1 RAJA-RAJA 21
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Ada seorang laki-laki bernama Nabot. Dia memiliki sebidang kebun anggur di Yizreel, warisan turun-temurun dari keluarganya. Bagi orang Israel, tanah warisan bukan sekadar properti. Itu adalah bagian yang Tuhan berikan kepada suku dan keluarga mereka saat masuk ke Tanah Perjanjian. Menjualnya berarti melepaskan sesuatu yang sakral.
Kebun itu kebetulan berada di sebelah istana Raja Ahab. Raja mengincarnya. Dia ingin mengubahnya menjadi kebun sayur, mungkin sekadar untuk menambah kenyamanan istana. Tawarannya terdengar wajar: uang perak, atau kebun anggur pengganti yang lebih baik. Tetapi Nabot menolak dengan tegas: "Demi TUHAN, pantang bagiku untuk memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu." Bagi Nabot, ini bukan soal harga. Ini soal setia kepada Tuhan yang telah memberikan tanah itu.
Reaksi Ahab mengejutkan. Seorang raja yang berkuasa penuh justru pulang, membanting diri di tempat tidur, memalingkan wajah ke dinding, dan mogok makan. Seperti anak kecil yang tidak mendapat apa yang diinginkannya. Di sinilah kita melihat karakter Ahab yang sebenarnya: lemah, cengeng, dan mudah dikendalikan.
Masuklah Izebel, istrinya. Dia adalah putri raja Sidon, penyembah Baal, dan sudah berkali-kali dalam kisah 1 Raja-Raja dia menjadi otak di balik kejahatan. Izebel heran melihat suaminya seperti itu. "Bukankah engkau memerintah sebagai raja atas Israel?" Baginya, seorang raja tidak perlu meminta. Seorang raja mengambil.
Rencananya dingin dan terhitung. Izebel menulis surat atas nama Ahab, memakai meterai raja, dan mengirimkannya kepada para tua-tua kota tempat Nabot tinggal. Isinya: adakan puasa, dudukkan Nabot di depan umum seolah-olah ada perkara penting, lalu suruh dua saksi palsu bersaksi bahwa Nabot telah mengutuki Allah dan raja. Hukumannya jelas menurut hukum Musa: dilempari batu sampai mati.
Yang membuat kisah ini semakin gelap adalah kenyataan bahwa para pemimpin kota patuh. Mereka tahu Nabot. Mereka tinggal sekota dengannya. Namun ketika surat bermeterai raja datang, tidak ada yang berani angkat suara. Nabot dibunuh, dan berita itu dikirim kepada Izebel seperti laporan pekerjaan yang selesai.
Izebel datang kepada Ahab dengan santai: "Bangunlah, milikilah kebun anggur itu." Nabot mati, tanah bebas. Ahab bangkit, tanpa satu pertanyaan pun, dan pergi mengambil apa yang bukan miliknya.
Tetapi ada mata yang melihat. Firman Tuhan datang kepada Elia. Nabi ini pernah berdiri di Gunung Karmel melawan empat ratus lima puluh nabi Baal. Sekarang dia diutus untuk berdiri di kebun anggur yang berlumur darah. Pesannya keras: "Apakah kamu telah membunuh dan juga merampasnya?" Di tempat anjing-anjing menjilati darah Nabot, di situ juga darah Ahab akan dijilati. Keluarganya akan lenyap. Izebel akan dimakan anjing di tembok Yizreel.
Ahab melihat Elia dan menyebutnya "musuhku." Menarik: nabi yang membawa firman Tuhan dianggap musuh, bukan cermin. Namun setelah mendengar seluruh nubuat itu, sesuatu terjadi. Ahab mengoyakkan pakaiannya, memakai kain kabung, berpuasa, dan berjalan perlahan. Ini bukan hanya drama. Tuhan sendiri melihatnya dan berkata kepada Elia: "Apakah kamu melihat bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku?" Karena itu, malapetaka penuh ditunda sampai zaman anaknya.
Apa Artinya Ini?
Kisah ini menelanjangi beberapa hal yang tidak nyaman. Pertama, tentang kekuasaan. Ketika kekuasaan lepas dari rasa takut akan Tuhan, ia menjadi mesin yang menghancurkan orang tak bersalah dengan cara yang tampak legal. Nabot dibunuh melalui pengadilan resmi, dengan puasa, saksi, dan prosedur. Semuanya rapi. Semuanya jahat.
Kedua, tentang keinginan yang tidak dikendalikan. Ahab tidak butuh kebun itu. Dia menginginkannya. Dan keinginan yang dibiarkan berkembang, terutama saat ada orang di sekitar kita yang bersedia melakukan hal kotor demi kita, bisa berujung pada dosa yang tidak pernah kita rencanakan sendiri.
Ketiga, tentang Tuhan yang melihat. Nabot mati sendirian, difitnah, tanpa pembela. Namun Tuhan tahu. Firman-Nya datang kepada Elia justru di saat Ahab merasa telah menang. Tidak ada kejahatan yang lolos dari pandangan-Nya, walaupun kadang penghakiman itu terasa lambat bagi kita.
Benang Merahnya
Nabot mati sebagai orang benar yang difitnah oleh pengadilan palsu, dijatuhi hukuman berdasarkan tuduhan menghujat Allah. Bertahun-tahun kemudian, di Yerusalem, seorang lain akan berdiri di depan pengadilan. Dia juga akan dituduh menghujat Allah. Dia juga akan diadili dengan saksi-saksi palsu. Dia juga akan dibawa ke luar kota untuk dibunuh.
Namun Yesus bukan hanya Nabot yang lebih besar. Nabot mati karena mempertahankan warisan nenek moyangnya. Yesus mati untuk memberikan warisan-Nya kepada kita. Nabot kehilangan kebun anggurnya kepada penguasa jahat. Yesus dengan sukarela melepaskan segalanya supaya kita, yang dulu menjadi musuh, bisa menjadi ahli waris Kerajaan.
Dan lihatlah akhir 1 Raja-Raja 21: bahkan Ahab, si tokoh terburuk dalam kitab ini, menerima belas kasih ketika dia merendahkan diri. Itu adalah bayangan dari Injil. Tuhan sungguh menerima orang yang bertobat, bahkan yang terjelek sekalipun.
Untuk Kamu
Ada dua sisi dalam kisah ini yang bisa mengenai hidupmu sekarang.
Sisi Ahab: pernahkah kamu menginginkan sesuatu sampai kamu bersedia menutup mata terhadap cara memperolehnya? Nilai yang lebih tinggi, hubungan yang bukan milikmu, pengakuan yang harus didapat dengan menjatuhkan orang lain, konten yang kamu tahu tidak seharusnya kamu konsumsi. Ahab tidak mulai sebagai pembunuh. Dia mulai sebagai orang yang tidak mengendalikan keinginannya.
Sisi para tua-tua kota: pernahkah kamu diam ketika sesuatu yang jelas salah sedang terjadi, karena yang melakukannya adalah orang berkuasa atau grup yang populer? Diam itu bukan netral. Diam para tua-tua Yizreel membunuh Nabot sama seperti batu-batu itu.
Dan jika kamu merasa seperti Nabot, difitnah, tidak dibela, tidak didengar: Tuhan melihat. Elia diutus. Kadang keadilan datang lambat, tetapi Tuhan tidak pernah lupa.
Bicarakan Ini
*Ahab
Pertanyaan tentang 1 RAJA-RAJA 21
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 RAJA-RAJA 21?
Apa yang dikatakan 1 RAJA-RAJA 21?
Apa yang 1 RAJA-RAJA 21 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 1 RAJA-RAJA 21?
Mengapa 1 RAJA-RAJA 21 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Nabot menjawab raja dengan kalimat yang pendek, "Kiranya TUHAN menjauhkan aku untuk memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu." Tanah itu bukan sekadar aset, itu pemberian Tuhan yang dititipkan turun-temurun. Ada hal-hal yang tidak boleh ditukar, berapa pun harganya. Pertanyaannya untukmu hari ini: apa yang sedang ditawar orang dalam hidupmu, dan beranikah kamu berkata tidak?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak