KEJADIAN 25
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Abraham sudah sangat tua. Ia menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Ketura, dan mereka mendapat banyak anak. Tetapi Abraham tahu, hanya Ishak yang akan menerima semua yang dimilikinya. Anak-anak yang lain diberi hadiah, lalu disuruh pergi jauh ke timur. Abraham ingin Ishak hidup tenang, tanpa pertengkaran soal warisan.
Lalu tibalah hari yang sedih itu. Abraham menghembuskan napas terakhirnya. Umurnya seratus tujuh puluh lima tahun, sungguh tua. Dua anaknya, Ishak dan Ismael, datang bersama. Meski dulu mereka terpisah jauh, kini mereka berdiri berdampingan di depan kubur ayah mereka. Mereka menguburkan Abraham di Gua Makhpela, tepat di sebelah Sara, istri yang paling dicintainya.
Setelah itu, Allah memberkati Ishak. Hidup terus berjalan. Ismael juga memiliki banyak anak dan cucu, dua belas pemimpin suku, lalu ia pun meninggal pada usia seratus tiga puluh tujuh tahun.
Ishak menikah dengan Ribka ketika umurnya empat puluh tahun. Tetapi bertahun-tahun mereka menunggu, Ribka belum juga punya anak. Ishak berdoa kepada TUHAN untuk istrinya. Dan TUHAN mendengar! Ribka pun mengandung.
Tetapi ada yang aneh terjadi di dalam perutnya. Dua anak itu saling bergulat, seperti sedang berkelahi. Ribka sampai berkata, "Mengapa hal ini terjadi kepadaku?" Ia pergi bertanya kepada TUHAN. TUHAN menjawab, ada dua bangsa di dalam rahimnya. Yang tua nanti akan melayani yang muda.
Waktu melahirkan tiba. Anak pertama keluar berwarna merah, berbulu seperti jubah bulu binatang. Mereka menamainya Esau. Lalu menyusul adiknya, tangannya memegang erat tumit Esau, seolah tidak mau kalah. Anak itu dinamai Yakub.
Keduanya tumbuh menjadi sangat berbeda. Esau suka berburu di padang, kuat dan berani. Yakub lebih suka tinggal di tenda, tenang. Ishak menyayangi Esau karena suka makan daging buruannya. Ribka menyayangi Yakub.
Pada suatu hari, Esau pulang dari berburu. Ia sangat lelah dan lapar. Yakub sedang memasak sup kacang merah yang harum baunya. "Aku mohon, biarkan aku makan yang merah-merah itu," kata Esau, "aku sangat lelah!" Tetapi Yakub punya rencana. "Jual dulu hak kesulunganmu kepadaku," jawabnya. Hak kesulungan itu sangat berharga, hak istimewa sebagai anak sulung. Tetapi Esau begitu lapar sampai berkata, "Sebentar lagi aku mati, apa gunanya hak kesulungan itu?" Ia pun bersumpah dan menjual hak sulungnya hanya demi semangkuk sup. Ia makan, minum, lalu pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa.
What Does This Mean?
Cerita ini mengajarkan betapa pentingnya menghargai apa yang Allah berikan. Hak kesulungan bukan main-main, itu berkat besar turun-temurun. Tetapi Esau menukarnya hanya karena perutnya lapar sesaat. Ia memilih yang enak sekarang, daripada yang bernilai selamanya. Allah sendiri sudah berkata sejak dalam kandungan, bahwa rencana-Nya akan berjalan, bukan karena Yakub lebih licik, tetapi karena Allah sendiri yang memilih jalan-Nya.
The Common Thread
Allah sudah berjanji kepada Abraham, bahwa dari keturunannya semua bangsa akan diberkati. Janji itu diteruskan kepada Ishak, lalu kepada Yakub, bukan kepada Esau. Bukan karena Yakub lebih hebat, tetapi karena Allah memilih dengan kasih-Nya sendiri. Jauh di kemudian hari, dari keturunan inilah lahir Yesus Kristus, Dia yang membawa berkat sungguh-sungguh bagi seluruh dunia, bukan hanya semangkuk sup yang habis dalam semalam.
For You
Kadang kamu juga tergoda menukar sesuatu yang berharga demi kesenangan sesaat. Mungkin malas berdoa karena ingin main lebih lama, atau berbohong demi dipuji teman. Ingatlah Esau, yang menyesal karena memilih enak sebentar. Berdoalah seperti Ishak, yang sabar menanti jawaban TUHAN. Percayalah, Allah selalu punya rencana baik, bahkan sebelum kamu lahir ke dunia.
Talk About It
Mengapa menurutmu Esau mau menukar hak kesulungannya hanya demi semangkuk sup?
Pernahkah kamu memilih sesuatu yang enak sebentar, tetapi menyesal kemudian? Apa yang terjadi?
Praying Together
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu punya rencana baik untuk hidup kami. Tolong kami supaya tidak menukar hal-hal berharga hanya demi kesenangan sesaat. Ajari kami sabar menunggu dan percaya kepada-Mu, seperti Ishak percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.
Pertanyaan tentang KEJADIAN 25
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah KEJADIAN 25?
Apa yang dikatakan KEJADIAN 25?
Apa yang KEJADIAN 25 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari KEJADIAN 25?
Mengapa KEJADIAN 25 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak