MIKHA 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Nabi Mikha mendapat penglihatan tentang hari-hari yang akan datang. Ia melihat gunung tempat Tuhan tinggal, Gunung Sion, akan ditinggikan melebihi semua gunung dan bukit lain. Bangsa-bangsa dari segala penjuru bumi akan datang berbondong-bondong ke sana, bukan untuk berperang, tetapi untuk belajar. Mereka akan berkata, "Mari kita naik ke gunung Tuhan, agar Dia mengajar kita jalan-jalan-Nya." Dari Sion akan keluar hukum Tuhan, dan firman-Nya akan sampai ke mana-mana.
Lalu muncul gambaran yang luar biasa. Pedang ditempa menjadi mata bajak, tombak menjadi sabit. Alat-alat untuk membunuh diubah menjadi alat untuk menanam makanan. Bangsa-bangsa tidak lagi belajar berperang. Setiap orang duduk tenang di bawah pohon anggurnya sendiri tanpa rasa takut. Ini adalah gambaran damai yang sempurna, dan Mikha menjelaskan sebabnya: karena mulut Tuhan semesta alam sendiri yang berfirman demikian.
Sesudah itu Tuhan berbicara tentang umat-Nya yang pincang, tercerai berai, orang-orang yang dulu Ia sendiri hukum karena mereka tidak setia. Tuhan berjanji akan mengumpulkan mereka kembali dan menjadikan mereka bangsa yang kuat. Tuhan akan memerintah di Sion untuk selama-lamanya.
Tetapi sesudah janji indah itu, Mikha jujur tentang penderitaan yang harus dilewati dulu. Sion digambarkan seperti perempuan yang mengerang hendak melahirkan, kesakitan, menjerit, harus keluar dari kotanya, bahkan pergi ke pembuangan di Babel. Justru di sana, kata Tuhan, umat-Nya akan ditebus dan dibeli kembali dari tangan musuh mereka. Bangsa-bangsa lain berkumpul melawan Sion, ingin melihatnya hancur, tetapi mereka tidak mengerti rancangan Tuhan. Tuhan akan mengumpulkan mereka seperti gandum yang dibawa ke tempat pengirikan, tempat gandum dipisahkan dari sekamnya. Mikha menutup dengan gambaran keras: Sion akan bangkit dengan tanduk besi dan kuku perunggu untuk menggasak bangsa-bangsa itu.
Apa Artinya Ini?
Mikha menaruh dua gambaran yang sangat berbeda berdampingan: damai yang sempurna di puncak gunung, dan sakit bersalin serta pembuangan di lembah kesusahan. Itu bukan kesalahan penulisan. Mikha ingin umat Tuhan tahu bahwa jalan menuju damai Tuhan tidak selalu lurus dan mudah. Kadang harus lewat masa sulit dulu, seperti perempuan yang harus mengerang kesakitan sebelum bayinya lahir.
Yang menarik, Tuhan tidak menyembunyikan kesulitan itu dari umat-Nya. Ia berkata jujur: kamu akan pergi ke Babel. Tetapi Ia juga berkata jujur tentang harapan: di sanalah kamu akan ditebus. Tuhan tidak berjanji jalan pintas, tetapi Ia berjanji menyertai sampai akhir cerita.
Alur Besarnya
Gunung Sion dalam Mikha 4 menunjuk kepada tempat di mana Tuhan mengajar dan memerintah. Kitab-kitab lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa pengajaran dan pemerintahan itu akhirnya digenapi dalam diri Yesus Kristus. Dialah yang mengajar jalan Allah dengan sempurna, dan Dialah Raja yang pemerintahan-Nya tidak akan berakhir. Gambaran pedang menjadi mata bajak belum sepenuhnya terjadi di dunia ini, perang masih ada di mana-mana, tetapi itu justru menunjukkan bahwa Mikha berbicara tentang sesuatu yang masih kita tunggu. Tuhan sudah memulai kerajaan damai itu melalui Yesus, dan kelak Ia akan menyempurnakannya.
Untukmu
Mungkin kamu pernah merasa hidup ini seperti bagian tengah Mikha 4: bukan damai yang indah, tapi masa sulit, seperti Sion yang harus mengerang dulu. Ujian, rasa takut, keadaan yang belum berubah, semua itu nyata dan boleh kamu rasakan dengan jujur, sama seperti Mikha jujur tentang rasa sakit itu. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya di tengah kesulitan. Ia berjanji menebus, membawa pulang, mengumpulkan yang tercerai berai. Kamu boleh percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu, meski kamu belum melihat hasilnya sekarang.
Membahasnya
Mengapa menurutmu Tuhan tidak langsung memberi damai, tetapi umat-Nya harus lewat masa sulit dulu seperti perempuan yang melahirkan?
Apa bedanya menunggu dengan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, dibandingkan hanya menunggu tanpa harapan?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau berbicara jujur tentang masa sulit dan tentang harapan. Ketika hidupku terasa seperti lembah yang gelap, ingatkan aku bahwa Engkau sedang menuntunku menuju gunung damai-Mu. Ajari aku jalan-jalan-Mu, dan buat aku percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang MIKHA 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MIKHA 4?
Apa yang dikatakan MIKHA 4?
Apa yang MIKHA 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MIKHA 4?
Mengapa MIKHA 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Di akhir pasal sebelumnya, gunung Bait Suci digambarkan menjadi bukit belukar, tempat puing. Lalu tanpa jeda: "gunung Bait TUHAN akan ditegakkan di puncak gunung-gunung." Hanya satu baris memisahkan reruntuhan dari janji. Yang sekarang runtuh dalam hidupmu belum tentu akhir ceritanya. Tuhan masih menulis.
Perhatikan siapa yang dipilih Tuhan untuk memulai sesuatu yang besar: "Aku akan menjadikan orang yang pincang sebagai sisa, dan yang terbuang menjadi bangsa yang kuat." Bukan yang paling cepat berlari, tetapi yang tertinggal dan tersingkir. Bagian hidupmu yang kaupikir memalukan, justru di sanalah Dia mulai memerintah.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak