2 KORINTUS 13
Teks Itu Sendiri
Paulus mengumumkan kunjungan ketiganya, dan kali ini ia datang dengan aturan pengadilan di tangan: "Harus ada keterangan dari dua atau tiga saksi, maka suatu perkara dikatakan sah." Ia tidak akan menyayangkan mereka yang terus berdosa. Lalu ia membalik arah pemeriksaan: bukan Paulus yang harus lulus ujian jemaat, melainkan jemaat yang harus menguji dirinya sendiri, apakah Kristus sungguh ada di dalam mereka. Surat yang penuh air mata ini ditutup dengan seruan damai, ciuman kudus, dan berkat yang menyebut Anak, Bapa, dan Roh.
Inti Persoalan
Ayat 4 adalah jantung teologis seluruh surat ini: "Kristus disalib dalam kelemahan, tetapi Ia hidup oleh kuasa Allah." Di situ dua hal yang kelihatan bertentangan disatukan dalam satu Pribadi. Salib bukan kegagalan yang kemudian ditebus oleh kebangkitan; salib adalah cara Allah memerintah. Dan pola itu menular: "kami juga lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia karena kuasa Allah." Jemaat Korintus menuntut bukti kekuatan, sebab mereka mengukur kerohanian dengan ukuran Romawi: karisma, kefasihan, kehadiran yang mengesankan. Paulus menjawab bahwa kuasa Kristus justru datang dalam bentuk yang tidak mengesankan siapa pun. Kuasa itu nyata, ia bisa meruntuhkan, tetapi tujuannya selalu "untuk membangunmu, dan bukan untuk meruntuhkanmu."
Benang Merahnya
Perhatikan bahwa Paulus membuka pasal ini dengan hukum Musa tentang dua atau tiga saksi, aturan pengadilan Israel yang menjaga agar tidak ada orang dihukum karena desas-desus. Ia sedang berkata: jemaat bukan kumpulan sukarela dengan aturan sendiri, melainkan umat perjanjian, dengan Allah yang kudus di tengahnya. Namun perjanjian itu kini berbeda bentuknya. Dahulu Allah berdiam di Bait Suci; sekarang pertanyaannya adalah "apakah kamu tidak mengenali dirimu sendiri bahwa Kristus Yesus ada di dalammu." Kekudusan tidak lagi diukur dari jarak terhadap ruang mahakudus, melainkan dari kehadiran Kristus di dalam. Dan itulah sebabnya surat ini berakhir dengan anugerah, kasih, dan persekutuan: keselamatan bukan produk yang dibagikan Allah, melainkan Allah sendiri yang membagikan diri-Nya, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Cermin
"Ujilah dirimu sendiri." Kalimat itu terasa tidak enak, dan memang seharusnya begitu. Kita lebih mahir menguji orang lain: pendeta yang khotbahnya kurang dalam, rekan kerja yang mengaku Kristen tapi curang soal uang, saudara yang doanya panjang tapi rumahnya dingin. Paulus menutup pintu itu. Ia bertanya kepada Anda: kalau seseorang mengamati bagaimana Anda memperlakukan bawahan, bagaimana Anda berbicara tentang mantan pasangan, bagaimana Anda memakai waktu luang, adakah tanda bahwa Kristus tinggal di situ?
Sekaligus, jangan lewatkan nada Paulus. Ia tidak menakut-nakuti. Ia berdoa "supaya kamu menjadi sempurna," dan ia rela terlihat gagal asal jemaatnya berdiri. Itu kasih yang tidak butuh pengakuan. Ujian ini bukan untuk membuat Anda gelisah tentang keselamatan, melainkan untuk membawa Anda kembali kepada anugerah yang menopang.
Refleksi
Jika kelemahan Anda yang paling memalukan justru menjadi tempat kuasa Kristus bekerja, apa yang selama ini Anda sembunyikan yang sebenarnya perlu Anda serahkan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Corinthians 13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 KORINTUS 13?
Tentang apakah 2 KORINTUS 13?
Apa konteks historis dari 2 KORINTUS 13?
Apa yang 2 KORINTUS 13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 KORINTUS 13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Corinthians 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Paulus sedang diuji oleh jemaatnya sendiri. Mereka menuntut bukti bahwa Kristus berbicara melalui dia. Jawabannya mengejutkan: periksa dirimu sendiri. "Tetapi, aku berharap kamu akan tahu bahwa kami bukan orang yang tidak tahan uji." Bukti pelayanannya adalah iman mereka. Siapa yang dulu membawa Injil kepadamu? Hidupmu hari ini adalah pembelaan bagi dia.
Orang Korintus sibuk menguji Paulus, menuntut bukti bahwa Kristus benar berbicara lewat dia. Paulus membalikkan cermin itu: "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu ada di dalam iman. Periksalah dirimu sendiri!" Betapa mudah kita menjadi ahli menilai iman orang lain, sambil lupa memeriksa hati sendiri. Hari ini, cermin itu diarahkan kepadamu. Apa yang kamu lihat di sana?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
