WAHYU 20
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Yohanes melihat seorang malaikat turun dari surga. Di tangannya ada dua benda: kunci jurang maut dan sebuah rantai besar. Yang ditangkap bukan seorang tiran manusia, melainkan "naga itu, si Ular Tua, yang adalah Setan dan Iblis." Empat nama untuk satu tokoh. Ular dari Kejadian, penipu, penuduh, pemberontak. Dia diikat, dilempar ke jurang maut, dan pintunya ditutup dan disegel. Seribu tahun. Tujuannya jelas disebut: "supaya ia tidak akan menyesatkan bangsa-bangsa lagi."
Lalu kamera bergeser. Yohanes melihat takhta-takhta, dan di atasnya orang-orang yang diberi kuasa untuk menghakimi. Ia melihat jiwa orang-orang yang dipenggal kepalanya karena kesaksian Yesus, orang-orang yang menolak menyembah binatang itu dan menolak tandanya. Orang-orang yang, secara manusiawi, kalah. Mereka mati. Dan justru mereka yang "hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun." Yohanes menyebutnya kebangkitan yang pertama, dan menyebut mereka diberkati dan kudus, karena "kematian kedua tidak berkuasa" atas mereka.
Setelah seribu tahun itu, terjadi sesuatu yang mengganggu: Iblis dilepaskan. Ia langsung melakukan apa yang selalu ia lakukan, menyesatkan bangsa-bangsa, dan mengumpulkan pasukan sebanyak pasir di laut, Gog dan Magog. Mereka mengepung perkemahan orang-orang kudus dan kota yang terkasih. Lalu perangnya selesai dalam satu kalimat: "api turun dari langit dan menghanguskan mereka." Tidak ada pertarungan epik. Setan dilempar ke lautan api, menyusul binatang dan nabi palsu.
Adegan terakhir adalah yang paling sunyi. Sebuah takhta putih yang besar, dan Dia yang duduk di atasnya. Bumi dan langit lenyap dari hadapan-Nya. Semua orang mati berdiri di sana, "besar dan kecil." Kitab-kitab dibuka, dan satu kitab lagi, Kitab Kehidupan. Laut, maut, dan Hades menyerahkan orang-orang mati mereka. Tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlupakan. Maut sendiri dilemparkan ke lautan api, dan siapa yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan ikut ke sana.
What Does This Mean?
Pertama, jujur saja: tentang "seribu tahun" itu, orang Kristen sudah berdebat selama hampir dua ribu tahun. Apakah itu masa harfiah setelah Yesus datang kembali, atau gambaran simbolis untuk masa gereja sekarang, di mana Injil menembus bangsa-bangsa karena kuasa Iblis sudah dipatahkan di kayu salib? Ada orang beriman yang cerdas dan setia di kedua sisi. Kalau ada yang mengaku punya jadwal lengkapnya, curigailah sedikit.
Tetapi perhatikan apa yang tidak diperdebatkan, karena di situlah kekuatan pasal ini. Iblis nyata, tetapi tidak berdaulat. Ia diikat oleh malaikat, bukan oleh dewa saingan. Ia dilepaskan hanya "untuk sementara," dan bahkan pelepasannya terjadi dalam izin Allah. Kejahatan di dunia ini bukan bukti bahwa Allah sudah kehilangan kendali. Kejahatan punya rantai, punya batas waktu, dan punya akhir.
Kedua: yang kalah ternyata menang. Orang-orang yang dipenggal karena Yesus adalah orang-orang yang duduk di takhta. Ini bukan hiburan murahan. Ini pembalikan nilai yang total. Dunia mengukur nilai dengan pengaruh, jumlah pengikut, prestasi. Wahyu mengukur dengan kesetiaan.
Ketiga, dan ini bagian yang menggores: ada penghakiman. Sungguhan. "Dihakimi berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu, sesuai perbuatan mereka." Hidup kita dicatat. Bukan karena Allah tukang mata-mata, tetapi karena Ia serius menganggap hidup manusia bermakna. Yang tidak dianggap serius tidak perlu dihakimi. Dan lautan api itu tidak dijelaskan dengan detail sadis di sini, tetapi juga tidak diperhalus. Wahyu tidak menakut-nakuti; Wahyu memberi tahu.
The Common Thread
Perhatikan dua daftar di ayat 12. Ada kitab-kitab perbuatan, dan ada Kitab Kehidupan. Kalau hanya ada kitab pertama, tidak ada seorang pun dari kita yang aman. Aku tahu isi kitabku, dan kamu tahu isi kitabmu. Tetapi ada kitab kedua, dan yang menentukan pada akhirnya adalah apakah namamu ada di sana.
Nama masuk ke Kitab Kehidupan bukan karena skor. Wahyu sudah memberi tahu kita di pasal-pasal sebelumnya siapa yang membuka kitab dan siapa yang menebus manusia dari setiap bangsa: Anak Domba yang disembelih. Di pasal 20 ini kita melihat siapa mereka yang selamat dari kematian kedua: mereka yang bertahan dalam kesaksian Yesus. Ular yang menipu di Kejadian 3 di sini berakhir. Kutuk maut yang dimulai di sana di sini dilemparkan ke lautan api. Alkitab menutup lingkarannya. Yang dimulai dengan ular berbisik di taman, diakhiri dengan Kristus yang memerintah bersama umat-Nya.
For You
Kamu hidup di dunia yang berbisik bahwa hidupmu sedang dinilai setiap hari. Nilai ujian, jumlah likes, penampilan, seberapa lucu kamu di grup chat. Penghakiman kecil tanpa henti, oleh hakim-hakim yang bahkan tidak peduli padamu.
Wahyu 20 memindahkan takhta itu. Hanya ada satu penghakiman yang akan bertahan sampai akhir, dan Hakim itu adalah satu-satunya yang benar-benar tahu segalanya tentangmu, dan Ia sudah membayar mahal untuk namamu. Itu membebaskan sekaligus menyerahkanmu. Membebaskan, karena opini orang di sekolahmu tidak akan disebut di takhta putih itu. Menyerahkan, karena hidupmu ternyata bukan milikmu sendiri untuk dihabiskan sembarangan.
Jadi ini tantangannya, dan ini tidak nyaman. Ambil satu area hidupmu yang kamu sembunyikan, yang kamu harap tidak tercatat di kitab mana pun. Jangan mulai dengan memperbaikinya. Mulai dengan menyebutkannya, kepada Allah, dan kalau kamu berani, kepada satu orang yang dewasa dan bisa dipercaya. Orang yang namanya ada di Kitab Kehidupan tidak perlu lagi menyembunyikan isi kitab yang lain. Dan setelah itu: tanyakan pada dirimu di mana kamu sedang berkompromi supaya diterima. Karena Wahyu memberi takhta kepada mereka yang menolak memakai tanda binatang itu, bukan kepada mereka yang pandai menyesuaikan diri.
Talk About It
Kalau kamu jujur: gagasan bahwa seluruh hidupmu tercatat dan akan dihakimi, itu terasa menakutkan atau membebaskan? Mengapa?
Di mana dalam hidupmu kamu paling merasakan tekanan untuk "menyembah binatang itu," yaitu untuk ikut arus supaya tidak ditolak?
Praying Together
Tuhan Yesus, Engkau duduk di takhta dan aku tidak. Aku bersyukur karena Hakim yang akan menghadapiku adalah Dia yang mati untukku. Tulislah namaku dalam Kitab Kehidupan-Mu, dan tolong aku hidup hari ini tanpa perlu bersembunyi lagi. Amin.
Pertanyaan tentang WAHYU 20
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah WAHYU 20?
Apa yang dikatakan WAHYU 20?
Apa yang WAHYU 20 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari WAHYU 20?
Mengapa WAHYU 20 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perhatikan sebutan yang dipakai: "Iblis yang menyesatkan mereka." Sampai halaman terakhir Alkitab, senjatanya tetap sama, yaitu bisikan dusta. Sejak Eden ia tidak pernah bisa memaksamu, hanya membujuk. Dan hari itu datang juga: mulutnya dibungkam untuk selamanya. Suara yang berkata kamu tidak layak, kamu terlalu jauh, itu tidak kekal. Kristus yang kekal.
Dan, jika ada orang yang tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan, ia dicampakkan ke dalam lautan api." Perhatikan: yang menentukan bukan panjangnya daftar perbuatanmu, melainkan apakah namamu ada di sana. Nama, bukan prestasi. Jadi pertanyaannya bukan "sudah cukup baikkah aku?" tetapi "sudah dikenalkah aku oleh Anak Domba yang memegang kitab itu?
Bumi dan langit lenyap dari hadapan-Nya dan tidak ada tempat bagi mereka." Yang paling kokoh dalam hidupmu, tanah yang kaupijak, langit di atas kepalamu, ternyata bisa hilang begitu saja di hadapan Dia yang duduk di takhta itu. Lalu apa yang sedang kaupegang erat hari ini? Hanya Dia yang tetap tinggal.
Mereka naik ke seluruh permukaan bumi dan mengepung perkemahan orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu, tetapi api turun dari surga dan melahap mereka." Perhatikan, tidak ada satu pun perang yang dicatat. Umat Allah hanya dikepung, itu saja. Sisanya dikerjakan surga. Mungkin hari ini kamu merasa terkepung dari segala sisi. Kamu tidak sedang diminta menang sendirian. Kamu diminta bertahan di dalam kota yang dikasihi itu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak