1 YOHANES 1
Teks
Seorang saksi tua mulai menulis, dan ia tidak mulai dengan ajaran melainkan dengan inderanya: ia mendengar, ia melihat, ia memperhatikan, ia menyentuh. Yang disentuhnya itu disebutnya "Firman kehidupan", yang sudah ada sejak semula dan kini telah dinyatakan. Kesaksian itu diberitakan supaya para pembaca masuk ke dalam persekutuan yang sama, persekutuan dengan Bapa dan dengan Yesus Kristus, dan supaya sukacita menjadi penuh. Lalu nada berubah: berita yang didengar itu adalah bahwa Allah adalah terang, tanpa setitik pun kegelapan. Dari situ menyusul tiga pengakuan palsu dan dua janji: siapa yang berjalan dalam terang dibersihkan oleh darah Yesus, dan siapa yang mengakui dosanya menemukan Allah yang setia dan adil untuk mengampuni.
Inti
Perhatikan kata yang paling berani di pasal ini: sentuh. Yang kekal menjadi dapat diraba. Yohanes tidak sedang membela sebuah teori tentang Allah; ia sedang berkata bahwa kehidupan kekal pernah berdiri di ruangan yang sama dengan dirinya, bernapas, dan bisa dipegang tangannya. Lalu ia menyambung pernyataan yang kelihatannya tidak nyambung: "Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan." Mengapa dua hal ini berdekatan? Karena terang bukan hanya kemurnian, tetapi keterbukaan. Allah yang menyentuh adalah Allah yang menyingkapkan. Dan di sinilah ketegangan yang tidak diselesaikan Yohanes dengan mudah: semakin dekat kita pada terang, semakin jelas apa yang selama ini kita sembunyikan. Pengampunan bukan jalan memutar dari terang itu, melainkan isi terang itu sendiri.
Benang Merah
Sejak Kejadian, manusia bersembunyi. Yang pertama dilakukan setelah dosa adalah mencari rimbun pepohonan ketika terdengar suara Allah. Seluruh Kitab Suci sejak saat itu bergerak melawan kebiasaan bersembunyi: darah di ambang pintu, korban di mezbah, nabi yang menelanjangi kebohongan Israel, semuanya mendesak manusia keluar ke tempat terbuka di hadapan Allah. Yohanes meletakkan ujung benang itu di sini: "darah Yesus, Anak-Nya, membersihkan kita dari semua dosa." Yang dahulu dilakukan berulang-ulang oleh imam, kini terjadi dalam satu Pribadi yang pernah disentuh tangan manusia. Dan perhatikan tegangnya kata kerja: membersihkan, bukan telah selesai membersihkan sekali lalu diam. Ini pekerjaan yang terus berlangsung sepanjang kita terus berjalan.
Cermin
Kalimat "Jika kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri" tidak ditujukan kepada orang yang jauh dari gereja. Itu ditujukan kepada orang yang rajin, yang hadir, yang memimpin kelompok kecil. Penipuan diri jarang berbunyi seperti kesombongan; biasanya ia berbunyi seperti penjelasan yang masuk akal. Saya keras kepada anak saya karena saya lelah. Saya menyimpan angka itu karena semua orang melakukannya. Saya mendiamkan dia tiga hari bukan karena dendam, hanya butuh ruang. Terang tidak membantah penjelasan itu; terang hanya membuatnya kelihatan. Dan kabar yang mengejutkan: Allah disebut bukan hanya pengasih melainkan "setia dan adil untuk mengampuni". Pengampunan bukan kelonggaran hati-Nya, melainkan kesetiaan-Nya pada janji.
Hari ini, sebelum tidur, sebutkan dengan suara terdengar satu perbuatan yang selama ini Anda jelaskan kepada diri sendiri, tanpa menambahkan alasannya sepatah kata pun.
Profil
Pembaca pertama surat ini adalah jemaat yang baru saja pecah. Sekelompok orang telah pergi, membawa ajaran bahwa roh itu murni dan tubuh tidak penting, sehingga apa yang dilakukan tubuh tidak lagi menentukan. Dari situ lahir dua akibat: Kristus dianggap tidak sungguh-sungguh berdaging, dan dosa dianggap tidak sungguh-sungguh ada pada orang rohani. Maka kalimat "kami sentuh dengan tangan kami" bukan puisi bagi mereka, melainkan pukulan telak. Dan "jika kita mengatakan bahwa kita belum pernah berbuat dosa" bukan hiperbola, melainkan kutipan dari mulut orang-orang yang baru saja keluar dari pintu mereka. Yang tertinggal adalah jemaat yang goyah, bertanya-tanya apakah mereka yang salah. Kepada merekalah ditulis: sukacitamu menjadi penuh.
Tokoh Utama
Allah dalam pasal ini digambarkan dengan satu kata saja: terang. Bukan Allah memberi terang, bukan Allah berada dalam terang, melainkan Allah adalah terang, dan di dalam Dia "sama sekali tidak ada kegelapan". Itu pernyataan yang menenangkan sekaligus menakutkan. Menenangkan, karena berarti tidak ada sisi gelap pada Allah, tidak ada suasana hati yang harus kita tebak, tidak ada kejutan buruk di balik punggung-Nya. Menakutkan, karena berarti tidak ada sudut di dalam Dia tempat kita bisa menyelipkan apa yang tidak ingin kita bicarakan. Namun Yohanes tidak berhenti pada cahaya yang menyilaukan. Terang itu punya tangan yang pernah disentuh, dan punya darah. Kekudusan yang bisa dipeluk: itulah yang membuat pengakuan dosa mungkin.
Teks-Teks yang Bergema
Kalimat pembuka Yohanes hampir tidak mungkin dibaca tanpa mendengar Injilnya sendiri: "Pada mulanya adalah Firman." Tetapi ada pergeseran yang berarti. Di Injil, Firman itu dilihat kemuliaan-Nya; di sini Firman itu disentuh. Penekanannya bergeser ke arah yang paling jasmani, karena itulah yang disangkal lawan-lawannya. Bergema juga Mazmur 32, ketika Daud menulis bahwa selama ia berdiam diri, tulangnya menjadi lesu, dan baru setelah mengakui pelanggarannya ia merasakan kelegaan. Yohanes menempatkan pengalaman Daud itu ke dalam terang salib: yang dahulu dirasakan sebagai kelegaan, sekarang dijelaskan dasarnya, yaitu darah Yesus. Pengakuan bukan pekerjaan yang membuat kita layak; pengakuan adalah langkah keluar dari tempat teduh ke bawah cahaya yang sudah lebih dahulu bersinar.
Refleksi
Bagian mana dari hidup Anda yang selama ini Anda jelaskan, tetapi belum pernah Anda akui?
Jika Allah adalah terang tanpa setitik kegelapan, apa yang berubah dalam cara Anda berdoa malam ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 John 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 YOHANES 1?
Tentang apakah 1 YOHANES 1?
Apa konteks historis dari 1 YOHANES 1?
Apa yang 1 YOHANES 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 YOHANES 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 John 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Yohanes sudah melihat, mendengar, bahkan menyentuh Yesus dengan tangannya sendiri. Tapi ia menulis, "supaya sukacita kita menjadi penuh." Jadi sukacitanya belum lengkap sampai kamu ikut masuk ke dalamnya. Ternyata ada jenis sukacita yang tidak bisa penuh kalau dinikmati sendirian. Siapa yang sedang menunggu kamu bagikan?
Bapa, aku ingin berjalan dalam terang-Mu, bukan bersembunyi di balik hal-hal yang tak ingin kuakui. Buka yang masih kututupi, dan bersihkan aku. Terima kasih karena darah Yesus sungguh cukup, dan karena di dalam terang itu aku tidak sendirian.
Bapa, Engkau terang yang tidak pernah bercampur gelap. Aku sering menyimpan hal-hal yang kusembunyikan bahkan dari diriku sendiri. Bawalah itu ke dalam cahaya-Mu, pelan-pelan saja, sampai aku belajar hidup tanpa perlu bersembunyi lagi.
Bapa, terima kasih karena Engkau membuka pintu untuk kami mengenal Engkau, bukan dari jauh, tapi dekat seperti keluarga. Pakai hidup kami untuk membagikan apa yang sudah kami lihat dan rasakan, supaya orang lain ikut masuk dalam persahabatan dengan Engkau dan Yesus.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
