1 YOHANES 2
Teks
Bayangkan seorang tua yang suaranya sudah serak, duduk di ruang depan sebuah rumah di Asia Kecil, mendiktekan surat kepada jemaat yang baru saja terbelah. Ia mulai dengan sapaan yang aneh untuk sebuah dokumen teologis: "Anak-anakku." Lalu ia berkata: aku menulis supaya kamu jangan berbuat dosa, tetapi kalau kamu berbuat dosa, ada Pembela di hadapan Bapa. Dari situ ia bergerak: ketaatan sebagai bukti pengenalan akan Allah, kasih kepada saudara sebagai tanda tinggal dalam terang, peringatan agar tidak mencintai dunia yang sedang lenyap, dan kabar pahit bahwa beberapa orang telah keluar dari lingkaran mereka sambil menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus.
Inti
Perhatikan urutannya di ayat 1. Yohanes tidak berkata: berusahalah keras, dan kalau gagal, mudah-mudahan Allah berbelas kasihan. Ia berkata: jangan berbuat dosa, dan sudah ada Pembela sebelum kamu gagal. Pengampunan bukan rencana darurat; ia sudah berdiri di ruang pengadilan sebelum tuduhan diucapkan. "Dialah kurban pendamaian bagi dosa-dosa kita." Inilah jantung pasal ini: kasih karunia lebih dulu, ketaatan menyusul sebagai buktinya, bukan sebagai harganya. Karena itu ayat 3 sampai 6 tidak boleh dibaca sebagai daftar syarat. Itu cermin diagnostik. Kalau seseorang mengaku mengenal Allah tetapi hidupnya tidak berubah sedikit pun, yang salah bukan takarannya, melainkan klaimnya.
Benang Merah
Kata "perintah lama" dan "perintah baru" di ayat 7 dan 8 terdengar seperti kontradiksi, sampai Anda ingat sejarahnya. Perintah untuk mengasihi sudah ada sejak Sinai, sudah didengar jemaat "sejak semula." Yang baru bukan isinya, melainkan waktunya: "kegelapan sedang berlalu dan terang yang benar sekarang bersinar." Perintah yang sama itu sekarang berdiri di dalam terang fajar, sesudah salib dan kebangkitan, dengan Roh yang diam dalam orang percaya. Inilah alur besar Kitab Suci: Allah tidak mengganti tuntutan-Nya, Ia memenuhi tuntutan itu dalam Anak-Nya dan kemudian menuliskannya ke dalam hati manusia. Kasih bukan hukum tambahan; kasih adalah bentuk hidup zaman baru yang sudah mulai.
Cermin
Ayat 15 sampai 17 memotong lebih dalam daripada yang biasa kita akui. "Keinginan daging, keinginan mata, dan kesombongan hidup" bukan bahasa untuk pemabuk di gang belakang. Keinginan mata adalah jam berapa Anda tidur karena tak berhenti menggulir layar, membandingkan rumah, tubuh, dan anak-anak orang lain dengan milik Anda. Kesombongan hidup adalah cara Anda menyebutkan jabatan Anda dalam percakapan, seolah kebetulan. Dan Yohanes tidak berkata dunia itu jahat; ia berkata dunia itu "sedang lenyap." Yang ia bongkar bukan kenikmatan, melainkan investasi kita pada hal-hal yang sedang runtuh. Pertanyaannya bukan apakah Anda menikmati hidup, tetapi ke mana hati Anda menaruh jaminan masa depannya, dan apakah jaminan itu akan bertahan.
Detail
Kata yang dipakai untuk "Pembela" di ayat 1 adalah parakletos, yang berarti seseorang yang dipanggil untuk berdiri di samping Anda, seperti pendamping di pengadilan. Inilah kata yang di Injil Yohanes dipakai untuk Roh Kudus. Jadi ada dua yang mendampingi: Roh Kudus di dalam kita di bumi, dan Yesus Kristus di hadapan Bapa. Dan perhatikan siapa yang membela: bukan pengacara yang mencari-cari alasan atas nama Anda, melainkan "Kristus Yesus, Yang Benar itu," satu-satunya yang tidak perlu dibela. Pembelaan-Nya bukan argumen bahwa dosa Anda tidak seberat itu. Pembelaan-Nya adalah tubuh-Nya sendiri, ayat 2. Ia tidak berdebat, Ia menunjukkan.
Antarteks
Yohanes menulis "sekarang adalah zaman akhir" (ayat 18), dan tandanya bukan gempa atau perang, melainkan perpecahan di jemaat sendiri. Itu menggemakan peringatan Paulus kepada para penatua Efesus, bahwa dari antara mereka sendiri akan muncul orang-orang yang memutarbalikkan ajaran (Kisah Para Rasul 20:30). Bahaya terbesar datang dari dalam, dari orang yang pernah duduk sebangku dengan kita. Dan bandingkan dengan doa Yesus di Yohanes 17, di mana Ia memohon agar murid-murid-Nya dipelihara dalam kebenaran; ayat 24 di sini adalah jawaban praktis dari doa itu: "Biarlah apa yang sudah kamu dengar sejak semula tetap tinggal di dalammu." Ketahanan iman jarang berupa penemuan baru. Biasanya berupa kesetiaan pada yang lama.
Konteks
Sekitar akhir abad pertama, di jemaat-jemaat rumah di sekitar Efesus. Sebuah kelompok telah keluar, ayat 19, dan mereka bukan orang luar; mereka pernah memecah roti di ruangan yang sama. Ajaran mereka menyangkal bahwa Yesus manusia itu benar-benar Kristus, seolah keilahian terlalu murni untuk bercampur dengan darah dan keringat. Mereka pergi dengan gaya orang yang naik kelas, membawa pengetahuan rahasia dan meninggalkan yang lain merasa bodoh. Karena itu ayat 20 dan 27 terasa seperti tangan di punggung: kamu sudah memiliki pengurapan, kamu tidak perlu diinisiasi ke tingkat yang lebih tinggi. Dan karena itu pula surat ini menyebut kelompok umur, ayat 12 sampai 14: bapa-bapa, orang muda, anak-anak, semuanya sudah cukup, semuanya sudah di dalam.
Refleksi
Kalau seseorang yang tinggal bersama Anda seminggu menilai apakah Anda "mengenal Allah" hanya dari yang ia lihat, bukan yang ia dengar, apa kesimpulannya?
Di mana dalam hidup Anda sekarang kasih dan waktu Anda tertanam pada sesuatu yang, dengan jujur, "sedang lenyap"?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 John 2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 YOHANES 2?
Tentang apakah 1 YOHANES 2?
Apa konteks historis dari 1 YOHANES 2?
Apa yang 1 YOHANES 2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 YOHANES 2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 John 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, aku sering lupa bahwa dosaku sudah Kau hapus, bukan karena aku pantas, tapi karena nama Yesus. Tolong aku berhenti menyeret rasa bersalah yang sudah Kau lepaskan. Buat hatiku tenang sebagai anak yang Kau kasihi dan sudah Kau ampuni.
Yohanes baru saja berkata, "jika ada yang berbuat dosa, kita mempunyai Penolong pada Bapa." Lalu ia menambahkan: "Dialah pendamaian bagi dosa-dosa kita, dan bukan hanya untuk dosa kita, melainkan juga untuk dosa seluruh dunia." Perhatikan kata "kita". Yohanes, rasul tua itu, menempatkan dirinya di antara orang berdosa. Kalau ia pun butuh Pendamai, mengapa kamu masih mencoba pulang dengan tangan bersih sendiri?
Jika kamu tahu bahwa Dia benar, kamu juga tahu bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran lahir dari Dia." Yohanes tidak berkata perbuatan benar membuat kita jadi anak Allah. Ia berkata perbuatan itu menyingkapkan dari siapa kita lahir. Seperti anak yang tanpa sadar meniru cara ayahnya berjalan. Hari ini, kemiripan siapa yang terlihat dari caramu memperlakukan orang?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak hanya menyuruhku hidup benar, tetapi lebih dahulu menunjukkannya dalam Yesus. Aku bersyukur punya teladan nyata untuk kuikuti: cara Dia bersabar, melayani, dan mengampuni. Terima kasih karena aku boleh tinggal di dalam Dia dan belajar berjalan seperti Dia berjalan.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
