Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

NAHUM 3

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

Penjelasan

Ada sebuah kota yang sangat besar. Namanya Niniwe.

Tembok kota itu tinggi sekali. Lebih tinggi dari rumahmu. Di dalamnya banyak orang, banyak kuda, banyak kereta. Sepanjang hari terdengar bunyi keras. Derap kuda. Roda kereta berderak-derik. Prang, prang, prang!

Orang-orang Niniwe itu kuat. Tapi mereka tidak baik. Mereka pergi ke kota lain. Mereka mengambil barang orang lain. Mereka membuat anak-anak menangis. Lalu mereka pulang dan tertawa.

Mereka berkata, "Tidak ada yang bisa menghentikan kami!"

Tapi ada Satu yang melihat. Dari atas, dari surga. Tuhan melihat semuanya. Tuhan mendengar semua tangisan itu.

Dan Tuhan berkata satu hal. Dengarkan baik-baik. Tuhan berkata: "Lihatlah, Aku akan menjadi lawanmu."

Apa Artinya?

Tuhan tidak diam saja. Tuhan berkata: cukup. Sudah cukup, Niniwe.

Dan tahukah kamu apa yang terjadi?

Tembok yang tinggi itu terbuka. Pintu-pintunya terbuka lebar. Para penjaga kota tertidur. Mereka mendengkur! Mereka tidak menjaga apa-apa lagi.

Dan para tentara yang kuat itu? Mereka seperti belalang di tembok. Belalang duduk diam waktu dingin. Tapi kalau matahari terbit, hop! Belalang terbang. Semua belalang terbang jauh. Dan tidak ada satu pun yang tinggal.

Begitu juga tentara Niniwe. Mereka pergi. Semuanya pergi.

Kota yang tadinya berbunyi keras, sekarang sepi. Sangat sepi.

Tuhan lebih kuat dari kota yang paling besar.

Benang Merah

Tuhan tidak suka kalau orang disakiti. Tuhan sayang pada yang kecil. Tuhan sayang pada yang menangis.

Karena itu Tuhan mengirim Yesus. Yesus datang bukan dengan kereta perang. Yesus datang sebagai bayi kecil. Yesus memeluk anak-anak. Yesus menyembuhkan orang yang sakit.

Dan Yesus adalah Gembala yang baik. Gembala di Niniwe tertidur. Tapi Yesus tidak pernah tertidur. Yesus menjaga kamu, siang dan malam. Waktu kamu bangun. Waktu kamu tidur.

Dia tidak pernah, pernah lupa padamu.

Untuk Kamu

Mungkin kamu pernah disakiti. Ada anak yang mendorongmu. Atau mengambil mainanmu. Dan kamu menangis sendiri.

Tuhan melihat itu. Sungguh. Tuhan melihat dan Tuhan peduli.

Kamu boleh cerita pada Tuhan. Cerita saja, dengan kata-katamu sendiri. Dia mendengar setiap kata.

Dan satu hal lagi. Kamu boleh menjadi anak yang lembut. Bukan seperti orang Niniwe. Kamu boleh berkata: "Mau main sama-sama?" Kamu boleh memberi kue kepada temanmu. Kamu boleh memeluk anak yang sedang sedih.

Itu membuat hati Tuhan senang sekali.

Mari Bicarakan

Bagaimana rasanya kalau ada yang menyakitimu? Mau cerita?

Siapa yang bisa kamu tolong hari ini?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, Engkau melihat aku. Engkau melihat waktu aku sedih. Terima kasih, Engkau tidak pernah tidur. Tolong aku jadi anak yang baik. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang NAHUM 3

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah NAHUM 3?
Tembok kota itu tinggi sekali. Lebih tinggi dari rumahmu. Di dalamnya banyak orang, banyak kuda, banyak kereta. Sepanjang hari terdengar bunyi keras. Derap kuda. Roda kereta berderak-derik. Prang, prang, prang!
Apa yang dikatakan NAHUM 3?
Orang-orang Niniwe itu kuat. Tapi mereka tidak baik. Mereka pergi ke kota lain. Mereka mengambil barang orang lain. Mereka membuat anak-anak menangis. Lalu mereka pulang dan tertawa.
Apa yang NAHUM 3 ajarkan tentang Tuhan?
Tembok yang tinggi itu terbuka. Pintu-pintunya terbuka lebar. Para penjaga kota tertidur. Mereka mendengkur! Mereka tidak menjaga apa-apa lagi.
Apa yang dapat dipelajari balita dari NAHUM 3?
Dan para tentara yang kuat itu? Mereka seperti belalang di tembok. Belalang duduk diam waktu dingin. Tapi kalau matahari terbit, hop! Belalang terbang. Semua belalang terbang jauh. Dan tidak ada satu pun yang tinggal.
Mengapa NAHUM 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Karena itu Tuhan mengirim Yesus. Yesus datang bukan dengan kereta perang. Yesus datang sebagai bayi kecil. Yesus memeluk anak-anak. Yesus menyembuhkan orang yang sakit.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 7

Niniwe sudah hancur! Siapa yang akan meratapinya? Dari mana aku akan mencari penghibur bagimu?" Kota sebesar itu jatuh, dan tidak ada satu pun yang menangis. Niniwe terlalu lama hidup dari rasa takut orang lain, bukan dari kasih. Tanyakan pada dirimu: kalau hidupmu runtuh hari ini, siapa yang datang duduk di sampingmu?

Wawasan Editorial pada ayat 13

Niniwe pernah merasa tak tersentuh. Temboknya tebal, gerbangnya berpalang. Lalu terdengar, "Pintu-pintu gerbang negerimu terbuka lebar bagi musuh-musuhmu, api telah melahap palang-palang pintumu." Yang paling kau andalkan justru yang paling cepat habis. Tabungan, jabatan, nama baik, semuanya palang kayu. Coba tanya jujur hari ini: kalau itu terbakar, siapa yang masih menjagamu?

Wawasan Editorial pada ayat 8

Apakah engkau lebih baik daripada Tebe, yang terletak di tepi Sungai Nil, dikelilingi oleh air?" Niniwe pernah menyaksikan sendiri kota itu runtuh, bahkan oleh tangan mereka. Tapi ingatan cepat luntur ketika kita merasa aman. Tembok airmu hari ini mungkin tabungan, jabatan, atau tubuh yang masih kuat. Jujurlah, apa yang sebenarnya sedang menopangmu?

Wawasan Editorial pada ayat 18

Para gembalamu tertidur, hai raja Asyur, para bangsawanmu berbaring." Niniwe runtuh bukan cuma karena musuh di gerbang, tetapi karena yang seharusnya berjaga malah lelap. Yang menanggung akibatnya adalah rakyat yang tercerai-berai di gunung, tanpa seorang pun mengumpulkan. Siapa yang Tuhan titipkan untuk kaujaga? Jangan tertidur di sana.

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network