Penjelasan Alkitab

1 KORINTUS 8:6

Alkitab

Teks Itu Sendiri

Setelah mengakui bahwa dunia penuh dengan apa yang disebut orang sebagai "allah" dan "tuhan", baik di langit maupun di bumi, Paulus menarik garis tajam: bagi kita, orang-orang yang menjadi milik Kristus, hitungannya lain. Hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, sumber dari mana segala sesuatu berasal dan tujuan ke mana hidup kita diarahkan: "Dari Dialah segala sesuatu dan kita ada untuk Dia." Dan hanya ada satu Tuhan, yaitu Kristus Yesus, perantara dari mana segala sesuatu dijadikan dan jalan melalui siapa kita sendiri ada: "yang oleh-Nya segala sesuatu ada, dan kita ada melalui Dia." Dua kalimat pendek, empat preposisi kecil, dan seluruh peta kosmos jemaat Korintus digambar ulang.

Intinya

Perhatikan apa yang sebenarnya Paulus lakukan di sini. Setiap orang Yahudi mengucapkan pengakuan dari Ulangan 6: dengarlah, TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa. Itu bukan slogan, itu napas sehari-hari. Lalu Paulus mengambil pengakuan itu, membelahnya menjadi dua, dan menempatkan Yesus di dalamnya, bukan di sampingnya. "Allah" menunjuk kepada Bapa; "Tuhan" menunjuk kepada Kristus Yesus. Tidak ada penambahan ilah kedua, tidak ada kompromi dengan monoteisme; yang ada adalah pengakuan bahwa nama Allah yang satu itu ternyata cukup luas untuk mencakup Anak. Dan itu bukan spekulasi tentang hakikat ilahi demi kesenangan berpikir. Ini dipakai untuk menjawab pertanyaan sangat membumi: bolehkah aku makan daging ini? Teologi tertinggi Paulus muncul justru di meja makan, di tengah pertengkaran jemaat soal menu.

Benang Merah

Yang Paulus tulis di sini bukan gagasan baru yang jatuh dari langit; ia sedang menyambungkan dua ujung dari satu tali panjang. Ujung pertama: Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya, dan Israel dipanggil keluar dari dunia yang penuh dewa untuk menyembah satu Nama saja. Ujung kedua: Firman itu ternyata berwajah, bernama Yesus Kristus, dan melalui Dia dunia dijadikan. Dengan menaruh Kristus di dalam pengakuan keesaan Allah, Paulus menyatakan bahwa penciptaan dan penebusan bukan dua proyek terpisah. Tangan yang menjadikan segala sesuatu adalah tangan yang berlubang paku. Karena itu seluruh ciptaan, termasuk sepotong daging yang pernah diletakkan di altar Apolo, tidak pernah lepas dari kepemilikan-Nya. Berhala tidak pernah benar-benar memiliki apa pun; ia hanya menempelkan label palsu pada barang milik orang lain.

Cermin

Pertanyaan yang sebenarnya diajukan ayat ini kepada kita bukan "berapa banyak allah yang kamu akui", melainkan "dari mana hidupmu berasal dan ke mana ia diarahkan". Sebab di situlah ketuhanan sungguh-sungguh diuji. Anda mungkin tidak pernah berdoa kepada patung, tetapi Anda bisa hidup seolah-olah segala sesuatu berasal dari kerja keras Anda sendiri dan ada untuk kenyamanan Anda sendiri. Rapor anak, penilaian atasan, saldo rekening, pendapat orang di gereja: semuanya sanggup berfungsi sebagai "tuhan" kecil yang menentukan ke mana energi Anda mengalir sepanjang minggu. Paulus tidak menyuruh kita menyangkal bahwa kuasa-kuasa itu nyata terasa; ia mengatakan ada yang lebih nyata. Hari ini juga: tulis di secarik kertas satu hal yang diam-diam paling menentukan keputusan Anda minggu ini, lalu ucapkan dengan suara keras di atasnya, "Dari Dialah segala sesuatu dan kita ada untuk Dia."

Intertekstualitas

Tiga gema patut didengar. Pertama, Ulangan 6:4, pengakuan harian Israel, yang kerangkanya dipinjam Paulus secara utuh namun kini diisi dua nama. Kedua, Roma 11:36, di mana rangkaian preposisi yang sama, dari Dia, oleh Dia, kepada Dia, dipakai untuk Allah saja; di Korintus rumus itu dibelah dan sebagiannya diberikan kepada Kristus, dan itu bukan pengurangan melainkan penyingkapan. Ketiga, Kolose 1 dan pembukaan Injil Yohanes, yang keduanya menegaskan bahwa tidak ada satu pun yang dijadikan tanpa Dia. Ada juga kontras yang tajam: dunia Romawi memanggil kaisar "tuhan dan allah". Ketika Paulus menulis "hanya ada satu Tuhan, yaitu Kristus Yesus", ia sedang mencabut gelar itu dari seseorang yang sangat berkuasa dan sangat hidup.

Pertanyaannya

Di ayat 4 Paulus berkata tidak ada berhala di dunia ini; dua pasal kemudian ia memperingatkan bahwa persembahan kepada berhala sesungguhnya dipersembahkan kepada roh-roh jahat, dan orang Kristen tidak boleh ikut ambil bagian. Mana yang benar? Jujur saja: Paulus tidak memberi kita sistem yang rapi. Yang ia katakan kira-kira begini. Secara hakikat, berhala itu kosong, sebuah nol besar; kayu tetap kayu. Tetapi kekosongan itu tidak netral. Ketika manusia menyerahkan hati kepada kekosongan, sesuatu memang terjadi, dan sesuatu itu merusak. Patung tidak berkuasa, tetapi penyembahan berkuasa. Kita ingin kepastian "aman atau tidak aman", dan Paulus justru memindahkan pertanyaannya ke soal kesetiaan dan kasih. Itu kurang nyaman, dan memang dimaksudkan demikian.

Konteks

Korintus sekitar tahun 55, kota pelabuhan yang ramai, baru beberapa generasi dibangun ulang sebagai koloni Romawi, penuh pendatang yang memanjat tangga sosial. Kuil-kuil bukan sekadar tempat ibadah melainkan restoran, ruang pertemuan bisnis, dan tempat merayakan ulang tahun. Menolak undangan makan di sana berarti memutus relasi dengan rekan kerja dan pelindung yang menopang hidup Anda. Daging di pasar pun sering berasal dari sisa kurban. Jadi pertanyaan jemaat bukan soal teori, melainkan soal pekerjaan, status, dan keluarga. Sebagian anggota yang terdidik berargumen dengan "pengetahuan" yang benar. Paulus setuju dengan teologi mereka, lalu mengubah arah pemakaiannya: pengakuan tentang satu Allah dan satu Tuhan tidak diberikan untuk memenangkan debat, tetapi untuk membangun saudara yang lebih lemah.

Refleksi

Jika seluruh hidup saya "dari Bapa, melalui Kristus, untuk Dia", bagian mana dari minggu saya yang paling sulit dibaca dengan kalimat itu?

Pengetahuan teologis saya selama ini lebih sering saya pakai untuk memenangkan percakapan atau untuk menopang seseorang yang imannya sedang goyah?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 8:6

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti 1 KORINTUS 8:6?
Setelah mengakui bahwa dunia penuh dengan apa yang disebut orang sebagai "allah" dan "tuhan", baik di langit maupun di bumi, Paulus menarik garis tajam: bagi kita, orang-orang yang menjadi milik Kristus, hitungannya lain. Hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, sumber dari mana segala sesuatu berasal dan tujuan ke mana hidup kita diarahkan: "Dari Dialah segala sesuatu dan kita ada untuk Dia.
Tentang apakah 1 KORINTUS 8:6?
Yang Paulus tulis di sini bukan gagasan baru yang jatuh dari langit; ia sedang menyambungkan dua ujung dari satu tali panjang. Ujung pertama: Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya, dan Israel dipanggil keluar dari dunia yang penuh dewa untuk menyembah satu Nama saja. Ujung kedua: Firman itu ternyata berwajah, bernama Yesus Kristus, dan melalui Dia dunia dijadikan.
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 8:6?
Tiga gema patut didengar. Pertama, Ulangan 6:4, pengakuan harian Israel, yang kerangkanya dipinjam Paulus secara utuh namun kini diisi dua nama. Kedua, Roma 11:36, di mana rangkaian preposisi yang sama, dari Dia, oleh Dia, kepada Dia, dipakai untuk Allah saja; di Korintus rumus itu dibelah dan sebagiannya diberikan kepada Kristus, dan itu bukan pengurangan melainkan penyingkapan.
Apa yang 1 KORINTUS 8:6 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Korintus sekitar tahun 55, kota pelabuhan yang ramai, baru beberapa generasi dibangun ulang sebagai koloni Romawi, penuh pendatang yang memanjat tangga sosial. Kuil-kuil bukan sekadar tempat ibadah melainkan restoran, ruang pertemuan bisnis, dan tempat merayakan ulang tahun. Menolak undangan makan di sana berarti memutus relasi dengan rekan kerja dan pelindung yang menopang hidup Anda.
Bagaimana 1 KORINTUS 8:6 masih relevan hari ini?
Pengetahuan teologis saya selama ini lebih sering saya pakai untuk memenangkan percakapan atau untuk menopang seseorang yang imannya sedang goyah?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 8

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Wawasan Editorial pada ayat 13

Paulus tidak berdebat soal siapa yang benar. Ia hanya berkata, "Karena itu, jika makanan membuat saudaraku jatuh ke dalam dosa, aku tidak akan pernah makan daging lagi." Haknya nyata, tetapi ia melepaskannya demi satu orang. Pertanyaannya buatmu hari ini sederhana: adakah kebebasan yang rela kaulepas supaya seseorang tidak tersandung?

Wawasan Editorial pada ayat 6

Di tengah ribut soal daging persembahan berhala, Paulus justru menarik semua orang kembali ke dasar: "bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, yang dari Dia segala sesuatu berasal, dan bagi Dia kita hidup." Dari Dia, bagi Dia. Kalau arah hidupmu memang ke sana, kenapa masih begitu penting membuktikan dirimu paling benar di depan saudara yang lebih lemah?

Wawasan Editorial pada ayat 12

Dengan berdosa terhadap saudara-saudaramu seperti itu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, kamu berdosa terhadap Kristus." Paulus tidak berkata kamu melukai orang lemah. Ia berkata kamu melukai Kristus. Ternyata Yesus berdiri begitu dekat dengan saudara yang imannya goyah. Sikapmu padanya, itulah sikapmu pada Tuhan.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi