MIKHA 7
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Mikha mulai dengan keluhan yang dalam. Ia merasa seperti orang yang pergi ke ladang untuk mencari buah, tetapi musim panen sudah lewat. Tidak ada anggur, tidak ada buah ara yang enak. Yang ia maksud bukan buah sungguhan, melainkan orang-orang baik. Ia berkata bahwa orang saleh sudah hilang dari bumi. Orang-orang justru saling mengincar seperti pemburu yang memasang jaring untuk menangkap sesamanya sendiri.
Keadaan sangat kacau. Pemimpin menuntut suap, hakim bisa dibeli, dan pembesar membuat keputusan sesuka hati lalu menutup-nutupinya. Bahkan di dalam rumah pun tidak aman. Mikha menulis bahwa anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan melawan ibunya, dan musuh terbesar seseorang bisa jadi adalah orang-orang seisi rumahnya sendiri. Ini bukan cerita tentang orang jauh, ini tentang keluarga dan tetangga.
Tetapi di tengah semua kesedihan itu, Mikha berhenti mengeluh dan mulai berharap. Ia berkata, "Aku menanti-nantikan TUHAN, aku berharap kepada Allah yang menyelamatkan aku." Ia tahu ia sendiri juga berbuat salah, karena ia berkata akan menanggung murka Allah sebab ia telah berdosa. Tetapi ia percaya Allah akan memperjuangkan perkaranya, membawanya ke dalam terang, dan menunjukkan keadilan-Nya. Musuh yang mengejeknya dengan bertanya, "Di manakah TUHAN Allahmu?" akan melihat sendiri bahwa Allah Mikha nyata.
Bagian akhir kitab ini penuh gambaran indah tentang pemulihan. Tembok kota akan dibangun kembali, orang-orang akan datang dari segala penjuru, dan Allah akan menggembalakan umat-Nya seperti seorang gembala menuntun domba-domba-Nya ke padang rumput yang baik. Lalu muncul pertanyaan yang paling penting dalam seluruh kitab: "Siapakah Allah yang seperti Engkau, yang mengampuni dosa?" Allah tidak menyimpan amarah-Nya selamanya, karena Ia berkenan kepada kasih setia. Ia akan melemparkan dosa-dosa umat-Nya ke kedalaman laut, dan menepati janji yang telah Ia buat kepada Abraham dan Yakub sejak dahulu.
What Does This Mean?
Mikha jujur soal betapa rusaknya dunia bisa menjadi, bahkan di antara keluarga sendiri. Ia tidak menutupi kenyataan yang menyakitkan itu. Tetapi yang menarik, Mikha juga jujur tentang dirinya sendiri. Ia tidak berkata, "Semua orang lain jahat, hanya aku yang benar." Ia mengaku bahwa ia sendiri berdosa kepada Allah. Justru dari titik itu harapannya mulai tumbuh, bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia percaya Allah tetap mau mendengarkan dan menyelamatkan orang yang mengakui kesalahannya.
The Common Thread
Bagian paling indah dari kitab ini adalah pertanyaan, "Siapakah Allah yang seperti Engkau, yang mengampuni dosa?" Nama Mikha sendiri sebenarnya berarti "siapa yang seperti TUHAN?" Sepanjang hidupnya, ia menyaksikan hal itu. Allah berjanji kepada Abraham dan Yakub jauh sebelum Mikha lahir, dan janji itu masih berlaku sampai zamannya. Allah tidak melupakan perjanjian-Nya, sebuah kesepakatan kasih yang Ia pegang terus meski umat-Nya sering gagal. Ketika kita membaca tentang dosa yang dibuang ke kedalaman laut, kita boleh ingat bahwa jauh kemudian Allah mengutus Yesus Kristus untuk benar-benar menanggung dosa itu, bukan hanya membuangnya, tetapi memikulnya sendiri di kayu salib.
For You
Mungkin kamu pernah merasakan seperti Mikha, ketika sepertinya tidak ada orang yang bisa dipercaya, bahkan teman dekat atau orang di rumah sendiri mengecewakanmu. Mikha tidak berkata bahwa semua akan langsung baik-baik saja. Ia tetap menunggu Allah, walau dalam gelap. Kamu juga boleh jujur kepada Allah tentang kekecewaanmu, sekaligus jujur tentang kesalahanmu sendiri. Berharap kepada Allah bukan berarti berpura-pura semuanya baik, tetapi percaya bahwa Ia mendengar dan tidak akan menahan murka-Nya selamanya.
Talk About It
Mikha mengaku bahwa ia sendiri berdosa, bukan hanya orang lain. Menurutmu, mengapa itu penting sebelum ia bisa berharap kepada Allah?
Allah berjanji untuk membuang dosa umat-Nya ke kedalaman laut. Apa yang menurutmu dimaksud dengan gambaran itu?
Praying Together
Tuhan, kadang dunia di sekitar kami terasa penuh kekecewaan, bahkan dari orang yang seharusnya dekat dengan kami. Ajari kami untuk jujur seperti Mikha, mengakui kesalahan kami sendiri, dan tetap menunggu Engkau dalam gelap. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mengampuni dan tidak marah selamanya. Amin.
Pertanyaan tentang MIKHA 7
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MIKHA 7?
Apa yang dikatakan MIKHA 7?
Apa yang MIKHA 7 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MIKHA 7?
Mengapa MIKHA 7 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Mereka akan menutup mulut dengan tangan, telinga mereka akan menjadi tuli." Suara yang dulu paling keras menghina, kini terdiam sendiri. Bukan karena kamu berhasil membalas, melainkan karena mereka melihat apa yang Tuhan kerjakan atas hidupmu. Mungkin hari ini kamu lelah membela diri. Letakkan saja. Pembelaanmu bukan tugasmu.
Engkau akan melemparkan segala dosa mereka ke dalam kedalaman laut." Bukan ke tepi pantai, tempat ombak bisa mengembalikannya besok pagi. Ke kedalaman, tempat yang tidak bisa kamu selami lagi. Lalu mengapa kamu masih menyelam ke sana setiap malam, mencari-cari apa yang sudah Allah tenggelamkan?
Mikha berdoa, "Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kawanan milik-Mu itu, yang tinggal sendirian di hutan." Perhatikan tempatnya: di hutan, sendirian. Bukan padang rumput yang lapang, tapi tempat yang gelap dan rimbun. Mikha tidak dulu meminta dipindahkan. Dia meminta digembalakan, di situ juga. Kadang doamu pun boleh begitu.
Perhatikan, dia tidak berkata "aku tidak akan jatuh". Dia berkata, "Sekalipun aku jatuh, aku akan bangkit kembali; sekalipun aku duduk dalam kegelapan, TUHAN adalah terangku." Dia masih duduk di sana, gelap belum berlalu. Tapi Tuhan sudah jadi terangnya di dalam gelap itu. Mungkin kau juga belum keluar. Tidak apa. Terang itu tetap milikmu.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak