1 SAMUEL 8
Teks
Samuel sudah tua, dan anak-anaknya yang diangkat menjadi hakim ternyata menjual keadilan: "Mereka mengejar laba, menerima suap, dan memutarbalikkan keadilan." Maka para tua-tua Israel datang ke Rama dengan sebuah permintaan yang terdengar masuk akal dan sekaligus menusuk: "angkatlah raja bagi kami untuk memimpin kami sama seperti semua bangsa lainnya." Samuel tersinggung dan membawa perkara itu kepada TUHAN, yang justru menyuruhnya menuruti permintaan itu, tetapi lebih dahulu memperingatkan bangsa itu tentang harga seorang raja: anak-anak mereka diambil, ladang mereka diambil, sepersepuluh hasil mereka diambil, sampai mereka sendiri menjadi hamba. Bangsa itu tetap berkata, "Tidak! Seharusnya, ada raja atas kami." Dan TUHAN mengabulkannya.
Inti
Yang membuat pasal ini berat bukan permintaan akan seorang raja, sebab Taurat sendiri mengantisipasi kemungkinan itu. Yang berat adalah diagnosis TUHAN: "bukan kamu yang ditolak mereka, melainkan mereka menolak Aku sebagai raja mereka." Israel tidak menuntut struktur baru; mereka menukar seorang Raja yang tidak dapat dilihat dengan seorang raja yang dapat dilihat, disentuh, dan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain. Ini bukan sekadar kesalahan politik, melainkan pelanggaran perjanjian, sejalan dengan pola lama sejak keluar dari Mesir: "meninggalkan Aku dan melayani ilah-ilah lain." Dan di situlah kasih Allah muncul dalam bentuk yang paling mengganggu: Ia tidak menolak, Ia mengizinkan. Penghakiman-Nya di sini bukan api dari langit, melainkan doa yang dijawab persis seperti diminta, lengkap dengan seluruh akibatnya.
Benang Merah
Permintaan Israel ditolak sebagai penolakan, tetapi tidak dibatalkan sebagai sejarah. Justru melalui institusi yang lahir dari ketidaksetiaan ini, Allah bekerja terus: dari Saul yang gagal ke Daud yang diberi janji tentang takhta yang kekal, dan dari Daud ke Anak Daud yang datang tanpa kereta dan tanpa pasukan berkuda. Perhatikan kontrasnya. Raja yang diminta Israel akan "mengambil": anak, ladang, kawanan, akhirnya kebebasan mereka sendiri. Raja yang diberikan Allah dalam Kristus justru memberi, sampai memberikan diri-Nya. Kata "mengambil" yang diulang Samuel adalah cermin balik dari salib. Kerajaan Allah tidak dibangun dengan menyedot rakyatnya, melainkan dengan Raja yang menjadi hamba. Israel meminta raja seperti bangsa-bangsa lain; Allah, dengan kesabaran yang hampir tidak masuk akal, memakai jalan itu untuk memberi Raja yang tidak seperti siapa pun.
Cermin
Yang paling menusuk dari pasal ini adalah bahwa alasan Israel benar. Anak-anak Samuel memang korup. Ancaman Filistin memang nyata. Kegelisahan mereka sah. Namun dari kegelisahan yang sah, mereka mengambil kesimpulan yang salah: yang kami butuhkan adalah sesuatu yang kelihatan. Anda mengenali ini. Ketika pekerjaan tidak pasti, yang menenangkan bukan doa melainkan angka di rekening. Ketika anak Anda mulai menjauh, yang Anda cari adalah kendali, bukan kepercayaan. Ketika gereja Anda goyah, Anda mendambakan pemimpin yang kuat, seseorang yang tampak seperti pemimpin bangsa-bangsa lain. Bukan iman yang runtuh lebih dulu, melainkan kesabaran terhadap Allah yang tidak segera terlihat. Dan yang perlu Anda dengar: Allah bisa mengabulkan permintaan semacam itu. Doa yang dijawab tidak selalu berarti doa yang diberkati.
Detail
Perhatikan satu kata yang diulang Samuel seperti dentang lonceng: mengambil. Ia akan mengambil anak-anakmu laki-laki, anak-anak perempuanmu, yang terbaik dari ladang dan kebun anggurmu, sepersepuluh hasil benihmu, hambamu, keledaimu, sepersepuluh kawanan dombamu. Tujuh kali diambil, sampai kalimat terakhir menutup lingkaran: "kamu sendiri akan menjadi hambanya-hambanya." Kata Ibrani untuk hamba itu, 'ebed, adalah kata yang sama yang dipakai untuk perbudakan di Mesir. Samuel sedang mengatakan sesuatu yang mengerikan: kamu meminta jalan pulang ke Mesir. Sepersepuluh yang dulu milik TUHAN sekarang menjadi milik istana. Perbandingannya jelas: pelayanan kepada Allah membebaskan; pelayanan kepada ilah pengganti selalu menagih lebih dari yang dijanjikannya.
Konteks
Kita berada di ambang peralihan besar, kira-kira abad kesebelas sebelum Kristus. Zaman hakim-hakim adalah zaman kepemimpinan yang timbul dan tenggelam sesuai krisis, tanpa istana, tanpa birokrasi, tanpa pajak tetap. Israel adalah federasi suku yang rapuh, dikepung Filistin yang menguasai teknologi besi. Bangsa-bangsa di sekitar mereka punya raja, tentara tetap, kereta perang. Secara politis, permintaan tua-tua itu justru realistis. Dan Samuel bukan tokoh netral: ia nabi, imam, dan hakim terakhir sekaligus, tetapi juga ayah yang gagal, seperti Eli sebelum dia. Ironi itu tidak disembunyikan oleh penulis. Warisan rohani tidak diturunkan secara otomatis, dan Israel memakai kegagalan itu sebagai argumen. Rama, tempat mereka datang, adalah rumah Samuel; permintaan itu diucapkan di depan pintunya sendiri.
Pertanyaan
Jika Allah tahu bahwa kerajaan ini akan menghancurkan Israel, mengapa Ia mengizinkannya? Teks tidak menawarkan penjelasan yang melegakan. Ia hanya berkata dua kali: "dengarkanlah perkataan mereka." Ada penghakiman di dalam pengabulan itu, tetapi juga sesuatu yang lebih dalam: Allah memilih bekerja di dalam sejarah manusia yang bengkok, bukan di sekitarnya. Ia tidak menunggu bangsa yang murni untuk melaksanakan rencana keselamatan-Nya. Namun jangan buru-buru menutupnya dengan kalimat manis. Ayat 18 tetap berdiri: "TUHAN tidak akan menjawabmu pada hari itu." Ada pilihan yang membawa konsekuensi yang tidak dibatalkan, bahkan ketika kita berseru-seru. Kasih Allah tidak berarti Ia melindungi kita dari akibat kehendak kita sendiri. Itu misteri yang harus kita tanggung, bukan pecahkan.
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda sekarang Anda sedang meminta sesuatu yang "kelihatan" karena Allah terasa terlalu lambat, dan apa yang akan diambil dari Anda kalau permintaan itu dikabulkan?
Israel ingin raja yang berperang bagi mereka. Dalam hal apa Anda masih mencari pemimpin, sistem, atau jaminan yang sesungguhnya hanya boleh menjadi milik Kristus?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Samuel 8
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 SAMUEL 8?
Tentang apakah 1 SAMUEL 8?
Apa konteks historis dari 1 SAMUEL 8?
Apa yang 1 SAMUEL 8 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 SAMUEL 8 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam 1 Samuel 8?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi