAN dan memerintah sebagai raja sekaligus imam.
Intinya
Perhatikan urutannya. Mula-mula kereta-kereta yang gaduh, sejarah dunia bergerak di bawah perintah Allah, dan Zakharia hanya bisa bertanya, "Apakah arti semua ini, Tuanku?" Lalu, tanpa peralihan, tukang emas dan tiga nama biasa. Kabar bahwa Allah memegang kendali atas seluruh bumi tidak berakhir di langit; ia mendarat sebagai mahkota di kepala seorang imam di kota yang reruntuhannya belum selesai dibereskan. Yang paling mengguncang adalah kalimat "Dia akan menjadi seorang imam di takhtanya". Dalam tatanan Israel, takhta dan mezbah sengaja dipisah: Daud tidak mempersembahkan korban, Harun tidak memerintah. Di sini Allah menyatukan keduanya dalam satu orang, dan hasilnya disebut "nasihat damai sejahtera". Damai bukan hasil negosiasi manusia, melainkan buah dari satu Pribadi yang memegang kedua jabatan sekaligus.
Benang Merah
Yosua bin Yozadak memakai mahkota itu, tetapi mahkota itu tidak cocok padanya. Dia imam, bukan keturunan Daud; dia tidak membangun takhta apa pun; dan mahkota itu akhirnya digantung di Bait Suci "sebagai tanda peringatan", semacam kuitansi untuk janji yang belum dibayar. Nama "Tunas" sendiri mengarah ke tempat lain: tunas yang keluar dari tunggul Daud yang sudah ditebang. Yang berdiri di sini adalah gambar, bukan penggenapan. Dan ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus dengan mahkota duri, dua jabatan itu memang bertemu dalam satu tubuh: Raja yang mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Imam, dan korbannya adalah diri-Nya. Ibrani menyebut-Nya imam di atas takhta. Zakharia belum tahu itu. Dia hanya diperintah membuat mahkota, menaruhnya, lalu menunggu.
Cermin
Ada hari-hari ketika hidup kita terasa seperti ayat satu sampai delapan: banyak derap, banyak gerakan, tetapi kita tidak tahu apa artinya. Pekerjaan yang berubah arah tanpa kita diajak bicara. Diagnosis. Anak yang menjauh. Kita ingin penjelasan dan yang kita terima hanya keterangan bahwa kereta-kereta itu keluar "setelah menghadap Tuhan semesta bumi". Bukan jawaban atas pertanyaan kita, melainkan jaminan bahwa semuanya berangkat dari hadapan-Nya. Lalu Allah melakukan sesuatu yang aneh: Dia menyuruh Zakharia pergi ke rumah Yosia dan menimbang perak. Ketika yang besar tidak kita pahami, Dia memberi yang kecil untuk dikerjakan hari ini. Jadi lakukan ini: tulis di selembar kertas satu hal yang sedang Anda tidak pahami, lalu di bawahnya tulis satu tugas kecil yang jelas-jelas menjadi tanggung jawab Anda hari ini, dan selesaikan tugas itu sebelum tidur.
Tokoh Utama
Yang paling banyak bergerak dalam pasal ini adalah Allah, dan cara-Nya bergerak layak direnungkan lama. Dia disebut "Tuhan semesta bumi" dan "TUHAN semesta alam", gelar-gelar yang luas seperti cakrawala, tetapi Dia menyebut tiga nama orang buangan: Heldai, Tobia, Yedaya. Dia punya hati yang bisa gelisah dan bisa tenang kembali; ayat delapan berbicara tentang menenangkan Roh-Nya di Tanah Utara, seolah ada luka lama di sana yang perlu diselesaikan. Allah ini bukan mesin takdir. Dia marah, Dia menuntaskan, Dia reda. Dan ketika Dia menubuatkan masa depan, Dia tidak melayang di awan: Dia menyuruh nabi-Nya berjalan ke sebuah rumah di Yerusalem dan membuat benda yang bisa dipegang. Kemuliaan-Nya selalu turun sampai ke tingkat perak dan emas yang ditimbang.
Konteks
Kita berada sekitar tahun 519 sebelum Kristus, beberapa bulan setelah pembangunan Bait Suci kedua dimulai lagi. Yerusalem adalah kota provinsi kecil di pinggiran kerajaan Persia, berpenduduk sedikit, tanpa raja sendiri. Babel, negeri yang menghancurkan kota ini, terletak di utara menurut jalur kafilah, dan "Tanah Utara" dalam ayat enam dan delapan adalah alamat luka kolektif umat. Zerubabel keturunan Daud memang ada, tetapi dia hanya gubernur yang diangkat Persia. Mahkota untuk imam besar dalam situasi seperti itu adalah tindakan berbahaya; Persia tidak suka simbol kerajaan di provinsi jajahan. Karena itu mahkota itu segera disimpan di Bait Suci, bukan dipakai terus. Sebuah janji yang terlalu besar untuk zamannya sendiri.
Profil Pendengar Pertama
Mereka orang-orang yang baru kembali dengan tangan kosong dan mendapati rumah Allah berupa fondasi. Ketika mereka mendengar nama Heldai, Tobia, dan Yedaya disebut dalam firman nabi, mereka mendengar sesuatu yang kita mudah lewatkan: Allah mencatat nama orang-orang yang membawa sumbangan dari Babel, dan nama itu akan tinggal di Bait Suci "sebagai tanda peringatan". Mereka juga mendengar kalimat yang membuka pintu lebih lebar daripada yang mereka harapkan: "orang-orang dari jauh akan datang dan akan membangun Bait TUHAN". Yang jauh itu bukan hanya diaspora Yahudi. Dan di akhir, satu syarat yang menggantung: "apabila kalian sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN". Janji itu pasti; keikutsertaan mereka tidak otomatis.
Pertanyaan Refleksi
Apa "Tanah Utara" dalam hidup Anda, tempat luka lama yang masih menunggu diselesaikan, dan apa artinya bila Allah sendiri yang ingin menenangkan hati-Nya di sana?
Mahkota itu digantung di Bait Suci sebagai tanda peringatan bagi janji yang belum digenapi. Tanda apa yang Anda simpan untuk mengingat sesuatu yang Allah katakan tetapi belum Anda lihat?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Zechariah 6
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ZAKHARIA 6?
Tentang apakah ZAKHARIA 6?
Apa konteks historis dari ZAKHARIA 6?
Apa yang ZAKHARIA 6 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ZAKHARIA 6 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Zechariah 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, Engkau melihat seluruh bumi dan tak ada sudut yang luput dari perhatian-Mu. Saat dunia terasa kacau dan aku tak tahu ke mana arahnya, ingatkan aku bahwa Engkau yang mengutus, Engkau yang memerintah. Aku menaruh hatiku yang gelisah di tangan-Mu.
Terima kasih, Tuhan, karena mahkota itu Engkau simpan sebagai peringatan di dalam Bait TUHAN. Nama Helem, Tobia, Yedaya, dan Hen tidak Kaulupakan. Begitu juga persembahan kecil dan pelayanan kami yang tersembunyi, Engkau ingat dan Engkau hargai.
Kemudian, firman TUHAN datang kepadaku, kata-Nya," Kalimat sependek itu mudah dilewati. Padahal di situlah semuanya bermula: sebelum ada mahkota, sebelum bait itu berdiri, ada suara. Allah berbicara lebih dulu, kepada satu orang, di tengah puing. Mungkin kamu sedang menunggu perubahan besar. Sering kali itu dimulai dari satu kalimat yang kamu dengar dan kamu percayai.
Tunas. Bukan pohon besar, bukan kemegahan, hanya sesuatu kecil yang mendorong keluar dari tanah yang tampak mati. Kepada umat yang baru pulang dari pembuangan, dengan bait yang masih puing, Tuhan berkata: "Lihatlah, ada seorang yang bernama Tunas! Dia akan bertunas dari tempatnya dan Dia akan membangun bait TUHAN." Yang membangun bukan kamu. Dia. Apa yang sedang kamu paksa selesaikan sendiri hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
