2 SAMUEL 13
Teks
Amnon, putra sulung Daud, terobsesi pada Tamar, adik tirinya, sampai jatuh sakit karena keinginan yang tak bisa ia puaskan. Atas nasihat sepupunya Yonadab, "seorang yang sangat cerdik," ia berpura-pura sakit, meminta Tamar melayaninya, lalu memperkosanya di kamarnya sendiri, dan sesudah itu mengusirnya dengan kebencian yang, kata penulis, "lebih besar dibanding cinta yang dirasakannya." Tamar mengoyakkan baju kurung panjang tanda keperawanannya dan tinggal sebagai perempuan yang hancur di rumah Absalom. Daud mendengar dan "menjadi sangat marah," tetapi tidak berbuat apa-apa. Dua tahun kemudian Absalom membalas: ia memancing Amnon ke pesta pengguntingan bulu domba, memerintahkan pembunuhan saat korbannya mabuk, lalu melarikan diri ke Gesur. Pasal ini ditutup bukan dengan keadilan, melainkan dengan seorang ayah yang berduka dan merindukan pembunuh anaknya sendiri.
Inti
Yang paling mengganggu dari pasal ini bukan kekerasannya, melainkan keheningannya: nama TUHAN tidak muncul satu kali pun. Tidak ada nabi yang menegur, tidak ada suara dari langit, tidak ada penghukuman ilahi yang dramatis. Hanya manusia yang saling menghancurkan di dalam satu keluarga, dan Allah tampak seolah pergi dari ruangan. Justru di situlah teologi pasal ini terletak. Kejahatan Daud dengan Batsyeba tidak dihukum dengan petir; ia dihukum dengan warisan. Nafsu sang ayah muncul kembali sebagai nafsu Amnon; pembunuhan terselubung sang ayah muncul kembali sebagai pembunuhan Absalom. Dosa yang diampuni tetap meninggalkan bekas yang bergerak turun dari generasi ke generasi. Dan Allah yang diam bukanlah Allah yang absen, melainkan Allah yang membiarkan manusia merasakan berat dari pilihannya sendiri, sampai satu-satunya harapan yang tersisa adalah belas kasihan yang datang dari luar rumah ini.
Benang Merah
Sejarah keselamatan bergerak lewat keluarga-keluarga yang berantakan, dan pasal ini menolak menutupinya. Dari rahim Daud harus lahir Mesias, tetapi rumah Daud sendiri memakan anak-anaknya. Nubuat Natan setelah peristiwa Batsyeba, bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud dan bahwa malapetaka akan bangkit dari dalam rumahnya sendiri, mulai menjadi daging di sini. Yang penting untuk dilihat: janji Allah kepada Daud tidak dibatalkan oleh kebusukan ini, tetapi juga tidak melindungi Daud dari akibatnya. Justru ketegangan itu yang mendorong seluruh Perjanjian Lama maju. Kalau raja yang paling dikasihi Allah pun tidak sanggup menjaga keadilan di dalam rumahnya sendiri, maka Israel membutuhkan Anak Daud yang lain, yang tidak memakai kuasa untuk mengambil melainkan untuk memberi diri, dan yang tidak diam ketika yang lemah dihancurkan.
Cermin
Perhatikan bagaimana Amnon berbicara. Sebelum perkosaan, Tamar adalah "adikku"; sesudahnya ia menjadi "perempuan ini," disuruh keluar, pintu dikunci di belakangnya. Keinginan yang tidak dikekang selalu berakhir dengan mengubah orang menjadi benda, dan benda yang sudah dipakai selalu terasa menjijikkan. Itu bukan penyakit zaman kuno saja. Kita mengenalnya dalam layar yang dibuka diam-diam malam hari, dalam hubungan yang dimulai dengan bunga api dan berakhir dengan penghinaan, dalam cara kita memperlakukan bawahan ketika mereka tidak lagi berguna. Dan ada cermin kedua, yang mungkin lebih menusuk: Daud. Ia marah, dan berhenti di situ. Berapa banyak kejahatan di dalam keluarga dan jemaat kita yang dibiarkan membusuk karena orang yang berwenang memilih emosi ketimbang tindakan?
Profil
Pembaca pertama kitab ini hidup sesudah kerajaan itu retak, mungkin sesudah pembuangan, dan mereka bertanya: mengapa dinasti yang dijanjikan Allah bisa runtuh begitu memalukan? Kisah ini menjawab dengan jujur yang menyakitkan. Mereka mendengar detail yang luput dari kita: baju kurung panjang itu adalah tanda resmi putri raja yang masih perawan, pakaian istana, dan mengoyakkannya berarti mengumumkan di jalan bahwa masa depannya sudah mati. Mereka juga mendengar kata "noda" dan "tolol" dalam mulut Tamar sebagai istilah hukum, bukan makian; ini pelanggaran terhadap tatanan perjanjian, bukan sekadar skandal keluarga. Dan mereka tahu apa artinya seorang raja yang marah tanpa mengadili: hukum Israel menuntut tindakan, dan diamnya Daud adalah kegagalan jabatan, bukan kelembutan hati seorang ayah.
Tokoh Utama
Tamar adalah satu-satunya orang di pasal ini yang berbicara benar. Ia berargumen dengan hukum, dengan kehormatan Amnon sendiri, bahkan dengan tawaran putus asa agar Amnon meminta dia dari raja. Setelah itu ia berkata sesuatu yang mengerikan: diusir lebih jahat daripada diperkosa, sebab pengusiran itu menutup pintu terakhir bagi hidupnya. Ia berpikir jernih di tengah kekerasan, dan tidak seorang pun mendengarkan. Amnon "tidak mau mendengarkan perkataannya" (dua kali penulis mencatatnya), Absalom menyuruhnya diam, Daud tidak berkata apa-apa kepadanya sama sekali. Perempuan yang paling banyak berbicara adalah perempuan yang paling dibungkam. Alkitab tidak memperbaiki keadaannya, tidak memberinya akhir yang manis; ia menutup kisahnya dengan satu kata yang tinggal menggantung: seorang diri.
Intertekstual
Tiga gema membuat pasal ini bergetar. Pertama, Kejadian 34: pemerkosaan Dina, kalimat yang hampir sama bahwa hal semacam itu tidak dilakukan di Israel, dan saudara laki-laki yang membalas dengan pembantaian sementara sang ayah, Yakub, hanya diam. Pola yang sama persis: ayah pasif, saudara yang menghukum sendiri, perempuan yang lenyap dari cerita. Kedua, Kejadian 37: baju kurung panjang Tamar memakai istilah yang sama dengan jubah Yusuf, dan sekali lagi ada saudara yang membenci, jubah yang dikoyak, dan seorang ayah yang menerima kabar palsu tentang anaknya yang mati lalu meratap. Daud, cicit Yehuda, mengulang kesedihan Yakub, tetapi kali ini kabar dukanya justru datang dari dalam rumahnya sendiri. Ketiga, dan paling tajam: bacalah 2 Samuel 12 berdampingan dengan pasal ini. Natan berkata bahwa Daud melakukan dosanya diam-diam, tetapi Allah akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel. Amnon berpura-pura sakit persis seperti ayahnya berpura-pura peduli pada Uria; keduanya memakai jabatan untuk mendapatkan tubuh seorang perempuan; keduanya menutupinya dengan makanan dan minuman. Amnon mati mabuk, sebagaimana Uria dibuat mabuk. Anak menyalin ayah sampai ke detailnya. Itulah cara Alkitab menjelaskan dirinya sendiri: bukan dengan khotbah, melainkan dengan mengulang adegan sampai kita mengenalinya.
Refleksi
Di mana dalam hidupmu kemarahan sudah kaupakai sebagai pengganti tindakan, sehingga sesuatu yang seharusnya kauhentikan tetap berjalan?
Pola apa dari orangtuamu, baik atau buruk, yang diam-diam sedang kauteruskan, dan apa yang perlu kaubawa kepada Allah agar rantai itu putus di tanganmu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Samuel 13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 SAMUEL 13?
Tentang apakah 2 SAMUEL 13?
Apa konteks historis dari 2 SAMUEL 13?
Apa yang 2 SAMUEL 13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 SAMUEL 13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Samuel 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada keinginan yang kalau kubiarkan tumbuh diam diam bisa membuatku sakit dan melukai orang lain. Tolong aku jujur tentang apa yang kupendam, sebelum itu berubah jadi rencana. Ajar aku mencintai tanpa menuntut, dan menahan diri saat hatiku memaksa.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi