Penjelasan Alkitab

2 TAWARIKH 24

Alkitab
Pasal ini hadir berkat JL Group

Teks

Ada satu anak kalimat kecil di ayat 2 yang menentukan seluruh pasal ini: Yoas "melakukan apa yang benar di mata TUHAN sepanjang hidup Imam Yoyada." Selama imam tua itu hidup, raja memperbaiki Bait Allah, mengumpulkan pajak Musa, dan mengembalikan ibadah kurban yang teratur. Tetapi begitu Yoyada mati dan para pemimpin Yehuda datang bersujud di hadapan raja, Yoas berbalik: Asyera disembah, nabi-nabi diabaikan, dan Zakharia anak Yoyada dilempari batu di pelataran Bait Allah atas perintah raja. Tentara Aram yang kecil mengalahkan pasukan Yehuda yang besar, dan Yoas mati di tempat tidurnya, dibunuh pegawainya sendiri.

Inti

Pasal ini menolak gagasan bahwa kesalehan bisa diwariskan atau dipinjam. Yoas punya segalanya: diselamatkan dari pembantaian Atalya, dibesarkan di Bait Allah, dibimbing seorang imam yang setia, bahkan istrinya dipilihkan oleh Yoyada. Semua itu menghasilkan empat puluh tahun yang kelihatan baik, tetapi tidak satu pun menghasilkan hati yang melekat pada TUHAN. Iman yang disangga orang lain runtuh ketika penyangganya diangkat. Dan perhatikan betapa tajamnya rumusan Zakharia: "Karena kamu meninggalkan TUHAN, maka Dia meninggalkan kamu." Itu bukan Allah yang mudah tersinggung, melainkan logika perjanjian. Meninggalkan Sumber hidup berarti memilih kekeringan. Penghukuman di sini bukan serangan dari luar; ia adalah pilihan manusia yang dibiarkan matang sampai buahnya kelihatan.

Benang Merah

Dua gerakan besar bertemu di pasal ini, dan keduanya menunjuk jauh ke depan. Pertama: Bait Allah yang dipugar. Yoas memperbaiki batu dan kayu, membuat kembali peralatan emas dan perak, tetapi tidak ada yang memugar hatinya sendiri. Para nabi kemudian akan menuntut sesuatu yang lebih dalam daripada renovasi bangunan, dan Kristus datang sebagai Bait itu sendiri, bukan sekadar tukang yang memperbaikinya. Kedua: darah nabi yang tertumpah di pelataran. Zakharia mati di tempat paling kudus di Yehuda, dibunuh oleh raja yang berutang nyawa kepada ayahnya. Pola ini akan berulang sampai puncaknya: Anak yang diutus kepada kebun anggur-Nya sendiri, dibunuh oleh orang-orang yang Ia datangi. Perjanjian Lama tidak meramalkan Golgota dengan kode rahasia; ia mempersiapkannya dengan mengulang luka yang sama sampai kita siap mengenalinya.

Cermin

Yang paling menusuk dari Yoas bukan penyembahan berhalanya, melainkan ayat 22: dia "tidak mengingat kebaikan yang telah dilakukan Yoyada." Orang yang menyelamatkan nyawanya, mendidiknya, menempatkannya di takhta, dan Yoas membunuh anaknya. Lupa itu bukan kecelakaan ingatan; lupa adalah bentuk halus dari pemberontakan. Kita melakukannya terhadap orang tua yang berlutut bagi kita, guru sekolah minggu yang namanya tak lagi kita sebut, pasangan yang bertahan di tahun-tahun tersulit. Dan ketika "pemimpin-pemimpin Yehuda datang dan sujud menyembah raja," Yoas memilih sanjungan di atas kebenaran, seperti kita memilih lingkaran yang memuji ketimbang suara yang menegur. Tanyakan jujur: siapa yang sekarang boleh menegur Anda dan tetap didengar?

Hari ini juga: tulis nama satu orang yang kesetiaannya membentuk iman Anda, lalu kirimkan pesan singkat yang menyebut dengan konkret apa yang ia lakukan bagi Anda. Jangan tunda sampai ia dikuburkan.

Detail

Kata "kebaikan" di ayat 22 menerjemahkan hesed dalam bahasa Ibrani, kata perjanjian yang paling padat dalam Perjanjian Lama: kesetiaan yang tidak bisa dituntut, kasih yang mengikat diri secara sukarela. Itulah kata yang dipakai untuk kasih setia Allah kepada Israel. Jadi ketika penulis Tawarikh berkata Yoas tidak mengingat hesed Yoyada, ia sedang mengatakan bahwa raja ini melanggar bukan sekadar sopan santun, melainkan struktur perjanjian itu sendiri. Dan ironi namanya: Zakharia berarti "TUHAN mengingat". Raja yang lupa membunuh orang yang namanya berarti Allah tidak pernah lupa. Teriakan Zakharia yang sekarat, "Kiranya TUHAN melihatnya dan menuntut balas," bukan dendam pribadi; itu permohonan agar Allah bertindak sesuai nama-Nya sendiri.

Profil

Kitab Tawarikh ditulis bagi orang-orang yang pulang dari pembuangan, hidup di Yerusalem kecil tanpa raja, sibuk membangun kembali Bait Allah dari puing. Bagi mereka kisah Yoas membaca seperti cermin yang tidak nyaman. Mereka pun sedang memugar Bait, mengumpulkan persembahan, menyusun kembali ibadah. Pertanyaannya: apakah itu cukup? Jawaban Tawarikh: tidak, kalau hati tidak ikut dipugar. Mereka juga mendengar sesuatu yang menenangkan. Pembuangan tidak terjadi karena Allah kalah oleh Babel; "TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar itu ke tangan orang Aram" adalah pola yang sama. Allah yang menghukum adalah Allah yang masih memerintah, dan Allah yang masih memerintah dapat memulihkan.

Gema Kitab Suci

Yesus menutup daftar panjang nabi yang dibunuh dengan menyebut Zakharia yang mati "antara Bait Suci dan mezbah" (Matius 23), dari Habel sampai Zakharia, seluruh rentang kitab suci Ibrani. Pembunuhan di pelataran ini bukan catatan kaki; bagi Yesus itu lambang sebuah sejarah penolakan yang akan memuncak pada diri-Nya sendiri. Dan bandingkan dua kematian karena batu: Zakharia berseru agar TUHAN menuntut balas; Stefanus, yang juga dirajam karena berbicara tentang Bait Allah, berdoa agar dosa itu tidak ditanggungkan kepada pembunuhnya (Kisah Para Rasul 7). Keduanya benar. Tetapi di antara keduanya ada salib, tempat darah yang tertumpah akhirnya berbicara bukan tentang pembalasan, melainkan pengampunan.

Refleksi

Siapa "Yoyada" dalam hidup Anda, dan apa yang terjadi pada iman Anda jika suara itu besok tidak ada lagi?

Di bagian hidup mana Anda sedang memugar yang kelihatan, sementara menghindari pemugaran yang sesungguhnya dituntut Allah?

Selami lebih dalam 2 Chronicles

Buku pilihan yang menggali kitab Alkitab ini lebih dalam.

Tafsiran Alkitab Masa Kini 1: Kejadian - Ester

Donald Guthrie & J. A. Motyer (ed.)

Bagian 2 Tawarikh dalam jilid ini memberi penjelasan pasal demi pasal yang ringkas namun setia pada Alkitab, menolong Anda melihat bagaimana sejarah raja-raja Yehuda mengarahkan hati kepada ibadah yang murni dan kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya.

Faith.network earns a small commission on Kobo purchases made through these links, at no extra cost to you. It helps keep the studies free.

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Chronicles 24

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti 2 TAWARIKH 24?
Ada satu anak kalimat kecil di ayat 2 yang menentukan seluruh pasal ini: Yoas "melakukan apa yang benar di mata TUHAN sepanjang hidup Imam Yoyada." Selama imam tua itu hidup, raja memperbaiki Bait Allah, mengumpulkan pajak Musa, dan mengembalikan ibadah kurban yang teratur.
Tentang apakah 2 TAWARIKH 24?
Dua gerakan besar bertemu di pasal ini, dan keduanya menunjuk jauh ke depan. Pertama: Bait Allah yang dipugar. Yoas memperbaiki batu dan kayu, membuat kembali peralatan emas dan perak, tetapi tidak ada yang memugar hatinya sendiri. Para nabi kemudian akan menuntut sesuatu yang lebih dalam daripada renovasi bangunan, dan Kristus datang sebagai Bait itu sendiri, bukan sekadar tukang yang memperbaikinya.
Apa konteks historis dari 2 TAWARIKH 24?
Hari ini juga: tulis nama satu orang yang kesetiaannya membentuk iman Anda, lalu kirimkan pesan singkat yang menyebut dengan konkret apa yang ia lakukan bagi Anda. Jangan tunda sampai ia dikuburkan.
Apa yang 2 TAWARIKH 24 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Kitab Tawarikh ditulis bagi orang-orang yang pulang dari pembuangan, hidup di Yerusalem kecil tanpa raja, sibuk membangun kembali Bait Allah dari puing. Bagi mereka kisah Yoas membaca seperti cermin yang tidak nyaman. Mereka pun sedang memugar Bait, mengumpulkan persembahan, menyusun kembali ibadah.
Bagaimana 2 TAWARIKH 24 masih relevan hari ini?
Siapa "Yoyada" dalam hidup Anda, dan apa yang terjadi pada iman Anda jika suara itu besok tidak ada lagi?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang 2 Chronicles 24

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Syukur Editorial pada ayat 19

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak diam saja ketika umat-Mu menjauh. Engkau mengutus nabi-nabi untuk membawa mereka kembali kepada-Mu. Begitu juga denganku: Engkau terus menegur lewat firman dan orang-orang yang Kau kirim, sabar menantiku pulang.

Syukur Editorial pada ayat 18

Terima kasih, Tuhan, Engkau tidak diam saat hati kami mulai menjauh dari rumah-Mu. Seperti Yehuda yang berpaling kepada berhala, kami pun mudah lupa. Namun Engkau menegur karena mengasihi, dan teguran-Mu itu memanggil kami pulang kepada-Mu.

Doa Editorial pada ayat 26

Tuhan, ada nama-nama yang dicatat bukan karena kesetiaan, melainkan karena pengkhianatan. Jagalah hatiku supaya awal yang baik tidak berakhir buruk. Tolong aku tetap setia sampai hari terakhirku, bahkan saat tak ada yang melihat.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi