1 TAWARIKH 29:14
Teks
Di tengah doa syukurnya, Daud berhenti dan bertanya sesuatu yang aneh untuk seorang raja yang baru saja menyerahkan ribuan talenta emas: "Sebab, siapakah aku dan siapakah bangsaku sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini?" Lalu ia menjawab pertanyaannya sendiri, bukan dengan merendah secara basa-basi, melainkan dengan satu pengakuan yang membalik seluruh logika pemberian: "segala sesuatu berasal dari-Mu, dan dari tangan-Mulah persembahan yang kami berikan kepada-Mu." Apa yang baru saja ditumpahkan di hadapan Allah, emas Ofir, perak murni, batu permata, ternyata bukan milik mereka sejak semula. Mereka hanya mengembalikan. Tangan yang memberi dan tangan yang menerima, menurut Daud, sebenarnya adalah tangan yang sama.
Inti
"Siapakah aku" adalah kalimat yang sudah pernah keluar dari mulut Daud, ketika Natan menyampaikan janji bahwa keturunannyalah yang akan membangun rumah bagi TUHAN; dan sebelum Daud, Musa mengucapkannya di depan semak yang menyala ketika diutus kepada Firaun. Pola itu penting: pertanyaan "siapakah aku" tidak pernah muncul dari rasa rendah diri, melainkan selalu muncul ketika seseorang berdiri terlalu dekat dengan kemurahan Allah dan menyadari ketidakseimbangannya. Di sinilah inti teologis ayat ini. Pemberian manusia kepada Allah tidak pernah menambah apa pun pada-Nya; pemberian itu adalah peredaran kembali dari apa yang sudah Ia alirkan. Kasih karunia bukan hanya awal hidup orang percaya, melainkan juga bahan baku dari setiap tindakan saleh yang kita banggakan. Bahkan kerelaan hati itu sendiri, kata Daud beberapa ayat kemudian, harus Allah yang mengarahkannya.
Benang Merah
Kalimat Daud ini bukan satu-satunya kali Israel menumpuk harta untuk rumah Allah. Di Keluaran 35 dan 36, umat yang baru saja keluar dari Mesir membawa emas, perak, kain ungu dan kulit untuk Kemah Suci sampai Musa harus menyuruh mereka berhenti karena bahannya berlebih. Dan emas itu pun pernah menjadi milik orang Mesir sebelum diberikan kepada budak-budak yang pergi. Pola yang sama terulang di Yerusalem: yang dipersembahkan selalu barang pinjaman. Benang itu berakhir di tempat yang tak terduga, di sebuah salib, ketika Allah sendiri menyediakan persembahan yang Ia tuntut, persis seperti di gunung Moria dahulu ketika Abraham menamai tempat itu "TUHAN menyediakan". Rumah yang Salomo bangun akan runtuh dua kali; Bait yang dibangun dari tubuh Kristus tidak. Namun logikanya tidak berubah sejak Daud: kita hanya mengembalikan.
Cermin
Ada kesalehan yang diam-diam menghitung. Kamu mentransfer persembahan bulanan dan merasa sudah menunaikan bagianmu kepada Allah, seolah sisanya murni milikmu. Atau kamu melepaskan waktu Sabtu untuk melayani anak-anak di gereja dan pulang dengan rasa lelah yang terasa seperti tabungan rohani. Daud memotong urat itu. Gajimu bulan lalu, rumah yang akhirnya lunas, tubuh yang masih kuat bangun pagi, anak yang bisa kamu biayai sekolahnya, bahkan dorongan hati yang membuatmu rela memberi: semuanya datang dari tangan yang sama. Itu bukan untuk membuatmu merasa kecil, melainkan untuk membebaskanmu dari beban menjadi pemilik. Pemilik harus menjaga; pengelola cukup setia. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu hal yang paling kamu banggakan sebagai hasil jerih payahmu sendiri, lalu ucapkan dengan suara keras di atasnya: "segala sesuatu berasal dari-Mu."
Tokoh Utama
Daud mengucapkan ini sebagai orang tua yang tahu waktunya hampir habis. Ia tidak akan melihat bait itu berdiri. Allah sudah berkata bahwa bukan dia yang akan membangunnya, dan ia tetap mengumpulkan emas Ofir sampai tiga ribu talenta untuk pekerjaan yang hasilnya akan dinikmati orang lain. Itu bukan kesalehan yang murah. Ada sesuatu yang matang dalam diri seseorang yang bisa berinvestasi penuh dalam sesuatu yang tidak akan mencantumkan namanya. Perhatikan juga emosinya: tiga kali dalam pasal ini disebut sukacita, dan Daud "sangat gembira" bukan karena jumlah emasnya, melainkan karena para pemimpin memberi dengan hati tulus. Raja yang hidupnya penuh darah dan skandal ini mengakhiri perjalanannya bukan dengan membela diri, melainkan dengan mengembalikan semuanya.
Pertanyaan
Jika segalanya memang milik Allah dan persembahan kita tidak menambah apa pun pada-Nya, mengapa Ia memintanya? Bukankah seluruh upacara ini menjadi semacam teater, Allah memberi dengan tangan kanan lalu menadah dengan tangan kiri? Teks ini tidak menghapus ketegangan itu, tetapi meletakkan sesuatu di sebelahnya: "Engkau menguji hati dan berkenan pada kejujuran." Allah tidak membutuhkan emas; Ia menginginkan hati yang rela. Dan di situ persoalannya tidak selesai, karena Daud sendiri lalu berdoa supaya Allah mengarahkan hati umat kepada-Nya. Jadi bahkan kerelaan itu pun pemberian. Kita berdiri di depan misteri yang tidak bisa dibongkar: tindakan yang sungguh-sungguh milik kita, namun seluruhnya dikerjakan oleh anugerah. Alkitab tidak pernah menyelesaikan teka-teki itu; ia hanya menyuruh kita memberi.
Detail
Kata "tangan" mengikat seluruh doa ini. Ayat 12: "Dalam tangan-Mu terdapat kuasa dan keperkasaan." Ayat 16: semua bahan itu "berasal dari tangan-Mu". Dan di tengahnya ayat 14: "dari tangan-Mulah persembahan yang kami berikan kepada-Mu." Dalam bahasa Ibrani, yad, tangan, adalah kiasan standar untuk kekuasaan dan kepemilikan; berada "dalam tangan" seseorang berarti berada di bawah kendalinya. Daud memakai kata yang sama untuk kekuatan Allah atas langit dan bumi dan untuk asal-usul emas di tumpukan itu. Artinya: kemurahan dan kedaulatan bukan dua sifat terpisah pada Allah. Tangan yang memerintah bangsa-bangsa adalah tangan yang membuka diri. Dan nanti, tangan itu akan terbuka lagi, kali ini di atas kayu, dengan paku menembusnya.
Refleksi
Apa yang paling sulit kamu akui sebagai pemberian, bukan sebagai pencapaian, dan mengapa justru hal itu?
Daud membiayai bangunan yang tidak akan pernah ia lihat selesai. Pekerjaan apa yang sedang kamu kerjakan, yang hasilnya baru akan dituai orang lain?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Chronicles 29:14
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 TAWARIKH 29:14?
Tentang apakah 1 TAWARIKH 29:14?
Apa konteks historis dari 1 TAWARIKH 29:14?
Apa yang 1 TAWARIKH 29:14 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 TAWARIKH 29:14 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Chronicles 29
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tujuh tahun di Hebron, tiga puluh tiga tahun di Yerusalem. "Lamanya dia memerintah atas Israel adalah empat puluh tahun." Yang dicatat bukan hanya masa jayanya. Hebron pun dihitung, tempat kecil itu, masa menunggu itu. Mungkin kamu sedang di Hebronmu sendiri. Tuhan tidak melewatkannya dari daftar hidupmu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi