Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

ESTER 1

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Cerita ini terjadi di kerajaan Persia, ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Raja Ahasyweros memerintah dari India sampai Kush, daerah yang sangat luas. Supaya semua orang tahu betapa hebat dan kayanya dia, raja mengadakan pesta besar selama 180 hari untuk para pemimpin dan tentaranya. Setelah itu dia masih mengadakan pesta tujuh hari lagi untuk semua orang di ibu kota Susan, dari orang besar sampai orang kecil. Taman istana dihias dengan tirai putih, biru, dan ungu, cincin perak, dipan emas. Anggur mengalir sebanyak yang orang mau.

Ratu Wasti juga mengadakan pesta sendiri untuk para perempuan. Pada hari ketujuh, ketika raja sudah banyak minum anggur dan hatinya "gembira", dia memerintahkan para pelayannya memanggil Ratu Wasti. Raja ingin memamerkan kecantikan ratu di depan semua tamu, lengkap dengan mahkota kerajaan. Tapi Wasti menolak datang. Teks tidak menjelaskan alasannya, dan itu membuat kita penasaran. Mungkin dia tidak mau dipertontonkan seperti barang pajangan. Yang jelas, raja menjadi sangat marah.

Raja lalu bertanya kepada para penasihatnya, apa yang harus dilakukan menurut hukum. Salah satu penasihat, Memukan, menjawab bahwa Wasti tidak hanya bersalah pada raja, tapi akan membuat semua perempuan di kerajaan meniru sikapnya dan tidak menghormati suami mereka. Karena itu dia mengusulkan agar Wasti dicopot dari kedudukannya sebagai ratu, dan perintah ini ditulis dalam undang-undang Persia dan Media yang tidak bisa diubah lagi. Raja menyetujuinya, dan surat dikirim ke seluruh kerajaan supaya setiap laki-laki "berkuasa" atas rumah tangganya.

Apa Artinya Ini?

Pasal pertama ini belum berbicara tentang Allah sama sekali. Namanya bahkan tidak disebut. Yang kita lihat justru dunia manusia yang penuh kekuasaan, kemewahan, dan harga diri yang gampang terluka. Raja Ahasyweros kelihatan hebat, tapi sebenarnya dia rapuh. Dia tidak bisa menerima penolakan, apalagi di depan umum, sampai dia butuh tujuh orang penasihat hanya untuk memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap istrinya sendiri. Keputusan besar itu diambil saat dia sedang mabuk dan marah, bukan saat dia berpikir jernih.

Mungkin kamu bertanya, apakah Wasti salah atau benar waktu menolak? Teks tidak mengatakan dengan jelas. Itu memang sengaja dibiarkan terbuka. Yang pasti, keputusan untuk menyingkirkannya terasa berlebihan, dibuat oleh orang-orang yang takut kehilangan wibawa di depan istri mereka sendiri.

Benang Merah

Kitab Esther memang tidak menyebut nama Allah satu kali pun, tapi itu bukan berarti Dia tidak hadir. Justru di sinilah letak keistimewaan kitab ini: Allah bekerja diam-diam, di balik layar, lewat kejadian yang kelihatannya biasa saja, bahkan lewat kemarahan seorang raja dan penolakan seorang ratu. Nanti kita akan melihat bahwa kekosongan kedudukan ratu ini membuka jalan bagi Allah menempatkan Esther di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk menyelamatkan umat-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan juga bekerja dalam hidup kita, bahkan ketika kita tidak melihat atau merasakan-Nya secara langsung. Dia tidak selalu tampil dengan mukjizat besar. Kadang Dia memimpin sejarah lewat pilihan-pilihan kecil manusia, termasuk pilihan yang keliru sekalipun.

Untukmu

Pernahkah kamu merasa harus menuruti sesuatu hanya karena "semua orang melihat" atau karena takut malu? Raja Ahasyweros dan para penasihatnya bertindak bukan karena itu benar, tapi karena takut kehilangan muka. Itu bisa terjadi juga padamu, misalnya waktu kamu ikut-ikutan menjelekkan teman supaya dianggap keren, atau diam saja saat melihat sesuatu yang tidak adil karena takut ditertawakan. Wasti berani berkata tidak, walau harus membayar mahal untuk itu. Keberanian seperti itu tidak selalu berakhir indah di dunia ini, tapi tetap berharga di mata Allah yang melihat hati, bukan sekadar penampilan di permukaan.

Mari Bicarakan

Menurutmu, mengapa Alkitab tidak menjelaskan alasan Wasti menolak datang? Apa pengaruhnya bagi caramu membaca cerita ini?

Pernahkah kamu melakukan sesuatu hanya karena takut malu di depan orang lain? Apa yang bisa kamu pelajari dari cerita ini untuk lain kali?

Berdoa Bersama

Tuhan, kami bersyukur bahwa Engkau tetap bekerja, bahkan ketika kami tidak melihat atau menyebut nama-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Tolong kami berani melakukan yang benar, walau itu sulit dan membuat orang lain tidak senang. Ajar kami untuk tidak takut kehilangan muka, tapi takut kehilangan hati yang jujur di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang ESTER 1

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah ESTER 1?
Cerita ini terjadi di kerajaan Persia, ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Raja Ahasyweros memerintah dari India sampai Kush, daerah yang sangat luas. Supaya semua orang tahu betapa hebat dan kayanya dia, raja mengadakan pesta besar selama 180 hari untuk para pemimpin dan tentaranya.
Apa yang dikatakan ESTER 1?
Raja lalu bertanya kepada para penasihatnya, apa yang harus dilakukan menurut hukum. Salah satu penasihat, Memukan, menjawab bahwa Wasti tidak hanya bersalah pada raja, tapi akan membuat semua perempuan di kerajaan meniru sikapnya dan tidak menghormati suami mereka.
Apa yang ESTER 1 ajarkan tentang Tuhan?
Mungkin kamu bertanya, apakah Wasti salah atau benar waktu menolak? Teks tidak mengatakan dengan jelas. Itu memang sengaja dibiarkan terbuka. Yang pasti, keputusan untuk menyingkirkannya terasa berlebihan, dibuat oleh orang-orang yang takut kehilangan wibawa di depan istri mereka sendiri.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ESTER 1?
Pernahkah kamu merasa harus menuruti sesuatu hanya karena "semua orang melihat" atau karena takut malu? Raja Ahasyweros dan para penasihatnya bertindak bukan karena itu benar, tapi karena takut kehilangan muka. Itu bisa terjadi juga padamu, misalnya waktu kamu ikut-ikutan menjelekkan teman supaya dianggap keren, atau diam saja saat melihat sesuatu yang tidak adil karena takut ditertawakan.
Mengapa ESTER 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan, kami bersyukur bahwa Engkau tetap bekerja, bahkan ketika kami tidak melihat atau menyebut nama-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Tolong kami berani melakukan yang benar, walau itu sulit dan membuat orang lain tidak senang. Ajar kami untuk tidak takut kehilangan muka, tapi takut kehilangan hati yang jujur di hadapan-Mu.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 2

Pada waktu itu, ketika Raja Ahasyweros duduk di atas takhta kerajaannya yang ada di puri Susan." Terdengar kokoh, tak tergoyahkan. Namun raja yang sama nanti terbaring tak bisa tidur, dan justru lewat malam gelisah itu Allah menyelamatkan umat-Nya. Takhta manusia terlihat megah, tetapi bukan di sana sejarah ditentukan. Di mana kamu menaruh rasa amanmu hari ini?

Wawasan Editorial pada ayat 18

Lihat betapa cepatnya ketakutan membesar. Satu penolakan Ratu Wasti, dan para pembesar sudah membayangkan seluruh kerajaan runtuh: "akan ada penghinaan dan kemarahan yang tidak terhingga." Kuasa yang dipegang dengan rasa takut memang selalu rapuh. Apa yang kamu genggam begitu erat karena takut kehilangan kendali?

Wawasan Editorial pada ayat 3

Raja Ahasyweros mengumpulkan "semua pejabat dan pegawainya", pasukan Persia dan Media, para bangsawan, semua dikumpulkan untuk menyaksikan kebesarannya. Kuasa yang harus dipamerkan sebenarnya kuasa yang rapuh. Dan di seluruh kitab ini, nama Allah tak pernah disebut sekali pun, tetapi Dia yang pada akhirnya mengatur segalanya. Kamu tak perlu pesta 180 hari untuk membuktikan dirimu berharga.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak