EFESUS 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Paulus menulis surat ini dari dalam penjara. Itu penting untuk diingat, karena semua yang dia katakan tentang kesabaran dan kerendahan hati datang dari seseorang yang hidupnya sedang tidak nyaman. Dia tidak menulis dari kursi santai. Dia menulis dari sel.
Dan dari sana dia mendorong jemaat di Efesus untuk "hidup sepadan dengan panggilan yang telah kamu terima." Kata "sepadan" itu punya arti seperti timbangan: ada yang sudah diletakkan di satu sisi, yaitu apa yang Allah lakukan bagimu, dan sekarang sisi lain harus seimbang, yaitu bagaimana kamu hidup. Bukan supaya kamu diterima. Karena kamu sudah diterima.
Lalu Paulus menyebut daftar yang tidak keren sama sekali di dunia kita: kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, saling menanggung beban. Dan sesudah itu satu perintah yang terdengar melelahkan: "berusahalah sekuat tenaga untuk memelihara kesatuan Roh." Kesatuan itu tidak otomatis terjadi. Itu kerja keras. Paulus tidak berkata "ciptakanlah kesatuan", tetapi "peliharalah", karena kesatuan itu sudah ada. Satu tubuh, satu Roh, satu harapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua. Tujuh kali kata "satu". Itu bukan slogan. Itu kenyataan yang harus dijaga supaya tidak pecah.
Kemudian Paulus bicara tentang karunia. Yesus, yang naik ke tempat tinggi, memberikan pemberian kepada manusia: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, pengajar. Menarik: mereka bukan diberikan untuk mengerjakan semua pelayanan sendiri, tetapi "untuk memperlengkapi orang-orang kudus dalam pekerjaan pelayanan." Artinya para pemimpin adalah pelatih, bukan pemain tunggal. Jemaat bukan penonton.
Tujuannya adalah pertumbuhan menuju kedewasaan, "menurut ukuran tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus." Paulus memakai gambar laut: orang yang belum dewasa "diombang-ambingkan oleh ombak dan dibawa ke sana kemari oleh berbagai angin pengajaran." Ada tipu daya, ada penipuan yang licik. Kedewasaan bukan soal umur, tapi soal punya akar. Dan cara tumbuh itu konkret: "mengatakan kebenaran dalam kasih."
Bagian kedua pasal ini terasa lebih tajam. Jangan lagi hidup seperti orang yang tidak percaya, kata Paulus, yang pikirannya sia-sia dan pengertiannya gelap. Perasaan mereka menjadi tumpul. Itu diagnosis yang mengerikan: bukan orang jahat yang mengamuk, tetapi orang yang perlahan-lahan tidak merasa apa-apa lagi.
Lawan dari itu adalah tiga gerakan: buanglah manusia lama, perbaruilah roh pikiranmu, kenakanlah manusia baru. Seperti melepas pakaian lama yang bau, dan memakai yang baru. Lalu Paulus menjadi sangat praktis. Berhenti berbohong. Marah boleh, tetapi jangan berdosa, dan jangan biarkan matahari terbenam dalam kemarahanmu. Yang mencuri harus bekerja, dan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi supaya punya sesuatu untuk dibagikan. Jangan ada perkataan kotor, hanya perkataan yang membangun. Jangan mendukakan Roh Kudus. Buanglah kepahitan, kegeraman, fitnah. Dan akhirnya: saling mengampuni, sebagaimana Allah dalam Kristus mengampuni kamu.
Apa Artinya Ini?
Perhatikan urutannya, karena di situ terletak seluruh pesan pasal ini. Paulus tidak mulai dengan "jadilah orang baik". Dia mulai dengan panggilan yang sudah kamu terima. Perubahan hidup di sini bukan syarat untuk dikasihi Allah, melainkan bentuk yang wajar dari orang yang sudah dikasihi.
Lalu ada hal kedua yang sering kita lewatkan: hampir semua yang Paulus sebut adalah hal sosial. Kebohongan, kemarahan, mulut, kepahitan, pengampunan. Kekudusan dalam Efesus 4 bukan proyek pribadi di kamarmu. Itu terjadi di ruang antara kamu dan orang lain. Kamu tidak bisa menjadi dewasa secara rohani sendirian, karena kamu adalah "sendi" dalam satu tubuh. Kalau kamu mundur, ada yang kehilangan topangan.
Dan ketiga: Paulus jujur bahwa ini sulit. "Berusahalah sekuat tenaga." Tidak ada janji bahwa hidup bersama orang lain akan mudah. Kesatuan itu bukan karena semua orang cocok, tetapi karena satu Tuhan memegang mereka semua.
Benang Merah
Ayat 9 dan 10 adalah jantung pasal ini. Yesus turun ke bagian bawah, lalu naik lebih tinggi dari semua langit. Dia menempuh jarak terjauh yang bisa ditempuh, dari kematian sampai takhta, dan dari sana Dia membagikan pemberian. Segala sesuatu yang diminta dari kamu dalam pasal ini datang dari Dia yang lebih dulu memberi.
Itu sebabnya kalimat terakhir menutup semuanya: "saling mengampuni, sebagaimana Allah dalam Kristus juga mengampuni kamu." Standarnya bukan seberapa besar orang itu bersalah kepadamu. Standarnya adalah salib. Kamu diminta memberi apa yang sudah kamu terima. Dan Roh Kudus yang memeteraikan kamu "untuk hari penebusan" adalah jaminan bahwa cerita ini akan diselesaikan Allah sendiri.
Untuk Kamu
Ambil dua kalimat dari pasal ini dan biarkan mengganggumu minggu ini.
Pertama: "Jangan biarkan matahari terbenam dalam kemarahanmu." Paulus tidak melarang marah. Marah kadang adalah tanda bahwa kamu masih punya hati. Yang dia larang adalah menyimpannya, memupuknya, membiarkannya bermalam sampai berubah menjadi kepahitan. Ada orang yang kamu diamkan sekarang. Kamu tahu siapa. Batas waktu Paulus adalah matahari terbenam, bukan "kalau aku sudah siap."
Kedua: "hanya perkataan baik yang membangun orang yang membutuhkan." Bacalah ulang apa yang kamu tulis di grup chat hari ini. Bukan untuk menghukum dirimu, tetapi untuk melihat jujur: kata-katamu membangun siapa, dan meruntuhkan siapa? Sarkasme yang lucu itu bisa sangat efisien dalam meruntuhkan orang.
Dan satu hal lagi. Ayat 14 bicara tentang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran. Kamu hidup di dunia dengan ribuan suara yang semuanya terdengar yakin. Kedewasaan bukan berarti tidak pernah bingung. Kedewasaan berarti tahu di mana kamu menaruh akar, dan sanggup bertanya: apakah ini sesuai dengan Kristus, atau hanya terdengar meyakinkan?
Bicarakan Bersama
Siapa orang yang paling sulit kamu ampuni saat ini, dan apa yang sebenarnya menahanmu? Jujur saja: apakah itu keadilan, atau kendali?
Suara mana yang paling membentuk cara berpikirmu tentang dirimu sendiri belakangan ini? Apakah suara itu membawamu lebih dekat kepada Kristus atau menjauhkanmu?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau turun sampai ke tempat terendah dan naik lebih tinggi dari segala langit. Semua yang aku miliki, aku terima dari-Mu. Tolong aku hidup sepadan dengan panggilan itu. Tunjukkan di mana aku menyimpan kepahitan, dan berilah aku keberanian untuk melepaskannya sebelum matahari terbenam. Perbaruilah pikiranku. Pakailah mulutku untuk membangun, bukan meruntuhkan. Amin.
Pertanyaan tentang EFESUS 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah EFESUS 4?
Apa yang dikatakan EFESUS 4?
Apa yang EFESUS 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari EFESUS 4?
Mengapa EFESUS 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Mereka telah menjadi mati rasa sehingga menyerahkan diri mereka kepada hawa nafsu." Yang paling menakutkan bukan dosanya, melainkan hilangnya rasa. Dulu hatimu perih saat melakukannya, sekarang tidak lagi. Jangan buru-buru menyebut itu kedewasaan. Mungkin itu kulit yang menebal. Mintalah hati yang masih bisa tersentuh.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak