Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

YESAYA 51

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Bayangkan umat Allah sedang duduk di tempat yang jauh dari rumah, sedih dan takut. Mereka merasa seperti berada di padang gurun yang kering dan kosong. Lalu Tuhan berbicara kepada mereka. "Dengarkan Aku," kata-Nya, "lihatlah gunung batu tempat kamu dipahat." Tuhan menyuruh mereka mengingat Abraham dan Sara, nenek moyang mereka. Abraham dulu hanya satu orang tua, tanpa anak. Tapi Tuhan memberkatinya sampai keturunannya menjadi sangat banyak, seperti satu biji yang tumbuh jadi hutan besar.

Tuhan berjanji akan mengubah padang gurun mereka menjadi seperti Taman Eden, penuh sukacita dan nyanyian. Lalu cerita ini jadi seperti kisah pahlawan. Tuhan berseru, "Bangkitlah, bangkitlah, hai tangan Tuhan!" Dia mengingat masa lalu, saat Dia meremukkan Rahab, naga yang menakutkan itu, dan mengeringkan laut yang dalam supaya umat-Nya bisa berjalan menyeberang dengan kaki kering. Bayangkan laut yang besar dan dalam, tiba-tiba terbelah jadi jalan! Itu sungguh menakjubkan.

Tapi ada bagian yang berat juga. Yerusalem pernah seperti orang yang minum dari cawan murka Tuhan, cawan yang memabukkan, sampai habis. Anak-anaknya pingsan di jalan, seperti rusa yang terjebak dalam jerat. Tidak ada yang menuntun tangan mereka. Sungguh menyedihkan. Tapi kemudian Tuhan berkata, "Lihatlah, Aku telah mengambil cawan itu dari tanganmu. Kamu tidak akan meminumnya lagi." Cawan hukuman itu justru akan diberikan kepada orang-orang yang dulu menindas mereka. Tawanan yang terkurung akan segera dibebaskan, tidak akan kekurangan roti lagi.

What Does This Mean?

Isaiah 51 mau mengatakan: Tuhan tidak pernah lupa pada umat-Nya, walau mereka merasa sendirian dan takut. Dia ingat Abraham yang hanya satu orang, lalu dijadikan bangsa besar. Dia ingat bagaimana Dia pernah membelah laut. Tuhan yang sama itu sanggup menolong umat-Nya lagi. Pesannya jelas: jangan takut kepada manusia yang akan mati seperti rumput, sebab Tuhan yang menciptakan langit dan bumi jauh lebih besar dan lebih kuat daripada musuh mana pun.

The Common Thread

Cawan murka itu mengingatkan kita pada Yesus. Di taman Getsemani, sebelum Dia disalib, Yesus berdoa supaya cawan itu, cawan hukuman Allah, lewat dari pada-Nya. Tapi Dia tetap meminumnya untuk kita, supaya kita tidak perlu meminumnya lagi. Sama seperti Tuhan mengangkat cawan murka dari Yerusalem, Yesus mengangkat hukuman dosa dari kita dengan mengorbankan diri-Nya. Dan sama seperti Tuhan membelah laut dulu, Dia juga membuka jalan baru bagi kita lewat kebangkitan Yesus, jalan menuju hidup yang tidak akan pernah berakhir.

For You

Kalau kamu pernah merasa takut, misalnya takut gelap, takut ditinggal sendiri, atau takut sesuatu yang besar, ingatlah cerita ini. Tuhan yang membelah laut dan menolong Abraham, Dia juga mau menolongmu. Kamu bisa berdoa malam ini, "Tuhan, Engkau kuat, tolong aku tidak takut." Kamu juga bisa menghibur temanmu yang sedang sedih, seperti Tuhan menghibur umat-Nya yang sedih.

Talk About It

Kalau kamu jadi orang Israel yang melihat laut terbelah di depanmu, apa yang akan kamu rasakan?

Apa yang bisa kamu lakukan kalau kamu takut, seperti yang dikatakan Tuhan dalam pasal ini?

Praying Together

Tuhan, terima kasih karena Engkau kuat dan tidak pernah lupa pada kami. Tolong kami supaya tidak takut, karena Engkau selalu dekat. Terima kasih untuk Yesus yang sudah menolong kami. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 51

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 51?
Bayangkan umat Allah sedang duduk di tempat yang jauh dari rumah, sedih dan takut. Mereka merasa seperti berada di padang gurun yang kering dan kosong. Lalu Tuhan berbicara kepada mereka. "Dengarkan Aku," kata-Nya, "lihatlah gunung batu tempat kamu dipahat." Tuhan menyuruh mereka mengingat Abraham dan Sara, nenek moyang mereka.
Apa yang dikatakan YESAYA 51?
Tuhan berjanji akan mengubah padang gurun mereka menjadi seperti Taman Eden, penuh sukacita dan nyanyian. Lalu cerita ini jadi seperti kisah pahlawan. Tuhan berseru, "Bangkitlah, bangkitlah, hai tangan Tuhan!" Dia mengingat masa lalu, saat Dia meremukkan Rahab, naga yang menakutkan itu, dan mengeringkan laut yang dalam supaya umat-Nya bisa berjalan menyeberang dengan kaki kering.
Apa yang YESAYA 51 ajarkan tentang Tuhan?
Tapi ada bagian yang berat juga. Yerusalem pernah seperti orang yang minum dari cawan murka Tuhan, cawan yang memabukkan, sampai habis. Anak-anaknya pingsan di jalan, seperti rusa yang terjebak dalam jerat. Tidak ada yang menuntun tangan mereka. Sungguh menyedihkan. Tapi kemudian Tuhan berkata, "Lihatlah, Aku telah mengambil cawan itu dari tanganmu.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YESAYA 51?
YESAYA 51 mau mengatakan: Tuhan tidak pernah lupa pada umat-Nya, walau mereka merasa sendirian dan takut. Dia ingat Abraham yang hanya satu orang, lalu dijadikan bangsa besar. Dia ingat bagaimana Dia pernah membelah laut. Tuhan yang sama itu sanggup menolong umat-Nya lagi.
Mengapa YESAYA 51 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Cawan murka itu mengingatkan kita pada Yesus. Di taman Getsemani, sebelum Dia disalib, Yesus berdoa supaya cawan itu, cawan hukuman Allah, lewat dari pada-Nya. Tapi Dia tetap meminumnya untuk kita, supaya kita tidak perlu meminumnya lagi. Sama seperti Tuhan mengangkat cawan murka dari Yerusalem, Yesus mengangkat hukuman dosa dari kita dengan mengorbankan diri-Nya.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 2

Kepada umat yang merasa habis di pembuangan, Allah berkata: "Sebab, ketika Aku memanggil dia, dia hanya seorang diri, lalu Aku memberkati dia dan membuatnya banyak." Abraham pun pernah cuma satu orang. Jadi ketika kamu merasa terlalu kecil untuk dipakai, ingat: Allah tidak pernah butuh jumlah besar untuk memulai sesuatu yang besar. Ia hanya butuh satu yang mau dipanggil.

Wawasan Editorial pada ayat 3

Dia akan menghibur semua reruntuhannya." Perhatikan, bukan hanya orangnya yang dihibur, tetapi puing-puingnya juga. Allah tidak menyingkirkan reruntuhan hidupmu lalu memulai dari nol. Justru di tempat yang paling gersang itulah Dia menanam taman. Apa yang kaupikir sudah habis, bisa jadi di sanalah nyanyian pertama lahir.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak